0
Popo @silit_popo
Malam Jumat ini kayaknya terlalu sayang kalau tidak berbagi pengalaman mistis. Aku bukan anak indigo. Boro-boro bisa lihat setan, pipis sendiran di tengah malem aja udah keringat dingin. Tapi aku punya kebiasaan -- A Thread -- @InfoMemeTwit #memetwit #mimpi
Popo @silit_popo
kebiasaanku itu kalau berada di sebuah tempat baru misal, rumah, kontrakan, kos & tempat kerja, aku seperti diajak "mereka" berkenalan. Mereka yang ku maksud adalah penunggu di tempat tsb. Cara berkenalannya cukup unik yaitu melalui mimpi. Selalu begitu.
Popo @silit_popo
Oke, langsung ke pengalaman pertama. Kejadian pertama ini aku ingat betul, karena yang pertama pasti sangat berkesan. Kebiasaan ku ini ku rasakan ketika pindah ke rumah alm Nenek ku. Waktu itu aku masih kelas 3 SD. Sekitar tahun '99, aku lupa kapan persisnya.
Popo @silit_popo
Keluargaku pindah ke desa asal Bapakku yaitu di Wonogiri, Jawa Tengah. Nama desanya adalah Pendem Wetan, berada di Kec. Baturetno. Kami sekeluarga harus pindah ke tempat Bapak dilahirkan karena Bapak di PHK dari tempat kerjanya.
Popo @silit_popo
Pertama kali kami pindah, kami sekeluarga tinggal di rumah Nenek. Saat itu Bapakku belum punya rumah sendiri. Model rumah Nenekku itu rumah joglo yang di semua bagiannya terbuat dari kayu. Lantainya pun masih berlantai tanah. Rumahnya cukup luas.
Popo @silit_popo
Rumahnya di bagi jadi 4 bagian. Bagian depan itu ruang tamu yang luas, lalu kamar Nenek, ruang tengah juga kamar dan dapur.Kamar tengah itulah yang akan di sulap menjadi kamar untuk aku, kakak dan Mamaku tidur. Sementara waktu itu Bapak masih harus bolak - balik urus kepindahan
Popo @silit_popo
Pertama kali aku melihat ada yang aneh di rumah Nenek terutama di kamar tengah, karena kamar tengah itu bersebelahan dengan gudang tempat Nenek menyimpan padi hasil panen. Terdapat banyak sekali kaca berukuran kecil-kecil berbentuk segi panjang & kulit duren.
Popo @silit_popo
Kaca2 beserta kulit duren tsb diletakkan persis di atas karung2 gabah (padi), jumlah kacanya lebih banyak ketimbang kulit durennya. Selain itu juga terdapat sebuah sabit (parang) tumpul tanpa gagang dan sapu lidi yang pendek.
Popo @silit_popo
Di kasur nenek pun aku sering menemukan sabit di balik bantal, kaca dan gunting. Dan gak cuma di sana saja, ada juga banyak kaca yang di letakkan di lemari pakaian, laci meja dan beberapa kulit duren yang di sebar di belakang & atas lemari pakaian.
Popo @silit_popo
Aku berpikir mungkin Nenek ku orangnya nyentrik, suka mengkoleksi benda2 aneh tersebut. Tak pernah sekalipun aku bertanya untuk apa banyak benda itu di dalam rumah. Kalau di pikir mungkin kaca bisa untuk bersolek tapi kulit duren sebanyak itu??
Popo @silit_popo
Sampai tiba suatu siang aku memberanikan diri bertanya kepada Nenek untuk apa semua benda2 itu. Kemudian Nenek menjawab yang membuatku terperangah sekaligus gak percaya : "Untuk mainan tuyul Nang, biar gak ngambilin uang sama berasnya Simbah"
Popo @silit_popo
Kemudian Nenek juga bercerita kalau di desa masih suka ada orang yang memelihara pesugihan tuyul, selain uang yang sering raib secara tiba2, beras atau padi juga berkurang secara ajaib. Makanya Nenek menaruh benda2 itu yang dipercaya menangkal tuyul.
Popo @silit_popo
Namanya juga aku masih kecil jadi yah cuma kuanggap itu cerita bualan saja malah sudah di bilang Nenek jangan mindahin kaca2 itu sembarangan tapi tetap saja ku buat mainan dan tidak mengembalikannya di tempat semula
Popo @silit_popo
Sampai suatu hari tibalah dimana aku kedatangan tamu yang tak pernah ku sangka dia memang ada. Malam hari tiba, kalau zaman dulu memang Nenek belum punya tv jadi kalau malam hari setelah belajar aku langsung tidur.
Popo @silit_popo
Tak ada yang aneh malam itu, tidur ya langsung tidur aja. Tidurku bertiga bersama Mama dan Kakak. Malam sudah larut, semua sudah tidur lalu aku merasa kalau aku masih terjaga. Aku melek sendiri di atas kasur. Rumah sudah dalam keadaan gelap.
Popo @silit_popo
Penerangan yang ada hanyalah berasal dari bohlam kecil di atas tempat tidur kami. Aku melek sendirian jadi gak tau mau ngapain, cuma bisa nanar menatap langit2 kamar. Yang terdengar hanya suara binatang malam dan tarikan nafas kakaku yang tertidur pulas.
Popo @silit_popo
Kemudian aku mendengar ada suara lain di tengah kesunyian malam. Aku mendengar ada suara anak kecil. Suara anak kecil itu berasal dari gudang tempat hasil panen berada. Kebetulan kamar tengah berada persis di samping gudang yang bersekat dinding anyaman bambu
Popo @silit_popo
Suara itu seperti hilang timbul. Tapi aku yakin itu suara anak kecil. Aku mendengarkan dengan seksama, mungkin itu anak kecil tetangga sebelah. Tapi kok terasa sangat dekat. Suara itu seperti sedang tertawa. Ku putuskan bangun dari tempat tidur.
Popo @silit_popo
Aku penasaran anak siapa yang malem2 gini masih mainan. Aku beranjak dari kasur pelan2 supaya Mama & Kakak tidak bangun. Aku berjalan dalam gelap, menelusuri dinding dan mencari saklar lampu dapur, ada jalan dari dapur ke gudang samping.
Popo @silit_popo
Seketika suara anak kecil itu semakin keras. Aku pun makin mempercepat langkah setelah menghidupkan lampu dapur lalu membuka pintu gudang. Ketika di depan pintu gudang suara itu sempat hilang. Kemudian kubuka pintu itu, suasananya gelap gulita.
Popo @silit_popo
Aku lupa gudang tidak ada lampunya, lalu aku kembali ke dapur lalu segera menuju ruang tengah. Aku tahu kalau Nenek punya senter di ruang tengah, ku hidupkan lampu ruang tengah lalu aku mengambil senter dan bergegas menuju gudang kembali.
Popo @silit_popo
Saat ku sorotkan lampu senter di gudang yang gelap aku menangkap ada sosok anak kecil sedang jongkok memunggungiku. Itu anak cowok, botak, badannya sangat kurus. Anehnya ia seperti memakai baju serta celana yang persis denganku.
Popo @silit_popo
Anak itu jongkok di dekat tumpukan karung padi, seperti sedang asik bermain sesuatu. Aku merasakan malam jadi sunyi sekali tadi masih terdengar suara jangkrik tapi sekarang benar2 sunyi. Aku mematung di depan pintu masih memegang senter melihat anak itu.
Popo @silit_popo
Kemudian perlahan anak itu balik badan. Wajah yang ku lihat seram sekali. Wajah anak itu tua sekali, dia menyeringai ke arahku dengan giginya yang runcing kecil2 dan matanya hitam semua! Jarinya yang kurus memegang sebuah kaca. Badanku seketika kaku dan aku berteriak kencang!
Load Remaining (1)
Login and hide ads.