KOTA SOLO BAROMETER POLITIK INDONESIA MENJELANG PILPRES 2019 | By @PartaiSocmed

Kota Solo kini dibuat panas dan mencekam. Kita tentu tidak ingin kerusuhan rasial Mei 1998 kembali terulang di Solo. Tapi tak ada yg bisa menjamin sejarah tak terulang jika situasi panas seperti ini dipelihara terus.
barometer Politik pilpres politician Jokowi publicpolicy SOLO prabowo
4
#99 @PartaiSocmed
KOTA SOLO BAROMETER POLITIK INDONESIA MENJELANG PILPRES 2019 pic.twitter.com/BJwCePBol5
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dalam percaturan politik Indonesia, selain Jakarta kota Solo merupakan salah satu kota yg menjadi barometer politik. Khususnya dalam hal kerusuhan rasial yg bernuansa politik kota Solo bisa dibilang merupakan kawah panas yg setiap saat diledakkan.
#99 @PartaiSocmed
Bicara tentang chaos kota Solo sudah beberapa kali mengalami kerusuhan anti cina. Yang paling diingat tentu kerusuhan Mei 1998 di akhir masa kekuasaan Soeharto.
#99 @PartaiSocmed
Mari kita kembali ke masa2 tidak mengenakkan itu.. Memasuki bulan Mei 1998 demo2 mahasiswa di Jakarta (dan kota2 lainnya) makin marak. Mahasiswa yg sebelumnya hanya boleh demo di lingkungan dalam kampus kini mulai turun ke jalan2.
#99 @PartaiSocmed
Terlihat sekali ada perubahan kebijakan dari aparat keamanan dari yang sebelumnya tegas tegas menghadang mahasiswa kini berubah lebih persuasif menjadi 'mengawal mahasiswa'. Maka situasi pun makin menjadi2 dan tak terkendali. Hanya menunggu pemicu saja untuk terciptanya chaos!
#99 @PartaiSocmed
Benar saja, akhirnya terjadilah penembakan terhadap masiswa Trisakti pada tgl 12 Mei 1998! Apakah peristiwa penembakan tsb suatu peristiwa spontan atau merupakan bagian dari skenario besar utk 'mematangkan' kondisi?
#99 @PartaiSocmed
Hingga saat ini tidak ada jawaban atas pertanyaan tersebut. Tapi yg pasti dalam peristiwa tersebut 6 mahasiswa tewas ditempat akibat tertembak bagian2 fital tubuhnya spt leher, kepala dan dada.
#99 @PartaiSocmed
Dan anehnya, mereka yg ditembaki itu justru berada di dalam kampus. Mereka ditembak oleh aparat yg berada di jalan layang Grogol. Mengapa mereka ditembaki? Bukankah mereka berada di dalam kampus? Apa tujuan penembakan itu?
#99 @PartaiSocmed
Peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti itu pada kenyataannya merupakan trigger kerusuhan besar yg mengharu-biru bangsa Indonesia dan menjadi sejarah hitam bangsa ini untuk selamanya.
#99 @PartaiSocmed
Dan anehnya, penembakan terjadi di Jakarta tapi kerusuhan justru terjadi serempak di dua kota, Solo dan Jakarta, bahkan menurut beberapa pihak lebih dulu terjadi di Solo. Mengapa Solo?
#99 @PartaiSocmed
Kerusuhan di Solo langsung terjadi sehari setelah peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti. Sudah terjadi di pagi hari tanggal 13 Mei 1998. Diawali dengan drop-dropan pria2 bertubuh tegap berpotongan rambut cepak yang membakari ban di jalanan sambil memprovokasi massa.
#99 @PartaiSocmed
Tak berapa lama massa pun berkumpul di jalan Slamet Riyadi dan mulai melempari bangunan bank dan toko. Mahasiswa yg tadinya hendak meneruskan demo memilih mundur karena massa yg anarkhis tidak terkendali.
#99 @PartaiSocmed
Banyak saksi mata melihat tentara berada diantara kerumunan massa tersebut, namun tidak melarang ataupun menyuruh alias membiarkan ulah massa yg melakukan perusakan bangunan2 tersebut.
#99 @PartaiSocmed
Warga yg awalnya hanya menonton ulah massa tersebut akhirnya tergerak ikut2an merusak toko, bank dan bangunan lainnya. Lalu diikuti dengan penjarahan dan pembakaran toko2, bank dan pusat aktifitas ekonomi lainnya. Solo lumpuh!
#99 @PartaiSocmed
Kerusuhan menjalar ke seluruh Solo dan berubah menjadi kerusuhan rasial. Warga keturunan Tionghoa di Solo di buru! Toko2nya didobrak, pemiliknya dihajar ramai2 dan isi tokonya dijarah lalu tokonya dibakar!
#99 @PartaiSocmed
Tak terhitung korban harta dan nyawa akibat kerusuhan rasial di Solo tgl 13-15 Mei 1998 itu. Warga Solo yg dikenal halus dan sopan di hari2 biadab tersebut berubah menjadi sangat brutal. Dan rupanya apa yg terjadi di Solo sama persis dengan yg terjadi di Jakarta.
#99 @PartaiSocmed
Peristiwa kerusuhan Mei 1998 itu adalah gambaran betapa kota Solo merupakan barometer politik Indonesia. Begitu pentingnya Solo sehingga perlu dibikin rusuh bersamaan dengan Ibukota.
#99 @PartaiSocmed
Masa berlalu, kekuasaan Soeharto pun sudah lama jatuh. Seorang anak bangsa yg bisa naik jadi Walikota Solo berkat buah reformasi kini justru menduduki posisi Presiden RI. Lagi2 kota Solo jadi barometer politik Indonesia.
#99 @PartaiSocmed
21 tahun setelah peristiwa kerusuhan rasial itu kini kota Solo kembali dibuat panas. Tim Prabowo-Sandi secara terang2an dan provokatif menjadikan kota Solo sebagai pusat pergerakan mereka.
#99 @PartaiSocmed
Tak berlebihan disebut provokatif, sebab mereka sengaja membuka posko sedekat mungkin dengan rumah Jokowi, bahkan juga di dekat warung Markobar milik anak Jokowi. Buat apa coba? pic.twitter.com/6W8ckrr6cp
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Tak cukup sampai disitu, kondisi kota Solo yg sebelumnya kondusif, aman dan toleran dibuat panas. Seolah ingin mematangkan untuk kondisi tertentu. Demo2 untuk membuat kota Solo menjadi seperti Pilkada DKI sudah dimulai! pic.twitter.com/yHT4da6hvr
#99 @PartaiSocmed
Proses memanaskan kota Solo terus berlanjut. Segala masalah pun dicari-cari. Tak penting seabsurd apapun itu, yg penting bisa kota Solo semakin panas dan tak kondusif! pic.twitter.com/XMtjhm7vXV
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Dan semakin dituruti tuntutan mereka semakin menjadi. Jika sebelumnya mempermasalahkan paving di depan balaikota kini mempermasalahkan lampion yg sejak bertahun2 selalu menghiasi kota Solo menjelang Imlek. Entah besok mempermasalahkan apa lagi? pic.twitter.com/iAgcKS6bLH
#99 @PartaiSocmed
Kota Solo kini dibuat panas dan mencekam. Kita tentu tidak ingin kerusuhan rasial Mei 1998 kembali terulang di Solo. Tapi tak ada yg bisa menjamin sejarah tak terulang jika situasi panas seperti ini dipelihara terus.
#99 @PartaiSocmed
Hanya menunggu trigger saja maka situasi tak terkendali di kota Solo bisa terulang. Dan pemicu itu bisa bermacam2 bentuknya. Salah satunya jika terjadi apa2 pada Abu Bakar Baasyir di penjara, meski akibat alami sekalipun. Inilah yg sebisa mungkin sedang dihindari oleh Jokowi! pic.twitter.com/8q4DUZjENz
Expand pic
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.