Kritik Atas Bapernya Mentan by @devairawan_

Chirpified
178 View 0 comments
Add to Favorite
0
Deva Irawan @devairawan_
Kedewasaan berdemokrasi bisa terlihat dari seberapa mampu kita menerima perbedaan pendapat dan tidak ‘baper’ ketika ada pihak yang mengkritik pemikiran kita.
Deva Irawan @devairawan_
Aturan dasarnya adalah, yang dipertentangkan harus bersifat pemikiran bukan pribadi pembawaan.
Deva Irawan @devairawan_
Sewaktu dikritik beramai-ramai oleh kelompok yang menamakan diri Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), harusnya Kementerian Pertanian (Kementan) tidak perlu langsung memperkarakan ketuanya Yeka Hendra.
Deva Irawan @devairawan_
Langkah Kementan melalui Pusat Data dan Informasi Pertanian (PUSDATIN), mendaftarkan gugatan perdata kepada Yeka di Pengadilan Tinggi Jakarta Timur dengan tuduhan “Perbuatan Melawan Hukum”, cenderung off side.
Deva Irawan @devairawan_
Karena pihak Yeka teguh berpegang bahwa petisi yang ia sampaikan adalah kritik.
Deva Irawan @devairawan_
Ia mengkritisi sejumlah kebijakan dan juga penyampaian data yang tidak akurat dari Kementerian Pertanian kepada masyarakat.
Deva Irawan @devairawan_
Dasar pertimbangannya adalah pencitraan surplus pangan yang berlebihan dan sudah tidak masuk nalar akal sehat.
Deva Irawan @devairawan_
Selain itu, mereka menilai bahwa yang disampaikan pihak Kementan itu bertolak belakang dengan koreksi data Badan Pusat Statistik (BPS), dan tidak sesuai dengan keadaan pasar yang menunjukkan adanya kelangkaan dan peningkatan harga.
Deva Irawan @devairawan_
Mereka juga berpendapat, petani dan Peternak banyak yang dirugikan akibat berbagai kebijakan Menteri Pertanian saat ini.
Deva Irawan @devairawan_
Seharusnya kritik itu dijawab dengan bantahan, bukan dengan cara mematikan langkah seperti yang dilakukan oleh para pejabat di Ragunan.
Deva Irawan @devairawan_
Kendati sekarang dikabarkan bahwa gugatan terhadap Yeka itu sudah dicabut, namun persepsi Kementan anti kritik sudah kadung tak terbendung.
Deva Irawan @devairawan_
Menurut kuasa hukum Yeka, Petisi yang dilontarkan kliennya itu adalah manifestasi dari kritik yang membangun yang disampaikan oleh teman-teman pekerja langsung di lapangan
Deva Irawan @devairawan_
Bila ada kritik yang berbuntut gugatan, menurut sang kuasa hukum, berarti ada yang ngaco dalam benak si terkritik.
Deva Irawan @devairawan_
Sebagai negara demokratis, kritik terhadap kinerja pemerintah adalah hal yang teramat sangat lumrah.
Deva Irawan @devairawan_
Kritik terhadap kinerja itu adalah bukti bahwa masyarakat masih berhadap pemerintah bisa memperbaiki diri demi kepentingan bersama.
Deva Irawan @devairawan_
Harus dicamkan, kritik bukan berarti benci. Kritik juga tidak boleh diwarnai caci. Oleh karena itu, kritik juga tidak boleh dihadapi dengan represi. pic.twitter.com/8QFHAkZQGG
 Expand pic
Login and hide ads.