Add to Favorite
0
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Mulai banyak yang mengingatkan pemerintah soal utang negara. Sebenarnya utang pemerintah karena rezim yang berhutang. Tapi beban ya berlanjut, siapapun yang berkuasa harus komit bayar hutang. Belakangan kajian Bank Dunia mengingatkan soal Infrastruktur . #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Capres @prabowo paling sering mengingatkan dalam buku yang beliau tulis #ParadoksIndonesia (nanti saya tulis khusus). Bahkan beliau menyebut hutang sudah mencapai 9000 Trilyun Rupiah mengutip data Moody’s dari Bloomberg. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Saya sendiri layak menilai perkembangan hutang tak terkendali akibat sejak awal pemerintah tidak merencanakan hutang dengan baik. Sekarang infrastruktur misalnya yg entah dari mana rencana, akhirnya akan mengorbankan BUMN kita. Lihat saja nanti. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Infrastruktur yg dibangun secara ugal-ugalan akan jadi bencana besar bagi perekonomian...penugasan kepada BUMN itu yg paling akan melahirkan skandal di masa depan. BUMN baru semacam Inalum saja sudah penuh skandal. Apalagi yg lama. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Akibat proses politik yang tidak lancar, sebetulnya presiden @jokowi dan @DPR_RI punya masalah dalam pengawasan BUMN. Sejak menteri BUMN dilarang rapat oleh DPR akibat keputusan pansus angket #SkandalPelindo2 , kementerian BUMN berpotensi menyimpan masalah. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Ini membuat pemerintah dan @DPR_RI sebagai pemilik BUMN tidak mendapatkan informasi yang benar tentang keadaan BUMN kita sebenarnya; berapa hutangnya, berapa untungnya dan ada potensi masalah apa? Ini yang dijelaskan dalam konsep Prinsipal Agent Problem. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
“Principal Agent Problem” terjadi ketika sebuah entitas atau pemilik (principal) mendelegasikan tugas manajerial kpd entitas/instansi lain (agent), tapi pemilik tidak memiliki informasi yang utuh tentang bagaimana sang agen menjalankan tugasnya secara teknis dan mendetail.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Adanya ketimpangan informasi ini menyebabkan potensi moral hazard oleh pihak yang memiliki informasi lebih kepada pihak pemilik yang minim informasi. Ini natural saja. Karena pemilik biasanya tidak peduli dengan soal detil. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Kecenderungannya, untuk kepentingan kinerjanya sang agen hanya memberi informasi yang baik-baik saja kepada principal, informasi yang tidak menyenangkan disimpan dalam-dalam. BUMN belakangan sering sekali nampak berdandan di depan pemiliknya. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Selanjutnya terjadi penyimpangan kepentingan oleh agen, sehingga hasil akhir dari kebijakan-kebijakan agen tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemilik (principal). Ini adalah akumulasi yg tidak nampak di awal tapi akan meledak di ujung. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Ini adalah teori umum dalam dunia manajemen, dalam praktek kejadian seperti ini sudah umum juga baik dalam dunia bisnis maupun politik (pemerintahan). Bahkan skandal-skandal besar dalam dunia politik dan bisnis dimulai dari problem ini. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Dasar teori ini saya pernah pakai untuk mengungkap skandal bail out bank century yang merugikan negara triliunan rupiah dan detail skandal “perampokkan” uang negara ini saya rangkum dalam sebuah buku “kemana Ujung Century?”. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Ketika tugas di komisi 6 yang membawahi dan mengawasi kementerian BUMN, teori ini juga saya gunakan untuk mengawasi perilaku BUMN. Dan saya rekam perjalanan pengawasan BUMN itu dalam sebuah buku berjudul “Negara, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat”. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Sekarang mari kita pakai teori ini untuk mengungkap utang negara rezim Ini. Utang negara itu dibagi dua, utang publik (pemerintah dan BI) dan utang swasta. Jadi yang banyak kita bicarakan ini adalah utang publik krn menyangkut urusan publik dan terkait dgn APBN scr langsung.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Jadi ketika negara ini punya utang, yang punya utang secara riil adalah rakyat bukan pemerintah, pemerintah tugasnya sebatas manajerial. Dampak akhirnya rakyat yang mengalami, apakah utang itu bikin sejahtera atau sebaliknya. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Jadi ketika pemerintah bilang utang kita masih aman, itu perspektif manajerial. Bahwa kita gak mungkin gagal bayar. Itu kepentingan agen dgn kreditur. Bagi rakyat sebagai pemilik adalah kesejahteraan. Apakah penumpukkan utang ini bikin sejahtera atau tidak? #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Untuk melihat dampak utang bagi kesejahteraan kita lihat saja postur APBN kita. Untuk APBN 2019 ini, dari total belanja 2.439 T, alokasi bayar bunga utang saja sebesar 275,9 T jika ditambah cicilan utang 92 T Bunga+cicilan yg hrs dibayar sebesar 367,9 T. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
data tersebut dapat kita Lihat dalam gambar grafik di bawah ini. Meneruskan keterangan dibatas, Artinya 15% dr belanja ABPN habis utk bayar bunga+cicilan utang. Sumber: koran-jakarta.com/utang-indonesi… pic.twitter.com/RNeUtRiHPI
 Expand pic
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Jelas angka tersebut adalah beban bagi APBN. Dan beban ini membuat alokasi anggaran untuk kesejahteraan semakin menyempit dari tahun ke tahun. BPJS kesehatan yang defisit 10 T saja tidak bisa ditolong oleh APBN. APBN kita jelas tersandera Utang. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Bahkan Menkeu sendiri tiap tahun selalu mengakui kalo APBN kita gali lobang tutup lobang. Ditandai Keseimbangan primer yang masih defisit 20,1 T tahu 2019. Artinya pemerintah akan menerbitkan utang baru sebesar 20,1 T khusus untuk bayar bunga utang. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Selayaknya kita berumah tangga, jika kita utang hanya untuk membayar bunga utang yang terus membengkak apakah keuangan rumah tangga itu bisa dikatakan sehat dan aman? Ini namanya terlilit utang atau terlilit rentenir. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Bagaimana pula utang dikatakan produktif kalo penambahan utang 20,1 T hanya untuk bayar bunga utang saja. Ini kan logika dan pertanyaan sederhana saja. Di sebut produktif harisnya ketika pokoknya mulai dibayar dari hasil kelola utang yg produktif. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Kalo pemerintah tidak merasa kuatir dengan utang kita, itu karena perspektif yang dipakai adalah manajerial, walaupun utang sebesar apa yang penting tidak gagal bayar. Kepercayaan kreditur dan pasar terjaga. Walaupun harus mengorbankan kesejahteraan rakyat. #WaspadaHutang
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Bagi pemberi hutang, yang penting kita membayar, mau ngutang lagi mereka gak peduli. Mau jual semua harta sampai bangkrut mereka gak peduli. Mau gadai semua harta warisan dia gak peduli. Nah, mengurus negara pemerintah harus bertanggungjawab. #WaspadaHutang
Load Remaining (3)
Login and hide ads.