1
Pak @komangtrisanthy
Tulisan yang bagus soal prostitusi online dari mba Afi Nihaya. *peluk mba afi* pic.twitter.com/hWfbI59g6N
Expand pic
Expand pic
Pak @komangtrisanthy
Meskipun dia ini dulu kontroversial, aku setuju sama isi tulisannya. Buat siapapun yg nulis itu, terima kasih :)
Lelaki Jingga @squadadus
@komangtrisanthy Kaum terdidik masih sedikit, gatau kenapa gue lebih fokus ke kata itu dan setuju dengan itu.
Donn @inidonni_
@squadadus @komangtrisanthy Saya merasakan di posisi kaum yg banyak😆 (belum terdidik)
Rra @GLADT0KN0WY0U
@komangtrisanthy @guanmii29 akhirnya ada yg menyuarakan semacam point no.3
Kausar Ramdhani @Savvyduke
@komangtrisanthy Poin terakhir di nomor 1 kok kesannya seperti mendiskreditkan pekerjaan istri di rumah tangga ya (geleng-geleng kepala)
by. @notavailforlove
@komangtrisanthy Baca point satunya aja udah males. Kenapa seseorang yg mau menikah, mau mengurus suami, mengabdi pada suami dibandingin dengan menjual diri? Dan dibilang lebih murah?
Doo Dee @Dodypod
@komangtrisanthy point no.4 jadi inget statement nya @Cittairlanie mengenai kesetaraan gender "cutek" di youtube
Egi / PO X1 ALBUM REGULAR. @choronotsaurus
@komangtrisanthy Tapi kalo di IG, yang komen pada bilang "Oh jadi ibu rumah tangga murahan? Oh ibu mba afi murahan dong?"
mamah sabrina @rismaputeri
@komangtrisanthy di comment ig mak rumpita banyak menyalahkan afi masalah point 1. dan saya setuju dengan komenan netijen berikut ini pic.twitter.com/Rg4psY8Gcq
Expand pic
Pak @komangtrisanthy
@rismaputeri Anak ig kayaknya belum siap sama jalan pikiran yg kyk gini 😅
mamah sabrina @rismaputeri
@komangtrisanthy sayapun juga jadi seorang istri kak. kata mamah dan ibu mertua saya memang para istri adalah pelacurnya suami di rumah dan di ranjang *anjay*. nah nyambung sama komenan yang tadi saya setujui, tergantung para istri pelayanan, dan ngasih tarif nafkah suami dinaikin aja. ✌🏻😌
Amanda S. @mndshl
@BuruhPabrix @komangtrisanthy Usang, tapi masih sangat valid sampai dengan hari ini, loh. :))
Nadia Syahirah @namadiaa
Sebenarnya komentar dia ada pro kontra di saya. Beberapa saya suka pendapatnya beberapa gak nge klik. Kayak perbandingan antara VA dg istri 10jt saya rasa seharusnya tidak dibandingkan mengingat menjadi istri bukan pekerjaan. twitter.com/komangtrisanth…
Nadia Syahirah @namadiaa
Dan merasa lebih suci blabla superior dan lain2, itu penilaian sepihaknya untuk masyarakat, jika kita coba untuk lebih melihat kenyataan yg ada, itu bercabang, krn gk semuanya sprti itu. Scr gak langsung dia juga menilai masyarakat hanya dg cara yg ingin dia lihat.
Nadia Syahirah @namadiaa
1.Ada orang-orang yang memang seperti itu.(sok suci pdhl dia melakukannya dan belum ketahuan) 2.Ada orang-orang yang tak seperti itu.(merasa memang ia gak melakukannya dan memegang adat istiadat dan agama) Dan beberapa lain yang netral. Dan beberapa yang gak perduli dg hal ini.
Nadia Syahirah @namadiaa
Soal media, Saya stuju di bagian ini bahwa media seringkali hanya menfokuskan apa yang mereka butuhkan untuk rating. Sehingga orang-orang lain yang bersalah juga tak terekspos. krn mereka tak memiliki nilai jual di mata masyarakat yang hanya ingin tahu hal2 spt artis contohnya.
Nadia Syahirah @namadiaa
Tentang masyarakat yang masih jahat dg perempuan saya setuju lima puluh persen lima puluh persennya tidak. Balik lagi, karena tidak semua masyarakat seperti itu. Percayalah selalu ada orang-orang berhati baik diantara kerumunan kelompok kejahatan. (Walaupun terkesan naif)
mz wiznu @lelegurame
1. VA tdk melampaui hukum pasar, dia msh ada dlm hukum tsb. Itu cuma sekedar teknik marketing namanya branding. Karena dia populer, akhirnya memanfaatkan budaya populer utk jualan.
mz wiznu @lelegurame
Analogi hukum pasar tidak masuk dalam konsep pernikahan. Perbandingan tidak apple to apple. Lagipula pernikahan tdk sekedar lempar 10 juta lalu cewe jd koki merangkap pembantu. Ada mutual aid dlm konsep rumah tangga. Semua bisa saling membantu tanpa ada spesialisasi role
mz wiznu @lelegurame
2. Sikap judgemental dalam ranah etika itu sesuatu yg biasa dalam agama apalagi samawi. Cara berpikir mereka bukan individu, tapi komunal. Sbg contoh, ada konstruksi hukum dalam agama dan scr umum smw org sama di mata hukum. Agama tdk boleh final supaya bs bisa progress
mz wiznu @lelegurame
Lagipula, kalau afa hukumnya, siapa yang berhak jadi hakim nya ? Mungkin hakim nya cuma satu, tapi balik lagi, cara berpikir yang komunal akan cenderung membuat orang suka mengurusi ranah privat orang lain. Apalagi kalau banyak dalil privat disana
Load Remaining (5)

Comment

Nans @nandan_suryana 08/01/2019 14:43:27 WIB
inilah pemikiran kaum permisif. Saya yakin semua agama tidak ada yang membenarkan prostitusi. Mengenai judgment masyarakat anggap saja itu sangsi sosial yg harus diterima. Memang benar tidak ada orang yang suci tapi kita belajar untuk menjadi baik.
Login and hide ads.