1
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Smoke and mirror. Begitulah kira" yg dilakukan pada kampanye utang untuk infrastruktur itu. Data ini adalah utang luar negeri. Bukan total utang pemerintah. Tapi dari sini kita bisa meraba apa yg dilakukan pemerintah jokowi untuk utang luar negerinya. pic.twitter.com/3PR4kin4UU
 Expand pic
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Data ini adalah stock utang. Artinya yg harus diatribusikan pada rezim Jokowi adalah selisihnya. Jadi rezim Jokowi meningkatkan utang luar negerinya sebesar 51,546 juta dollar. Atau setara dengan 721 T dengan kurs 14.000. Kurang lebih 41% selama 4 tahun. pic.twitter.com/Q2hiEMRW9H
 Expand pic
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Dari situ, mana yg selisihnya terbesar antara 2018 oktober dan 2014? Ternyata adalah Administrasi pemerintahan/pertahanan/jaminan sosial dengan selisih $ 50.837 juta (68%). Yg kedua adalah jasa keuangan sebesar $7.622 (56%). Di mana letak utang untuk infrastrukturnya? pic.twitter.com/ty9QkbXcv9
 Expand pic
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Dalam sektor konstruksi sendiri stock utangnya malah turun dari $8.003 juta ke $7.702. Artinya penambahan utangnya malah lebih sedikit dari pembayarannya. Jadi gembar-gembor utang untuk infrastruktur itu jelas bukan utang luar negeri. pic.twitter.com/3rCIL9ugm6
 Expand pic
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Yang paling membingungkan pertambahan utang luar negeri itu bukan untuk proyek atau program. Tapi untuk LAINNYA. Ada pertambahan sebesar $51.121. Lha kalo bukan proyek dan bukan program duit itu buat apa? Nyuntik dana ke mana? Ke BUMN? pic.twitter.com/K5ucaMARP8
 Expand pic
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Kita ngga dalam rangka curiga. Pasti ada penjelasannya. Namun sejauh data yg tersedia di publik, setidaknya saya bisa membantah kalau utang luar negeri pemerintah buat infrastruktur. Kita perlu lihat utang dalam negeri pemerintah. Apakah iya utang" itu beneran buat infrastruktur?
Login and hide ads.