1
Tokugawa Ieyasu @dayatia

pria kecil botak berkumis

Tokugawa Ieyasu @dayatia
Ok gua jelasin dulu soal BPJS ke apa bisa jd keunggulan Pak Jokowi. Tapi nanti gua kasih tahu juga kalau Pak Prabowo mau lihat celah serangnya. Biar gak jd diskusi bodoh oleh orang2 sok tahu kayak di TL hehehe
Tokugawa Ieyasu @dayatia
BPJS mulai 2014. Tapi Askes berdiri 1968. Disini perdebatan. Ada yg nganggap BPJS baru 5 tahun. Wajar masih ada kekurangan. Ada yg bilang sudah 50 tahun. Harusnya udah pintar
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Tapi ada perbedaannya. BPJS cakupannya 204 juta orang sampai oktober 2018. Sementara Askes hanya 20 jutaan orang. Plus jamkesmas yg ada di daerah2 saat itu mungkin sekitar 60 jutaan orang
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Beda berikutnya adalah tarif. BPJS pegang full semua pembayaran di RS selama sesuai kelas yg belaku. Beda sama askes. Yg harus menambah baik di poliklinik ataupun di perawatan. Selain itu tarif dokter juga beda. Askes 10-18 ribu perak di rs pemerintah, bpjs bs 40-50 ribu
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Cuma karena bpjs all in makanya seolah2 dibayarnya kecil. Dan sekarang pasien2 banyak bpjs. Asuransi pd pindah ke bpjs. Makanya seolah2 kecil. Dulu asuransi bayarnya bisa 10X lipatnya askes
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Ok sekarang kita cerita keberhasilan. Pasca BPJS banyak tindakan kedokteran yg bisa dilakukan dalam jumlah massif. Karena peserta tidak perlu NAMBAH BAYAR lagi.
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Contoh katarak dan cuci darah Coba Pak Jokowi minta data berapa banyak katarak setahun dan cuci darah setahun dibanding era sebelum BPJS. Angkanya mengerikan besarnya. Disini negara hadur
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Tapi harap diingat dalam soal klaim paling berjasa. BPJS itu prinsipnya syariah. Tolong menolong. Yg sehat bantuin yg sakit. Yg sehat doanya sehat terus. Jd ini kerja satu bangsa ketika ada yg operasi katarak ataupun cuci darah. Yg gak makai BPJS dipakai oleh yg makai
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Operasi transplantasi Ginjal, hati, operasi stenting robekan pembuluh darah aorta itu bisa dilakukan dan massif di era bpjs. Sesuatu yg gak kebayang bisa dilakukan di indonesia dalam jumlah banyak. Tanpa BPJS, mustahil RS pemerintah melakukan ini semua. Kita ketinggalan jdnya
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Peserta askes yg puluhan tahun merasa repot sekali jaman sekarang. Padahal bayar udah lama. Ini mungkin harusnya jd tinjauan bagi pasien2 tua yg kesulitan dgn sistem rujukan berjenjang yg mutar2
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Pasien bpjs yg mandiri merasa sudah bayar mahal2 kadang fasilitas gak maksimal. Pdhal pelayanan bpjs yg dilakukan itu tetap lebih kecil daripada iuran bulanan. Buka lagi data persentase tagihan total pasien mandiri dibanding yg disubsidi negara/Pemda (PBI)
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Peserta PBI sudah minder duluan karena merasa diperlakukan dokternya beda
Tokugawa Ieyasu @dayatia
RS protes karena klaim kadang lebih kecil dari tagihan asli. Tapi diam ketika tagihan lebih kecil daripada klaim bpjs
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Tapi masalah utamanya sebenarnya adalah pembayaran tagihan yg delay. Tidak sesuai UU. Ini sebenarnya urusan kementrian keuangan. Dan bpjs yg tak diizinkan independen menentukan tarif sendiri. Makanya selalu minus. Tuk pendukung prabowo, ini senjata nyalahin pak Jokowi
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Kalau saja pembayaran klaim tidak delay, maka RS tidak akan protes kok hehehe. Paham disini?
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Soal pemerkosaan, itu bukan di BPJS kesehatan. Soal duit diinvestasikan ke tempat lain, itu bukan BPJS kesehatan. Buat hidup aja ngos2an kenapa investasi. Soal investasi PT ASKES jaman dulu memang ada sisa. Tp bukan yg sekarang. Harus bisa bedain
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Soal dokter? Percayalah mayoritas dokter happy sama BPJS. Pasien banyak, duit lebih banyak, kerjaan memang banyak tp karena jumlah dokter kebanyakan, jd punya pekerjaan dan duit. Dan banyak tindakan yg jaman dulu cuma bisa mengkhayal mengerjakannya
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Cuma soal pembayaran delay saja bikin gak happy. Sama kalau mentok soal pagu bpjs saat pengen ngobatin maksimal. Kadang2 gak bisa semaksimalnya ngobatin. Itu yg bikin kesal
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Soal itu sebenarnya problem manajemen. Banyak RS gak kuat modalnya. Terpaksa dokternya yg ditunda bayarnya
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Di sisi lain, dokter gak perlu khawatir pasiennya gak punya duit sehingga harus keluarin kocek sendiri tuk pasien agar bisa diobati. Sama gak perlu lg merasa cemas pasien miskin harus jual rumah tuk bayar dokternya. Uangnya jelas, halal, dan tanpa bikin dilema
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Bagi pasien memang sistem rujukan merepotkan. Tapi percayalah. Di Singapura atau Inggris, sistem rujukan lebih kejam lagi. Kita belum terbiasa karena belum ada kuliah cara berobat di SMP dan SMA kita. Tapi sekarang, 203 juta orang tahu soal sistem rujukan. Ini keren gila
Tokugawa Ieyasu @dayatia
Sekarang sistem rujukan masih diperbaiki. Wajar. Pelan2lah. Gak bisa langsung beres semua.
Load Remaining (30)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.