2
IG: r.galileo @glrhn
Gw mau cerita soal pengalaman gw tentang gereja setan. Ga. Bukan cerita halu kok. ------------------------- A THREAD -------------------------
IG: r.galileo @glrhn
First of all, jangan reply ya. Quote tweet aja. Like dan retweet jangan dilupakan.
IG: r.galileo @glrhn
Kejadiannya waktu gw kuliah dulu. Tahun 2005 atau 2006. Gw lupa pastinya. Namanya anak kuliah ya, masih masa pencarian jati diri. Masih getol-getolnya mencari tau "kebenaran." Ada yang kurang pas dikit, pasti langsung nyari tau. Singkatnya: penuh rasa penasaran.
IG: r.galileo @glrhn
"Tuhan. Apa itu Tuhan?" begitulah dulu mindset gw. Gw menjadikan diri gw sangat skeptis. Termasuk tentang keberadaan Pribadi Maha Agung yang harus selalu disembah. Gw mikir "Elah. Dia kan udah Maha Agung, ngapain sih harus disembah segala?"
IG: r.galileo @glrhn
Pemikiran model begini nih yang bikin jalan gw jadi serong kanan kiri. Nyari jawaban di agama sebelah, tetap tak puas. Nyari opini dari agama depan, tetap tak puas. Nyari solusi di agama belakang, tetap tak puas.
IG: r.galileo @glrhn
Sampai pada akhirnya gw bertemu dengan beberapa teman. Gw masuk ke dalam kelompok belajar, awalnya. Orang-orang yang sangat mendukung kepribadian gw. Orang-orang yang tak memandang hina pada pemikiran gw. Mereka malah ikut mendiskusikan pemikiran gw itu.
IG: r.galileo @glrhn
Apa yang didiskusikan? Ya tentu kegundahan hati ini. Nelangsa banget ketika lo berusaha mencari tahu tentang sesuatu tapi yang lo temui adalah jalan buntu. Rasanya kayak pengen nyopot kepala sendiri biar perasaan itu hilang.
IG: r.galileo @glrhn
Teman-teman baru gw itu sangat memahami kegundahan gw. Mereka mulai memberikan berbagai macam buku untuk gw baca. Menarik sekali memang isi bukunya. Bedah isi kitab suci. Ga main-main memang. Bahasa kerennya "kritik teks." Sangat senanglah gw saat itu.
IG: r.galileo @glrhn
Pengalaman yang sangat wah. Baru merantau, dan sangat jarang mendapat sumber ilmu yang boleh dibilang sangat komprehensif. Perlahan, kegundahan gw mulai terjawab. Oh begini. Oh begitu. Gw nanya dong ke mereka "Kalian dapat buku-buku gini, dari mana sih?"
IG: r.galileo @glrhn
Mereka cuma tersenyum. Lha. Gw itu nanya, butuh jawaban, mereka cuma senyum. Gw tanya lagi "Beneran ini wey. Gw penasaran kalian dapat dari mana buku-buku kayak gini. Gw pengen juga punya akses ke buku-buku kayak gini." Mereka tetap cuma tersenyum.
IG: r.galileo @glrhn
Akhirnya gw nyerah. Gw bilang "Brengsek kalian. Kalian maksudnya apa sih? Gw juga kan pengen tau sumber buku-buku kalian." Lagi-lagi mereka tersenyum. Gw sudah tak ada semangat lagi untuk bertanya. I rest my case.
IG: r.galileo @glrhn
Di saat gw udah nyerah, salah satu dari mereka nanya "Beneran lo pengen tau?" Gw mengiyakan dengan tegas. Dia bertanya lagi "Kami akan kasih tau, tapi ada syaratnya. Lo siap untuk memenuhi syaratnya?"
IG: r.galileo @glrhn
Bodohnya gw adalah gw langsung menyanggupi persyaratan itu walaupun gw sama sekali tak tau persyaratan macam apa yang akan diajukan. Pelajaran nih buat kalian. Pelajari syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum menyetujui apapun. Jangan sampai menyesal kayak gw.
IG: r.galileo @glrhn
"Baiklah kalau begitu. Syaratnya ada dua: 1. Setiap bulan, lo harus siap untuk minum darah. 2. Setiap bulan, lo harus siap untuk memakan tubuh anak manusia." ANJERRR. Gw sadar kalau gw ga mungkin mundur. Kalau gw mundur, well, kemungkinam besar gw ga akan bisa ngetwit gini.
IG: r.galileo @glrhn
Ngebayangin bau anyir darah. Hadeeuuh. "Karena lo sudah menyanggupi, hari Minggu ini lo ikut kita. Kita akan pertemukan lo dengan sumber buku kita. Ingat, ada risiko besar kalau lo ga datang."
IG: r.galileo @glrhn
Gw pulang ke kos. Gw meratapi keputusan bodoh gw itu. Begadanglah. Ga ada cerita bisa tidur nyenyak. Bayangan bahwa gw harus mengkonsumsi dua hal itu beneran bikin pikiran ga tenang. Just imagine.
IG: r.galileo @glrhn
Hari Minggu pun tiba. Dengan langkah lunglai, gw pun bertemu dengan "teman-teman" baru gw itu. "Lo siap?" tanya salah satu dari mereka. Gw mengangguk lemah. Kemudian mereka mengajak gw berjalan ke sebuah gedung. Rame banget.
IG: r.galileo @glrhn
Mereka menyuruh gw masuk dan duduk paling depan. "Siap untuk meminum darah?" Gw diam tak bergeming. Gw sudah pasrah. Salah satu dari pemimpin di situ mengambil cawan lalu berjalan ke arah gw.
IG: r.galileo @glrhn
Lutut udah lemas. Nafas sudah sepenggal. Niat untuk hidup udah di ujung tanduk. Si pemimpin itu lalu berujar "Inilah darahKu, yang ditumpahkan bagimu." Lalu "Inilah tubuhKu." LOH. INI KAN PERJAMUAN KUDUS.
IG: r.galileo @glrhn
Teman-teman gw melihat gw lu berteriak "MAKANYA ELU KE GEREJA, SETAN. BIAR LO TAU BAHWA DI GEREJA ADA PERKUMPULAN ANAK MUDA UNTUK MEMBAHAS ALKITAB!!! INGATLAH AMSAL 1 AYAT 7!!!" ----------------- END OF THREAD -----------------
Sagittarian ♐ @ndlaa__
@glrhn Sudah serius banget lo aku bacanya.. 😊😊😊
Load Remaining (7)
Login and hide ads.