Add to Favorite
0
#TakeOver# @GheMaX
Konsekuensi Pengusaha Pro Jkw Berjudi Dalam Pilpres 2019
#TakeOver# @GheMaX
Proses demokrasi di Indonesia bisa dikatakan sangat mahal.
#TakeOver# @GheMaX
Untuk memperebutkan sebuah kursi Kepala Desa di Kabupaten Indramayu saja, diperlukan modal yang mencapai angka Rp 2 Milliar sampai Rp 5 Miliar.
#TakeOver# @GheMaX
Sebuah nilai fantastis untuk sebuah demokrasi pada tingkatan kepala Desa, meskipun terdengar menyeramkan tapi faktanya memang menyatakan demikian.
#TakeOver# @GheMaX
Akibat yang ditimbulkan adalah para kandidat harus mencari investor untuk turut mendanai kampanye, dan tentunya investor tidak memberikan dananya secara cuma-cuma. Karena memang tidak ada makan siang gratis.
#TakeOver# @GheMaX
Baru-baru ini beredar kabar tentang keanehan jumlah dana kampanye capres nomor urut 01 Jkw-Maaruf yang diungkap oleh Indonesia Corruption Watch ( ICW).
#TakeOver# @GheMaX
Diketahui, dana kampanye Jkw -Maaruf yang dilaporkan ke KPU adalah sebesar Rp. 55,9 Miliar dengan rincian Rp 37,9 Miliar atau 86 persen berasal dari Perkumpulan Golfer TBIG dan Golfer TRG
#TakeOver# @GheMaX
Pemilik saham dua perusahaan besar ini adalah Wahyu Sakti Trenggono yang kini menjabat sebagai bendahara TKN Jokowi-Maaruf. Ini dia benang merahnya.
#TakeOver# @GheMaX
14 persen dana kampanye sisanya berasal dari badan usaha, parpol, dana pribadi Jkw, dan dari perseorangan. (hebat yah Ma’aruf Amin cawapres gratis ?)
#TakeOver# @GheMaX
Balik ke pembahasan PT. TBIG dan PT. TRG Tower Bersama Infrastructur (TBIG) adalah salah satu penyedia menara-menara telekomunikasi terbesar di Indonesia.
#TakeOver# @GheMaX
Selain itu PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) bergerak dalam bisnis jasa pendukung telekomunikasi termasuk penyewaan dan pemeliharaan Base Transceiver Station (BTS), layanan konsultasi, dan melakukan investasi atau partisipasi ke perusahaan lain.
#TakeOver# @GheMaX
Perseroan ini memulai kegiatan usahanya di tahun 2004.
#TakeOver# @GheMaX
Sebuah bisnis luar biasa, bersamaan dengan perkembangan telekomunikasi saat ini yang sangat pesat.
#TakeOver# @GheMaX
Nah kembali ke permasalahan tadi, apakah semua itu dilakukan secara gratis ?
#TakeOver# @GheMaX
Melihat trend positif yang didapatkan TBIG pada 2016-2018 yang mencapai angka ratusan miliar, jumlah uang yang disiapkan untuk menyokong pendanaan kandidat 01 tentu saja adalah sebuah hal kecil buat TBIG. PeriodePendapatanLaba / Rugi Bersih pic.twitter.com/J8DO5TTYlz
 Expand pic
#TakeOver# @GheMaX
Akan tetapi, sebuah perusahaan yang berjudi dalam pertarungan Pilpres tentu harus berpikir secara matang, karena kita bisa lihat bagaimana banyak politikus sekaligus pengusaha besar hampir gulung tikar karena berjudi dalam pilpres.
#TakeOver# @GheMaX
Untuk saat ini, keuntungan yang didapatkan TBIG bisa dikatakan karena kedekatan khusus dengan penguasa, sehingga bisa menguasai berbagai proyek tanpa gangguan siapapapun.
#TakeOver# @GheMaX
Namun yang perlu menjadi catatan, sumbangan dana pilpres yang begitu besar sangat mustahil tanpa ada deal-deal di belakang layar.
#TakeOver# @GheMaX
Banyak pengusaha besar yang mendukung jkw tapi tidak ada satu pun yang terang-terangan seperti perusahaan Wahyu Sakti Trenggono, dan ini sangat aneh.
#TakeOver# @GheMaX
Dalam politiknya, Jkw sangat terbiasa bermain sandera politik sehingga siapapun coba dikendalikannya, jika tidak mampu melalui cara baik-baik, pasti akan dikaitkan dengan kasus hukum.
#TakeOver# @GheMaX
Ini yang sangat berbahaya, seluruh pengusaha nasional dipaksa takluk untuk memuluskan kepentingan Jkw dengan iming-iming proyek besar, jika kembali berkuasa.
#TakeOver# @GheMaX
Tapi percayalah, Jkw adalah Jkw tidak ada yang berubah, sudah banyak pengusaha yang menjadi korban akibat kebohongannya.
Login and hide ads.