0
cia @plutrous
Alice In Wonderland Syndrome (AIWS) dan Lewis Caroll —a thread— pic.twitter.com/HEfCOfsOyO
 Expand pic
cia @plutrous
Alice In Wonderland Syndrome (AIWS) atau mikropsia adalah keadaan disorientasi saraf yg mempengaruhi persepsi penglihatan pd manusia. Dinamakan Alice In Wonderland Syndrome sesuai dg judul novel karya Lewis Caroll. pic.twitter.com/XAvfUSD7o7
 Expand pic
cia @plutrous
AIWS ditemukan pertama kalinya oleh John Todd pd 1955. John Todd aendiri adlh seorang psikiatris. Dan petualangan seorang Alice yg ditulis oleh Lewis Caroll inilah, yg telah menginspirasi John Todd utk memberi nama yg sama untuk sindrom ini.
cia @plutrous
Secara umum, pada penderita AIWS ini, pasien akan mengalami distorsi baik ruang, waktu dan tubuhnya sendiri. Maksudnya adalah, pasien yg mengalami gejala ini, akan merasakan jika tubuhnya seolah2 berubah bentuk (meta-morphosia).
cia @plutrous
Demikian jg lingkungan sekitarnya yg berubah di mata pasien. Padahal, sebenarnya tdk ada satupun yg terjadi pd dirinya maupun lingkungannya. Gejalanya sendiri, bisa dimulai dg sakit perut, sakit kepala atau migrain, keracunan akubat obat halusinogen, skizofrenia, hiperpireksia-c
cia @plutrous
c-dan lesi otak, atau bahkan pasien tdk merasakan sama sekali salah satu gejala tsb. Tp yg pasti, terjadi kesalah-persepsian antara apa yg dilihat pasien dg kenyataan yg sebenarnya.
cia @plutrous
Contoh lainnya adalah, gerakan yg dilakukan penderita, terdengar dan terlihat spt cepat padahal kenyataannya semua berjalan dengan suara dan waktu yg normal.
cia @plutrous
Gejala2 yg umumnya penderita AIWS rasakan adalah; 1. Distorsi visual. Apapun yg dilihatnya menjadi lebih besar atau lebih kecil dari biasanya, atau berjarak lebih dekat, atau lebih jauh. 2. Distorsi waktu. Penderita merasa jika kejadian menjadi cepat atau justru lambat.
cia @plutrous
3. Distorsi dr tubuh mereka sendiri. Mereka merasa jika kepala mereka tumbuh lbh besar, atau mereka merasa tubuh mereka telah menyusut atau memanjang. 4. Masalah pd keseimbangan. Mereka merasa bhwa mereka berdiri di sudut, atau bahwa mereka berputar. Hal ini dpt menyebabkan mual.
cia @plutrous
5. Distorsi pendengaran. Merasa sebuah suara menjadi begitu keras atau terdengar agresif atau gemetar, atau mendengar suara dr tpt yg jauh. 6. Selera tertentu atau bau. 7. Distorsi persepsi tekstur. Penderita akan merasa bahwa seprei tpt tdrnya mungkin spt batu.
cia @plutrous
8. Pengalaman emosional. Mereka mungkin merasa takut scr tbtb. Atau merasa ada yg mengawasi mereka. Kasus AIWS yg paling terkenal adalah kasus yg dialami oleh si penulis Alice In Wonderlabd itu sendiri, Lewis Caroll.
cia @plutrous
Jika kalian memperhatikan, dalam novel Alice In Wonderland, Through the Looking Glass, ada beberapa kutipan; “I can’t explain myself, I’m afraid, sir,” said Alice, “because I’m not myself, you see.” “I don’t see,” said the Caterpillar.
cia @plutrous
“I’m afraid I can’t put it more clearly.” Alice replied very politely, “for I can’t understand it myself to begin with; and being so many different sizes in a day is very confusing.” “It isn’t,” said the Caterpillar.
cia @plutrous
Dari dialog tsb, dpt diketahui apa yg Alice alami adalah, distorsi bentuk drpd yg dia lihat. Kemudian, kutipan berikut; “I can’t explain myself, I’m afraid, sir,” said Alice, “because i’m not myself, you see.” “..and being so many different sizes in a day is very confusing.”
cia @plutrous
Lalu, yg Caterpillar katakan adalah, “I don’t see” dan “it isn’t”. Jelas sekali bahwa hanya Alice lah yg merasa dia menjadi berbagai macam bentuk dlm 1 hari, pdhl Caterpillar tidak melihat perubahan bentuk apapun pd gadis itu.
cia @plutrous
Pada Through the Looking Glass, Alice merasakan bahwa tubuhnya menyusut (microsomatognosia) dan membesar (macrosomatognosia). Distorsi tsb jg dpt terjadi setelah kejang, keracunan obat, dan dapat dijelaskan pd penderita dg cerebral lessions atau gejala skizofrenia,-c pic.twitter.com/gFrP9rXwU2
 Expand pic
cia @plutrous
c-termasuk perubahan ilusi dlm ukuran, jarak, atau posisi benda diam di bidang visual subyek. Banyak org mengatakan jika penulis sering kali menuangkan pengalaman pribadinya ke dalam karya tulisnya.
cia @plutrous
Itulah yg dialami Lewis Caroll yg tercermin pd Alice's Adventures in Wonderland (1865) dan sekuelnya, Through the Looking Glass (1871).
cia @plutrous
Sebuah jurnal yg ditulis oleh Klaus Podoll dan Derek Robinson menjelaskan ttg apa saja yg dialami oleh Caroll sbg berikut; Pd 17 Januari 1856, Lewis Caroll pergi ke dokter mata yg bernama William Bowman, seorang yg ahli dlm bidang ophtalmology (ahli bedah & penyakit mata).
cia @plutrous
Caroll mengeluhkan bahwa mata kanannya terasa sakit. Namun sir William Browman tdk menemukan apa penyebab sakit mata yg dialami oleh Lewis Caroll. Alhasil, dokter tsb menyarankan Caroll utk tidak terlalu banyak membaca, menjauhi rel kereta api dan menghindari penggunaan-c
cia @plutrous
c-lilin yg berukuran besar utk penerangan. Selain itu, Caroll pun sering mengalami migrain setelah dia melihat sebuah fortification dalam benaknya. Entah fortification yg dia maksud adalah terjemahan utk "benteng" dalam bahasa Indonesia atau bukan, yg jelas, menurut-c
cia @plutrous
c-pengakuan Caroll, setiap kali dia melihat benteng tsb, dia merasakan gejala sakit kepala yg begitu hebat. Caroll kemidian pergi menemui seorg ahli neurologist America, Caro W. Lippman. Oleh Lippman, Caroll kemudian disarankan utk menulis halusinasinya tsb ke dlm sebuah cerita.
cia @plutrous
Begitulah latar belakang buku Alice in Wonderland tercipta. Podoll dan Robinsson memberika bukti bahwa Caroll mengalami halusinasi yg aneh. Bukti tsb adalah sketsa Caroll yg dihasilkan oleh Caroll pd 1855-1862.
cia @plutrous
Sketsa tsb didominasi oleh sosok spt elf yg kehilangan sisi kanan wajahnya, serta bagian bahu kanan, pergelangan dan tangannya pun hilang. Lantas kemudian timbul pertanyaan; Apa yg menyebabkan Lewis Caroll mengalami halusinasi yg sedemikian rupa? pic.twitter.com/vk672wc0VG
 Expand pic
cia @plutrous
AIWS sendiri pun tidak diketahui penyebab utamanya. Ada yg mengatakan, bahwa hal tsb diakibatkan oleh virus Epstein-Barr (sejenis virus Herpes) atau pula disebabkan oleh Coxsackie virus B1 (sejenis virus yg mengakibatkan demam, sakit tenggorokab dan pusing).
Load Remaining (5)
Login and hide ads.