0
Fathur Rizky @fathur_rizk
Industrialisasi dihalang2i, kapan negara kita bisa maju jadi negara industri? kompasiana.com/srimunaff/5c38… pic.twitter.com/n8xlwttKRm
 Expand pic
Fathur Rizky @fathur_rizk
Dalam dunia yang penuh dengan kepentingan seperti sekarang, tidak ada peristiwa yang terjadi secara kebetulan.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Oleh karena itu, dalam melihat sebuah fenomena, hendaknya kita menggunakan sebuah sudut pandang yang luas.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Sehingga informasi yang kita peroleh lebih lengkap.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Termasuk juga kita membaca langkah-langkah dari para pelaku peristiwa.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Seperti misalnya baru-baru ini, ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, melontarkan tudingan bahwa pemerintah salah kelola dalam urusan gula.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Beberapa indikator yang ia gunakan adalah sepanjang tahun 2017-2018, Indonesia mengimpor gula hingga 4,45 juta ton.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Volume impor gula ini tertinggi dibanding Cina (4,2 juta ton), Amerika Serikat (3,11 juta ton), Uni Emirat Arab (2,94 juta ton), Bangladesh (2,67 juta ton), dan Aljazair (2,27 juta ton).
Fathur Rizky @fathur_rizk
Volume gula yang diimpor Indonesia itu juga melampaui negara seperti Malaysia (2,02 juta), Nigeria (1,87 juta ton), Korea Selatan (1,73 juta ton), dan Arab Saudi (1,4 juta ton).
Fathur Rizky @fathur_rizk
Selain itu, ekonom yang pernah gagal di Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu itu mengatakan bahwa harga gula di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan dengan negara lain.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Sebagai contoh, per Januari 2017, harga gula per kilogram di Indonesia US$ 1,1, sementara harga gula di dunia US$ 0,45.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Begitu juga per Juni 2017, harga gula sebesar US$ 1 per kilogram, atau lebih tinggi ketimbang harga di dunia US$ 0,31.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Pada November 2018, harga gula di Indonesia sebesar US$ 0,85 atau melampaui harga gula dunia US$ 0,28.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Dengan kurs Rp 14.041 per dolar AS, harga gula di Indonesia saat itu mencapai Rp 11.936 atau tiga kali lipat dari harga gula dunia Rp 3.932 per kilogram.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Tanpa ada keberimbangan informasi, bisa saja kita menganggap yang disampaikan Faisal Basri itu adalah kritik.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Seperti halnya obat, kritik memang pahit, tapi ia bisa menyembuhkan penyakit.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Tapi bila ditelaah lebih lanjut, dan seiring dengan bertambah banyaknya informasi, makin terbukalah cakrawala pemikiran kita.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Pemerintah menjelaskan bahwa gula yang diimpor itu merupakan gula rafinasi.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Komoditas ini adalah bahan baku industri, dan tidak bisa dihasilkan oleh petani atau pabrik gula dalam negeri.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Dengan kata lain, kenaikan impor gula rafinasi adalah indikasi bahwa industri makanan dan minuman dalam negeri sedang menggeliat semakin besar.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Menurut hitungan Kementerian Perdagangan, industri gula dalam negeri tidak bisa menghasilkan gula rafinasi yang dibutuhkan pelaku industri.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Gula produksi dalam negeri diperkirakan memiliki kadar kekeruhan yang tinggi sehingga tidak memenuhi standar ICUMSA( International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis) yang dibutuhkan pelaku industri makanan dan minuman.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Dari segi kuanitas, diperkirakan kebutuhan gula untuk Industri mencapai 2,8 juta ton per tahun.
Fathur Rizky @fathur_rizk
Bahkan di 2018 lalu mencapai 3,6 juta ton.
Load Remaining (9)
Login and hide ads.