"EMAS PAPUA" sebagai "Kutukan" bagi Indonesia by @teguhtimur

"EMAS PAPUA" sebagai "Kutukan" bagi Indonesia by @teguhtimur
268 View 0 comments
Add to Favorite
0
Teguh Santosa @teguhtimur
Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh ekbis.rmol.co/read/2019/01/1…
Teguh Santosa @teguhtimur
Teman saya, sejarawan asal Australia Greg Poulgrain mengibaratkan emas di Papua yang dikuasai Freeport sebagai “kutukan” bagi Indonesia. Kekayaan alam yang melimpah itu ikut mewarnai dinamika politik di tanah air, juga pertarungan kepentingan di arena internasional. pic.twitter.com/nkZWWRcfJx
 Expand pic
Teguh Santosa @teguhtimur
Dalam buku “The Incubus of Intervention” yang diterbitkan tahun 2015, Poulgrain menggambarkan pertentangan yang terjadi di dalam tubuh pemerintahan Amerika Serikat di paruh pertama era 1960an.
Teguh Santosa @teguhtimur
Keinginan Presiden John F. Kennedy menjadikan Presiden Sukarno sebagai sahabat di Asia Tenggara, katanya, mendapat perlawanan dari kelompok hawkish garis keras yang dimotori Direktur Central Intelligent Agency (CIA) Allen Dulles.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dulles yang merupakan adik kandung Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Foster Dulles disebutkan lebih dahulu mengetahui informasi mengenai deposit emas di pegunungan Papua dalam skala yang gigantic.
Teguh Santosa @teguhtimur
Informasi itu diperoleh Dulles saat msh bekerja sbg pengacara dlm sebuah kasus melawan Royal Dutch Petroleum Company yg ingin membangun industri minyak di Hindia Belanda. Untuk waktu yang cukup lama ia menyimpan informasi itu dan tidak memberitahukannya kepada Kennedy.
Teguh Santosa @teguhtimur
Walau Kennedy dan Dulles sama-sama ingin membantu Indonesia mendapatkan Papua yang ketika itu sedang disengketakan dengan Belanda, tetapi sebenarnya mereka punya strategi umum yang berbeda.
Teguh Santosa @teguhtimur
Dulles ingin menjatuhkan Sukarno. Dia punya alasan yang menurutnya sangat kuat. Pertama, Sukarno terlalu dekat dengan Blok Timur.
Teguh Santosa @teguhtimur
Kedua, Sukarno yang nasionalis bukan sosok yang mudah untuk ditaklukkan. Selain itu, Dulles menilai Indonesia tempat yang ideal untuk dijadikan pangkalan operasi melawan komunisme internasional yang menyebar di Asia Tenggara.
Teguh Santosa @teguhtimur
Sebelum dlanjutkan, saya posting dulu foto bersama Greg Poulgrain saat berkunjung ke Museum AH Nasution di Menteng. pic.twitter.com/qt7JIEoA9k
 Expand pic
Teguh Santosa @teguhtimur
Sementara Kennedy menghormati posisi Bung Karno yang memilih tidak berpihak pada salah satu blok yang sedang bertarung di era Perang Dingin.
Teguh Santosa @teguhtimur
Bantuan ekonomi kepada Indonesia, menurut Kennedy, adalah cara paling elegan untuk mendapatkan simpati Sukarno. Sehingga walaupun Indonesia tidak menjadi satelit Amerika Serikat, tetapi Sukarno akan cukup bersahabat untuk diajak bicara apabila dukungan dibutuhkan suatu waktu.
Teguh Santosa @teguhtimur
Pemegang Saham Mayoritas Freeport Indonesia Mau Untung, Kok Jadi Buntung teguhtimur.com/2019/01/10/pem… pic.twitter.com/tGz4eDXwtX
 Expand pic
Teguh Santosa @teguhtimur
Ini Petunjuk Walau Kuasai Saham Mayoritas, Indonesia Tak Sungguh Berkuasa Di Freeport Indonesia teguhtimur.com/2019/01/11/ini… pic.twitter.com/JEr6ypA90F
 Expand pic
Teguh Santosa @teguhtimur
Setelah uploading dua berita barusan, kita lanjutkan lagi twit yang tadi --> Sedemikian dekatnya hubungan Sukarno dan Kennedy, sampai-sampai saat Sukarno berkunjung ke Gedung Putih di tahun 1961 Kennedy mengajak Sukarno berbicara di kamar tidur Kennedy dan istrinya.
Teguh Santosa @teguhtimur
Sukarno juga mengundang Kennedy ke Indonesia. Menurut rencana, kunjungan Kennedy ke Indonesia akan dilakukan pada tahun 1964.
Teguh Santosa @teguhtimur
Tetapi rencana ini tidak terlaksana. Pada November 1963 Kennedy terbunuh ketika sedang berkunjung ke Texas.
Teguh Santosa @teguhtimur
Kematian Kennedy membuat jalan Dulles menguasai Indonesia dan membukakan pintu bagi perusahaan Amerika Serikat untuk menguasai emas di Papua terbuka lebar.
Teguh Santosa @teguhtimur
Presiden Lyndon B. Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil kebijakan yang berbeda terhadap Sukarno dan Indonesia.
Teguh Santosa @teguhtimur
Ia cenderung menerima jalan pikiran Dulles. Johnson menggelontorkan bantuan kepada kelompok militer, namun di saat yang sama mengurangi bantuan ekonomi. Hubungan Sukarno dan AS pun merenggang.
Teguh Santosa @teguhtimur
Setelah peristiwa penculikan dan pembunuhan enam jenderal dan seorang perwira muda TNI Angkatan Darat dini hari 1 Oktober 1965, posisi Sukarno semakin lemah, sampai akhirnya benar-benar meninggalkan panggung politik Indonesia di tahun 1968.
Teguh Santosa @teguhtimur
Sri Mulyani Ngaku Rapat Puluhan Kali, Rizal Ramli: Kok Hasilnya Payah Kayak Gini? teguhtimur.com/2019/01/12/sri… pic.twitter.com/CLecENbXKt
 Expand pic
Teguh Santosa @teguhtimur
Gaes, kita lanjutkan lagi ya --> Di awal 1966, Freeport mulai melirik Indonesia. Atas bantuan seorang petinggi perusahaan minyak Texaco di Texas, Julius Tahija, Freeport mendapat akses untuk merapat ke pusat kekuasaan di Indonesia ketika itu, Soeharto.
Teguh Santosa @teguhtimur
Julius Tahija adalah teman satu angkatan Soeharto di Koninklijke Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda.
Teguh Santosa @teguhtimur
Pada 12 Maret 1967 Soeharto dilantik menjadi Pejabat Presiden. Tak lama setelah itu, Freeport Sulphur yang sekarang dikenal sebagai Freeport-McMoRan diberi izin untuk melakukan penambangan di Irian Barat, kini Papua.
Load Remaining (12)
Login and hide ads.