Add to Favorite
0
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Ijinkan saya sebelum tidur melanjutkan komentar saya soal masalah “belanja APBN di masa kampanye” yg bisa berakibat pada Ketidaknetralan pemerintah sebagai penanggungjawab pelaksanaan pemilu yang sekaligus petahan. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Sudah lazim dalam dunia politik, kebijakan fiskal (APBN) menjelang pemilu akan menunjukkan pola yang cenderung berbeda dari tahun sebelumnya. Alokasi dana dalam bentuk Cash Transfer/Block Grant akan membengkak jumlahnya di tahun politik. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Oleh pemerintah alasan membengkaknya dana segar ini bisa dibuat macam-macam, tetapi tidak akan bisa membantah hubungan dana segar tersebut dengan kepentingan petahana menghadapi pemilu. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Studi dibeberapa negara demokrasi mengenai isu ini sudah banyak. Bahwa intervensi fiskal melalui (Conditional) Cash Transfer (CTC) dapat mempengaruhi perilaku pemilih dikalangan penerima bantuan. Ini dapat dimengerti dengan mudah. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Tetapi yang jelas, intevensi fiskal ini menjadi potensi modal kampanye bagi petahana untuk terpilih kembali. Dan ini tidak dimiliki oleh kubu oposisi. Kubu oposisi tidak mengontrol Anggaran karena itu di tangan presiden. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Dalam konsteks Indonesia ada penelitian bagus yang dilakukan oleh Semeru Research Institute, (Assesing the Political Impacts of Conditional Cash Transfer: Evidence from a Randomized Policy Experiment, 2014). #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Temuan menyebutkan bahwa program CCT mampu meningkatkan suara anggota legistaltif dari partai yang mendukung presiden (incumbent), meningkatkan kepuasan calon pemilih terhadap pemerintah daerah tetapi disaat yang sama mengurangi level kompetisi diantara kandidat presiden.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Dari hasil penelitian ini jelas sekali ada 3 catatan bahwa (1) intervensi fiskal dalam bentuk dana segar sangat erat berkaitan dengan pemilu. (2) dibanding partai oposisi, partai petahana akan sangat diuntungkan (terutama yang mampu memegang kendali pos dana segar ini),..
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
(3) Level persaingan kandindat presiden semakin rendah atau tidak kompetitif karena petahana punya potensi sumber daya kampanye yang jauh lebih besar dibanding oposisi. Ini masalahnya. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Lalu kita lanjut dengan fakta-fakta APBN 2019. Sebelumnya harus kita garisbawahi bahwa Seluruh dana yang keluar masuk melalui mekanisme APBN, adalah uang rakyat. Bukan milik golongan apalagi individu. Ini harus diumumkan terbuka. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Tetapi mekanisme penganggaran dalam sistem politik kita masih sangat (executive heavy), lebih banyak dirancang dan dikontrol oleh eksekutif, walaupun ketuk palunya ada di parlemen. APBN ADALAH UU yg hanya boleh diusulkan eksekutif. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Kelemahan sistemik ini akhirnya melahirkan kecenderungan eksekutif untuk bertindak secara personal. Misalnya dengan membuat persepsi ke masyarakat bahwa kerja-kerja eksekusi anggaran adalah kerja-kerja Presiden sebagai person yang kebetulan juga kandidat presiden dalam pemilu.
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Selanjutnya di otak-atik lah anggaran yang relevan dengan tujuan meraup elektabilitas pemilu, jumlahnya dinaikkan atau jenisnya diperbanyak agar rakyat dapat menerima jasa dan cash dalam jumlah yg signifikan menjelang pencoblosan. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Kalo kita cermati APBN 2019, setidaknya ada 4 pos anggaran yang masuk kategori potensi dana yang bisa meraup elektabilitas petahana. (1) Dana Desa, (2) Dana Kelurahan, (3) Dana Bansos PKH, (4) Dana Bantuan Kemasyarakatan Presiden. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
*Dana Desa* Dana Desa dalam APBN 2019 dipatok 70 Triliun, naik 10 T dari tahun sebelumnya yang hanya 60 T. Kita tahu, dana desa ini efektif sebagai lumbung suara. Makanya di dalam internal koalisi pemerintahan saja tarik-menarik antar parpolnya kuat. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Siapa yang bisa mengontrol dana segar ini, efek elektabilitasnya pasti tinggi. Apalagi menjelang pemilu ini alokasinya naik 10 T. Perlu diberitahukan kepada pemilih bahwa dana ini lahir akibat UU No6 tahun 2014 yg lahir dalam masa presiden @SBYudhoyono. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Dana desa memang paling nampak hasilnya, meski masih ada penyimpangan tetapi UU adalah inisiatif pemerintah dan @DPR_RI periode 2009-2014 untuk melakukan otonomi Tingkat ke-3 di lebih 73 ribu desa di nusantara kita. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
*Dana Kelurahan* Satu pos anggaran baru dari APBN 2019 adalah Dana Kelurahan, masuk dalam kategori Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan, sebesar 3 T. Jika dibagi dengan 8.212 kelurahan yang ada di Indonesia, kira-kira per kelurahan akan dapat 365 juta cash. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Karena bersifat alokasi umum, maka ini bisa juga disebut dana taktis dan segar. Tahun lalu belum ada, baru menjelang pemilu 2019 ini saja alokasi ini muncul. Karena sudah ada dalam APBN, maka ini uang negara, uang rakyat dan hak rakyat. Harus diawasi. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Tetapi jelas sekali rentan dimanfaatkan untuk kepentingan elektabilitas pemilu oleh petahana. Coba cek dilapangan, karena skenarionya per 1 Januari 2019 dana ini sudah bisa cair. Pencairan dikebut! Motif pencairan akan nampak saat penggunaan. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
*Dana Bansos PKH* Dana Bansos Program keluarga Harapan (PKH) dibawah Kemensos juga naik secara signifikan. Tahun lalu hanya 19 T, menjelang pemilu ini (2019) naik menjadi 38 T (hampir 2 kali lipat). Kenaikan ini tentu dapat dicurigai terkait pemilu 2019. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Padahal jmlh penerimanya sama yaitu (10 Juta keluarga). Jika tahun lalu pencairan PKH ini dilakukan bulan Februari, Mei, Agustus, November. Tahun 2019 dimajukan jadi Januari, April, Juni, Oktober. Sblm 17 April ada 2 kali pencairan, padahal tahun lalu hanya 1 kali. AWASI!
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
*Dana Bantuan Kemasyarakan Presiden* Banyak orang yang tidak tahu bahwa setiap Presiden kita bertemu dengan rakyatnya, oleh APBN dibekali “uang saku” berupa dana bantuan kemasyarakat presiden. Dulu di sebut Banpres. Jumlahnya sangat signifikan. #APBNPetahana
#2019WAJAHBARU @Fahrihamzah
Tahun 2019 ini Presiden bersafari menyapa wong cilik dibekali dana 110 M. Jumlahnya naik 7 M dari tahun lalu, walaupun 2019 ini masa baktinya tidak setahun penuh sebab presiden @jokowi akan berakhir sekitar tgl 20 Oktober tahun ini. #APBNPetahana
Load Remaining (4)
Login and hide ads.