Pengajuan Revisi Visi Misi Ditolak KPU, Kubu Prabowo-Sandi Cuek

KPU menyatakan bahwa pengajuan perubahan visi misi pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019 tidak bisa dilakukan lagi
345 View 0 comments
Add to Favorite
0

Sepekan jelang pelaksanaan debat pertama capres-cawapres, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengajukan dokumen revisi visi misi ke KPU. Namun, pengajuan revisi visi misi itu ternyata ditolak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hidayat Nur Wahid mengatakan pihaknya tak mempersoalkan jika pengajuan revisi visi misinya ditolak KPU.

"Ya enggak apa-apa (ditolak). Menurut saya sih pada hakikatnya kan perubahan prinsip kan enggak. Hanya penajaman dan lebih fokus lagi. Jadi kalau tidak diterima bukan berarti visi misi berubah," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Pasangan Prabowo-Sandi Ubah Visi Misi, TKN Jokowi-Ma'ruf: Jiplak Program Jokowi-JK

Menurutnya, jika sejak awal KPU mempunyai aturan bahwa visi misi yang sudah ajukan sebelumnya tak dapat direvisi, maka pihaknya akan menghormati KPU. Tetapi kalau aturannya tidak ada, seperti contoh diperbolehkannya merevisi foto kandidat di surat suara. Maka pihaknya tetap akan mengajukan revisi visi misi.

"Kalau melihat perkembangan bahwa dulu ketika maju, disampaikan juga foto dan soal nomor. Lalu nomor berubah jadi 01 dan 02. Foto juga berubah, terutama Pak Jokowi dan Kiyai Maruf itu juga berubah ternyata. Ya harusnya KPU konsisten kalau itu dimungkinkan," tuturnya.
Lebih lanjut, kendati begitu, yang paling penting saat ini menurutnya biar masyarakat yang menilai bahwa mana saja yang diakomodasi oleh KPU mana yang tidak bisa.

Baca Juga: KPU Tegaskan Dokumen Visi-Misi Capres Tidak Dapat Diubah

Sementara di sisi lain, Koordinator BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan visi misi sebelumnya dengan yang sudah direvisi yang saat ini tak berbeda jauh. Hanya menurutnya visi misi itu lebih dipertajam agar lebih mudah dipahami publik dan dibuat lebih menarik

"Memperkuat referensi dan dasar utama visi dan misi berlandaskan pada Pancasila dan UUD 45, di mana perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandi ingin mengembalikan pembangunan ekonomi harus berlandaskan konstitusi yakni Pasal 33. Memperkuat pesan visi masa depan pemerintah Prabowo Sandi yang ingin menghadirkan: Aman untuk semua, Adil Untuk semua, Makmur untuk semua, rakyat yang utama. Ada perubahan layout agar lebih menarik," katanya kepada Pantau.com.

Sekadar informasi KPU menyatakan bahwa pengajuan perubahan visi misi pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019 tidak bisa dilakukan lagi.

"Prinsipnya begini, visi-misi, program pasangan capres dan cawapres itu kan merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendaftaran. Karena posisi regulasinya begitu, maka sudah tidak dimungkinkan lagi ada perubahan visi-misi, program dari pasangan capres dan cawapres," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Login and hide ads.