0
Aku Mau Makaaan @KuIngatKamu

UI ‘12, got a scholarship from @Pak_JK | Ex-Pro HTI | Pro Ahok - Against Jokowi | Pro LGBTQ but 100% straight | Pro Niqab by choice | Suka love post kocheng

https://t.co/6KB164y1Se
Kalian Pendosa @AyukHijrah
Perubahan pandangan hidup gue, dari: - Pro HTI & FPI - Tukang Debatin Agama Orang Lain - Punya sahabat Gay, Atheis, dan Saksi Jehovah - Jokowi-Ahok die hard fans. - Hingga menjadi lebih objektif sampai saat ini. - A THREAD - (Semoga thread ini tidak menjadi masalah kedepan) pic.twitter.com/uoZY8ZdwFl
Expand pic
Kalian Pendosa @AyukHijrah
1. Gue berasal dari keluarga yang cukup religius. Bapak Ibu shalat ga pernah ketinggalan. Pas masih SMP (thn 2006an), gue dimasukin ke sekolah Yayasan Islam di wilayah Pasar Rebo. Semi pesantren gitu, ga nginep tapi. Pergi jam 7 pagi, pulang jam 5 sore. Sekolah Senin-Sabtu.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
2. Di sisi lain, di lingkungan RT, hampir 98% wilyah RT gue dihuni Muslim. Cuma ada 1 tetangga yang non. Gue (dan kebanyakan anak anak lain), juga ga deket sama tetangga ini, karena doi cukup tertutup dan depan rumahnya ada anjing sih. Takut digigit aing pas kecil :(
Kalian Pendosa @AyukHijrah
3. Bisa dibilang, gue tumbuh di kalangan masyarakat yang sangat konservatif. Saat masih SMP, gue di doktrin oleh temen bahwa agama selain Islam, adalah agama yang jahat. Mereka selalu ingin agar kita pindah agama ke mereka (bukan guru ngaji dan guru agama gue yg ajarin ini) *note
Kalian Pendosa @AyukHijrah
4. Ini foto gue saat SMP. Jaman jaman gue terobsesi jadi Mujahid. Selalu ngelilitin syal ke muka, biar kaya mau perang gitu. Gue mulai membaca buku Ahmad Deedat. Mempelajari Perjanjian Lama dan Baru (tentu mencari perbedaannya dan "kesesatannya" dibanding kitab agama gue). pic.twitter.com/6j2q70THJY
Expand pic
Kalian Pendosa @AyukHijrah
5. Yang bikin gue malu mengakui hal ini adalah (maaf teman2ku yang Tionghoa), gue selalu menganggap orang Tionghoa hanya tinggal disini untuk meraup keuntungan untuk miliknya pribadi, hingga menjadi misionaris untuk meng-Kristenisasi umat Islam. Gue pun jadi benci sama agama lain
Kalian Pendosa @AyukHijrah
6. Gue makin beringas. Gue marah liat agama gue dihina di Forum IndoFaithFreedom. Gue belajar lebih giat untuk melawan argumen mereka. Hal itu akhirnya mengubah pandangan gue, bahwa semua Umat Nasrani sama jahatnya seperti orang2 di Forum itu.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
7. Makin dekat pula lah gue dengan grup Islam di FB. Gue berkenalan dengan orang FPI dan HTI di medsos. Gue banyak dipuji, karena sering beradu argumen dengan non-Muslim, di umur yang masih muda. Gue kian terperanjat akan pujian. Gue pun bikin grup Debat Agama.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
8. Naif. Perbuatan gue di medsos ketahuan sama keluarga saat itu. Gue ditendang kakak gue, digesper sama bapak. Keluarga gue banyak berteman dengan non-Muslim di lingkungan kerja/kuliah. Mereka bingung, kenapa gue jadi bisa gini. Gue pun mnyendiri sambil mengumpat tindakan mereka
Kalian Pendosa @AyukHijrah
9. Gue marah dan mengadu ke sosmed. Banyak yang support. Bahkan ada yang bilang, keluarga gue udah hampir murtad karena melakukan hal itu ke gue. Mereka bilang, berdakwah memang pahit. Harus berani tanggung resiko. Makin mesra pula hubungan religi gue dengan HTI.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
10. Masuk SMA. Gue tinggal di dekat markas HTI wilayah Gowa, Sul-Sel. Lagi-lagi, temen gue juga kebanyakan pro-HTI. Gue pernah dapat 5 pas PPKN. Gue mendebat guru gue, bahwa cuma Khilafah sistem pemerintahan yang pas untuk Indonesia. Ini foto gue dan teman saat SMA kala itu. pic.twitter.com/iGgpg03bL7
Expand pic
Kalian Pendosa @AyukHijrah
11. Gue ikut Remaja Masjid. Gue mengundang Ustadz yang punya paham sama dengan gue sbg pembicara. Gue menjadi Kabid bidang Keagamaan di sekolah. Gue memegang peranan penuh untuk mengadakan kegiatan agama di sana. Sisi akademis gue juga bagus. Gue IPA 1, gue ranking terus.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
12. Gue ga pernah ada masalah sama guru, kecuali guru PKN tadi. Nilai gue rata 8,5. Gue sering menang lomba wakilin sekolah. Sampai akhirnya, gue diterima di UI. Lulusan pertama dari sekolah gue yg keterima. Bisa dibilang, kampus ini banyak mengubah pribadi & pandangan hidup gue.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
13. Gue banyak berteman dengan non-Muslim (dan Tionghoa). Mereka semua baik dan care sama gue, jauh dari apa yang gue tahu dari temen saat itu. Gue sakit, dijenguk. Gue ada masalah, dibantu. Mereka selalu semangatin gue saat ada dalam kondisi down. Persepsi gue mulai berubah. pic.twitter.com/stufqhaFXe
Expand pic
Kalian Pendosa @AyukHijrah
14. Gue pertama kali berteman dengan orang Hindu saat kuliah, namanya @rexydarma . Orangnya baik dan ramah sama gue. Tau deh, doi masih inget gue ga. Pandangan hidup gue pun menjadi semakin terbuka. Hampir 30% temen gue adalah non. Gue kian nasionalis. Gue semakin cinta perbedaan
Kalian Pendosa @AyukHijrah
15. Gue berteman juga dengan agama lain. Saksi Jehovah, Buddha, Atheist, u name it. Bahkan, sahabat deket gue adalah seorang Gay. Hal yang ga pernah gue bayangin mungkin saat gue masih SMP dan menganggap gay itu halal darahnya untuk dib*nuh. Sahabat gue kocak dan sensitifan.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
16. Dulu Reza yang mau Khilafah berdiri, mulai jadi Pancasilais sejati. Gue mulai sering ikut forum kebangsaan. Dan tahun 2014, gue mulai concern ke Politik. Gue (saat itu), jadi fans Jokowi garis keras. Gue menilai dia pribadi yg jujur dan bersih. Temen banyak yang ga terima. pic.twitter.com/IAZi1E6J9T
Expand pic
Kalian Pendosa @AyukHijrah
17. Gue disuruh tahajud, biar lebih yakin apa akan pilih Jokowi? Ada yang kafirin gue, tapi gue saat itu ga peduli. Mungkin itu juga perasaan non-Muslim yang gue kata-katain dan kafirin pas masih SMP lalu. Well, gue dapat karmanya. Gue dapat pelajaran hidup. Sampai suatu saat..
Kalian Pendosa @AyukHijrah
18. Seorang Dosen DM gue, "apa yang kita lihat di TV, ga selamanya benar". Gue ikut kajian penggusuran, kajian pelanggaran HAM. Ternyata jagoan yang selama ini gue banggakan, ga sesakti itu juga. Banyak yang media tidak tampilkan, mengingat pemegang TV juta banyak politisi.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
19. Sejujurnya, makin kesini trust gue ke Jokowi juga berkurang. Tapi tidak membuat gue juga yakin untuk pilih Prabowo. Kasus Novel, HAM di Papua, Impor SDA, dan lain lain jadi alasannya. No debate ya, ga mau ribut dulu. Intinya, gue lagi ga percaya sama 2 orang ini.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
20. Dulu yang radikal, jadi liberal, sekarang malah netral. Temen gue pun saat ini makin banyak. Dari yang jenggotnya panjang sampai yang ga percaya Tuhan. Dari HTI sampai Pro-Aidit. Gue merasa jadi lebih dewasa dalam berpolitik skarang. Ga ngekor politisi, ga jadi asap dalam api
Kalian Pendosa @AyukHijrah
21. Poinnya apa sih? Ya, time flies, people change. Siapa tahu orang yang lu hina cebong, akan jadi pemuka agama panutan deket rumah lu nanti? Siapa tahu orang yang lu hina kampret, akan jadi pimpinan terbaik lu nanti. Ga ada yang tau.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
22. Gua yang dulu pro Felix Siauw aja, sempet pro ke Abu Janda juga. Yah, semua orang berkembang sesuai dengan lingkungannya. Bahasan Cebong dan Kampret bukan hanya soal bagaimana politik identitas bekerja. Dunia bukan sekedar hitam putih.
Kalian Pendosa @AyukHijrah
23. Terinspirasi buat thread ini dari kisah cinta @TretanMuslim dan kekasihnya. Mungkin nanti Muslim juga bisa mengikuti jejak saya kedepan, kita menangkan @nurhadi_aldo kedepan . Setuju, mas bro? 😁 Udah ah. Ngetik apa sih gua. Semoga pada paham. Wassalam 🙏
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.