SETELAH ABU BAKAR BAASYIR DIBEBASKAN, BAGAIMANA SELANJUTNYA? | By @PartaiSocmed

Dalam kasus Abu Bakar Baasyir kita harus cerdas melihat bahwa Solo sekarang dijadikan pusat pergerakan kubu Prabowo dan Abu Bakar Baasyir markasnya di Ngruki. Solo sedang di obok2!
Ahok Jokowi pilkada dki publicpolicy abubakarbaasyir pilpres
3988 View 0 comments
1
#99 @PartaiSocmed
SETELAH ABU BAKAR BAASYIR DIBEBASKAN, BAGAIMANA SELANJUTNYA? pic.twitter.com/60qstpkufW
 Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Konstelasi politik Indonesia memang mengalami perubahan drastis sejak Pilkada DKI. Suka tidak suka harus diakui Pilkada DKI adalah momentum menguatkan posisi politik golongan konservatif. Meskipun dibalik itu ada proses panjang radikalisasi yg dibiarkan berpuluh tahun sebelumnya
#99 @PartaiSocmed
Dalam perubahan konstelasi politik ini Jokowi dihadapkan pada pilihan sulit. Memilih posisi berhadap2an dengan kekuatan konservatif atau menjalankan politik tarik ulur dengan memberi sebagian sambil mempertahankan sebisa mungkin tatanan yg sudah ada
#99 @PartaiSocmed
Mengapa Jokowi berada pada posisi sulit ini? Bkn sepenuhnya salah beliau juga. Sebab golongan moderat apalagi minoritas tak melakukan perlawanan berarti atas golongan konservatif ini. Jk golongan konservatif dikenal sangat militan maka kaum moderat justru lebih banyak cari aman
#99 @PartaiSocmed
Agak kurang fair juga jika kita mengharapkan Jokowi berjuang sendiri menghadapi kaum konservatif ini namun kita sendiri tak mau berjuang semilitan mereka. Alih2 militan malah sibuk cari amannya sendiri.
#99 @PartaiSocmed
Contohnya pada Pilkada DKI kami dapat cerita tentang seorang keturunan Tionghoa yg lebih memilih untuk mencoblos Anies-Sandi drpd Ahok-Djarot, semata karena menganggap dengan memenangkan Anies-Sandi golongan mereka bisa lebih aman dari ancaman persekusi
#99 @PartaiSocmed
Meskipun mengakui bahwa keputusan mengorbankan Ahok tersebut bertentangan dengan hati nurani namun kepentingan pragmatis mengalahkan idealisme. Tak aneh mengapa golongan konservatif bisa sedemikian kuat. Karena mereka memang menang militan.
#99 @PartaiSocmed
Pilkada DKI sudah lewat dan sekarang saatnya Pilpres, namun kondisi serupa terulang lagi. Apa pilihan yg tersisa bagi Jokowi? Mengulang kekalahan Ahok dengan percaya pada 'silent majority' yg pragmatis dan suka cari amannya sendiri itu atau menempuh cara lain?
#99 @PartaiSocmed
Tampaknya Jokowi sudah memutuskan menempuh cara yang berbeda. Terasa sekali sejak Pilkada DKI terjadi perubahan orientasi politik yg cukup drastis dari Jokowi. Mulai dari merekrut Ali Ngabalin hingga menyetujui Cawapres Ma'ruf Amin.
#99 @PartaiSocmed
Banyak pendukung Ahok yg protes, namun apa daya? Mereka sendiri tidak cukup militan memperjuangkan Ahok. Jangan salahkan Jokowi jika sekarang memilih menempuh cara yg berbeda.
#99 @PartaiSocmed
Yg jadi pertanyaan adalah apakah golongan konservatif ini akan berbalik mendukung Jokowi atas merubahan sikap politik beliau? Jawabannya tegas, TIDAK! Namun bukan itu poinnya. Banyak yg salah mengerti tentang ini.
#99 @PartaiSocmed
Jokowi sadar betul golongan konservatif ini tak akan berbalik mendukung beliau. Bahkan orang macam Abu Bakar Baasyir ini bukan saja tak akan dukung Jokowi, berterima kasih pada Jokowi pun tidak! pic.twitter.com/HJTRemQljg
 Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Yg dilakukan Jokowi adalah menutup lubang2 sekecil apapun yg berpotensi dijadikan alasan penggalangan 'sentimen massa'. Perlu dicatat golongan ini adalah golongan hidup dan besar dari memprovokasi massa atas sentimen agama.
#99 @PartaiSocmed
Mereka butuh isu untuk bisa bangkit sebagai kerumunan yg tersingggung. MEREKA SANGAT INGIN TERSINGGUNG! Isu inilah yang disediakan Ahok dan sebisa mungkin sedang dihindari oleh Jokowi.
#99 @PartaiSocmed
Dalam kasus Abu Bakar Baasyir kita harus cerdas melihat bahwa Solo sekarang dijadikan pusat pergerakan kubu Prabowo dan Abu Bakar Baasyir markasnya di Ngruki. Solo sedang di obok2!
#99 @PartaiSocmed
Dan selain Jakarta Solo adalah barometer politik di Indonesia. Kita ingat saat kerusuhan Mei 1998 dulu awal mula bakar2an terjadi pada pagi hari yang sama antara kota Jakarta dan Solo. Sesuatu yg tidak mungkin tanpa ada komando.
#99 @PartaiSocmed
Maka bayangkanlah apa yg akan terjadi di Solo dan Jakarta jika terjadi apa2 pada Abu Bakar Baasyir di penjara? Entah karena sebab alami atau karena rekayasa pihak2 yg sangat menginginkan chaos.
#99 @PartaiSocmed
Dan apa yg akan terjadi pada Indonesia jika itu terjadi?
#99 @PartaiSocmed
Kembali ke pokok permasalahan. Setelah Abu Bakar Baasyir dibebaskan, bagaimana selanjutnya? Pertanyaan ini ditujukan pada sebagian pendukung Jokowi dan mereka yg masih belum memutuskan pilihan.
#99 @PartaiSocmed
Apakah kita akan memilih kubu yg membebaskan Abu Bakar Baasyir atau memilih kubu yg didukung oleh Abu Bakar Baasyir? Apakah sikap kecewa kita atas pembebasan Abu Bakar Baasyir cukup membuat kita batal memilih Jokowi dan beralih dukung Prabowo atau golput? pic.twitter.com/LAnYw4khdb
 Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Mana pilihan yg lebih membuat pengikut2 Abu Bakar Baasyir ini makin leluasa menyebarkan ideologinya? 1. Jokowi 2. Prabowo 3. Golput Kami tak akan mengarahkan, silakan membuat keputusan yg paling bertanggung jawab demi bangsa dan negara Anda.
#99 @PartaiSocmed
Sekian kultwit kami. Semoga mencerahkan dan menambah wawasan kita semua. Terima kasih.
Login and hide ads.