0
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Saat sedang berada di sebuah mall, tiba2 saya mendengar seorang anak kecil ngomong ke bapaknya: "Abi, ada kafir lewat tu Bi....." Seketika itu pula hati kecil saya tersayat dan menangis....
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Masih ingat kisah2 netizen ttg seseorang yg tdk mau duduk berdampingan di angkutan umum, ato ndak jadi pesan makanan, hanya gara2 agamanya beda? Biarkan Prabowo menang, maka mereka akan jadi penguasa, tanpa rem Agama aja mereka mainkan, apalagi cuma kamu....ya, kamu...
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Lihat Marawi, saat silent majority akhirnya menyesal melihat kampung halaman hancur Mereka dulu hanya diam melihat bibit radikalisme tumbuh di antara teman, kerabat, tetangga Itulah silent majority, diam, penuh toleransi, saat INTOLERANSI berkembang rappler.com/nation/172683-…
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Lihat Iraq, pesan Alto Luger sangat jelas: "Bapak Presiden Jokowi, Panglima TNI & Bapak Kapolri, Ini kota Mosul, Irak. Hancur lebur & puluhan ribu nyawa melayang krn gerakan radikal! Tolong jaga Pancasila dan UUD45 baik2 agar RI tdk hancur seperti Mosul" m.kbr.id/opini_anda/05-… pic.twitter.com/dDiuhGrxBF
 Expand pic
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Alto Luger menambahkan: "ISIS bisa berkembang cepat di Irak karena mayoritas masyarakat di daerah yang dikuasainya tdk melawan saat IS masuk. Bkn berarti mereka mndukung ideologi IS, tapi semata2 krn merasa bahwa itu bkn urusan mereka." "Saat mereka sadar, semua sudah terlambat"
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Presiden sudah berusaha bergerak membendung bibit2 radikal dan intoleransi, salah satunya dgn pembubaran HTI Dan inilah salah satu sebab utama cap Presiden Anti Islam Kafir Munafik selalu bergema di WAG seantero negeri, dan dimakan mentah2 oleh semuanya
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Insiden pembakaran bendera HTI menambah kisruh suasana dan menambah cap baru dijidat Presiden dan para pendukung Presiden: "Anti Kalimat Tauhid", dan jadi dasar digelarnya aksi Bela Kalimat Tauhid Oposisi, ditunggangi FPI eks HTI dkk memainkan perannya dgn manis
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Tapi Allah Maha Baik, Allah menolong Indonesia dgn cara lain: "Si Imam Jumbo ditangkap polisi Mekkah gara2 nempel bendera Tauhid" Andai saja Pilpres digelar sebelum kejadian ini, pastikan saja Jokowi kalah Tapi, ya itu, Allah Maha Baik, dan selalu menolong hamba2Nya yg baik
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Setelah penangkapan Imam Jumbo di Arab, keadaan sosmed + WAG + Media Cetak Elektronik + Real Life yg panas membara mendadak adem, inilah titik balik Asli, RI hampir chaos saat itu Kalimat Tauhid sbg bahan bakar kerusuhan tetap dicetak, tapi tdk dibendera: ditopi, dikaos, dst
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Strategi Oposisi "Menebar keresahan dan Kekacauan" gagal total, tdk ada lagi amunisi tersisa Allah Sayang Indonesia, Allah Maha Baik, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, tambah lagi: Insiden Hulai + Watu Ulo + Joget Natalan Semua nyaris selesai
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Masih nyaris, blm selesai, krn sisa2 kebencian masa lalu skrg berkeliaran di Whatsapp Group Medan pertempuran skrg pindah ke WAG, bkn di fb twitter ato Instagram, krn Radikalis sadar, semua akun mereka diblokir di 3 platform itu, dan terlalu banyak orang cerdas nan pintar disitu
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Sebuah postingan kontroversial, akan langsung viral jika dibuat di FB Twitter Instagram, krn sifatnya terbuka, pasti dikeroyok, dan mereka sadar posisinya skrg lemah Di WAG berbeda, sifatnya tertutup, anggotanya dikit, pas utk cuci otak
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Pada kebayang ndak sih kl tiba2 disaat2 terakhir si Imam Jumbo balik ke Indonesia dan langsung ikut kampanye? Jokowi pasti kalah loh, mau dikasi data prestasi kemajuan pembangunan model apa juga, mereka tutup mata Balasannya cuma: Cebong Kafir Munafik Laknat Iq200Sekolah Takbir
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Oposisi memanfaatkan golongan intoleran radikal, dan golongan intoleran radikal menunggangi oposisi Yang rugi siapa? Kita semua Makan tu frasa "Kami Pemilih Cerdas!" Percuma cerdas kl kalah, krn seharusnya cerdas itu menangan, dimanapun medan pertempuran, bgmnpun teknisnya
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Di WAG, sekali lagi, di WAG, cara terbaik melawan adl "Hajar agamanya Prabowo yg plinplan" Dijamin selesai, tdk pake lama, tdk pake debat Beragama itu bebas, tp mempermainkan agama adl hal lain Ini di WAG ya, kl di Fb Twitter Instagram ya beda lagi, yg ilmiah ndakik2 pun boleh
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Pilpres 2019 tdk se-simple Jokowi vs Prabowo, krn NKRI taruhannya Cukup Iraq dan Marawi jadi korban Bukan jamannya lagi kalimat "yang waras ngalah", krn lama2 dunia akan dikuasai orang2 gila Diam sudah bkn pilihan Bismillah, yakinlah bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang 😇
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Intoleransi dan Radikalisme itu nyata direal life, bukan disosmed twitter.com/SuburBur/statu…
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Ali Kalora dkk menculik Anang, seorang penambang emas, disiksa, dimutilasi, lalu kepalanya dipajang jembatan kampung, utk umpan. Saat polisi datang, Ali dkk memberondong polisi2 malang. tsb. Lihat tangannya. Biarkan Wowo menang, kelak bukan tdk mngkin kepala anda yg jadi umpan pic.twitter.com/tSSJN6y2VF
 Expand pic
I'm Just Budi @CumaSiBudi
Bukan cerita baru jika simpatisan ISIS menyiksa dan memajang kepala korbannya. Ingat Tragedi Mako Brimob & Imam Jumbo yang menyuruh berbaiat kepada Al-Baghdadi? Mereka di kubu Prabowo semua. Biarkan Wowo menang, maka siap2 kalimat "Indahnya Indonesia" akan jadi dongeng belaka.
Login and hide ads.