0

Koran Sulindo – Pada tahun 2018 lalu, Gojek telah menjalankan roda bisnisnya di aspal jalan Ho Chi Minh City dan Hanoi, Vietnam. Nama aplikasinya Go-Viet. Deru mesin kendaraan Gojek juga beramaikan jalan-jalan negara pulau Singapura dan Thailand (dengan nama Get).

Namun, ekspansi bisnis Gojek ke Filipina masih belum berhasil. Badan Pengatur Perhubungan Darat Filipina (Land Transportation Franchising and Regulatory Board, LTFRB) tak membolehkan Gojek beroperasi di Filipina. Padahal, untuk ekspansi ke Vietnam, Singapura, Thailand, dan Filipina, Gojek telah menyiapkan dana kurang-lebih US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun.

Masalahnya, menurut Ketua LTFRB Martin Delgra, Gojek tidak memenuhi persyaratan kepemilikan modal asing untuk beroperasi di sana. Ada aturan di Filipina, kepemilikan saham asing untuk bisnis tertentu, termasuk transportasi, maksimal 40%.

Dijelaskan Delgra, sebagaimana diberitakan Reuters pada 9 Januari 2019 lalu, Velox Technology Philipines Inc. tidak dapat beroperasi karena seluruh sahamnya dimiliki Gojek. “Jika mereka ingin banding, itu adalah pilihan mereka. Tapi, Gojek tidak memenuhi persyaratan kami,” tutur Delgra.

Baca Selengkapnya : http://koransulindo.com/belum-dapat-mengaspal-di-filipina-gojek-tak-menyerah/

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.