0
#TakeOver# @GheMaX
Beli Saham Freeport Untuk Mengambil Hati AS? Hal yang Mustahil Selama JKW Masih Pro China Tiongkok
#TakeOver# @GheMaX
Heboh akal-akalan pembelian saham PT. Freeport, yang katanya membuat bangga dan seolah-olah menjadi prestasi yang memukau untuk dijadikan "faktor penting" supaya kodok terpilih lagi?
#TakeOver# @GheMaX
Sangat lucu, imajiner, dan menimbulkan banyak kritik, jika melihat indikator-indikator seperti berikut ini:
#TakeOver# @GheMaX
1) PT. Inalum menerbitkan global bond (obligasi global).
#TakeOver# @GheMaX
Artinya PT. Inalum melempar surat utang untuk mendapatkan dana dari para kreditor internasional.
#TakeOver# @GheMaX
Dana utangan itulah yang kemudian dipakai Inalum untuk membayar pembelian saham Freeport.
#TakeOver# @GheMaX
Siapa saja kreditur global yang membeli surat utang tersebut, sampai hari ini masih dirahasiakan oleh PT. Inalum.
#TakeOver# @GheMaX
Hal ini jelas menimbulkan resiko tinggi bagi PT. Inalum sebagai BUMN, karena harus menanggung utang yang sangat besar dari para kreditur global, dan tidak punya opsi penjadwalan ulang jika sampai terjadi gagal bayar utang.
#TakeOver# @GheMaX
Padahal sebenarnya pemerintah Indonesia hanya perlu bersabar sedikit untuk menunggu kontrak karya berakhir pada tahun 2021 nanti, dan PT. Freeport akan dapat dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah.
#TakeOver# @GheMaX
Tanpa harus menerbitkan obligasi global, yang artinya sama saja dengan membuat utang baru dari luar negeri.
#TakeOver# @GheMaX
Jadi sesungguhnya ada apa di balik semua ini? Inalum sukses terbitkan global bond US$ 4 miliar, Pengamat: Itu biasa, bukan prestasi industri.kontan.co.id/news/inalum-su…
URL kontan.co.id Inalum sukses terbitkan global bond US$ 4 miliar, Pengamat: Itu biasa, bukan prestasi Inalum sukses terbitkan global bond US$ 4 miliar, namun menurut pengamat hal itu biasa, bukan prestasi
#TakeOver# @GheMaX
2) Pembelian mayoritas saham PT. Freeport dilakukan petahana hanya untuk menjaga hubungan baik dan sekaligus mengambil hati AS, serta mengharapkan dukungan dari paman Sam di Pilpres 2019.
#TakeOver# @GheMaX
Pemerintah hanya menguasai saham mayoritas, bukan saham keseluruhan, berarti masih menyisakan saham lainnya untuk tetap dimiliki oleh pihak asing, yaitu pemilik lama PT. Freeport.
#TakeOver# @GheMaX
Jadi, Freeport saat ini tidak 100% dikuasai oleh Pemerintah. Saham PT Freeport Dikuasai Pemerintah, Tapi Masih Dikelola Asing inikata.com/2018/12/24/sah…
URL Inikata.com Saham PT Freeport Dikuasai Pemerintah, Tapi Masih Dikelola Asing Meski sebagian besar saham PT Freeport Indonesia sudah dikuasai oleh pemerintah Indonesia, namun Freeport McMoRan Inc (FCX)
#TakeOver# @GheMaX
3) Jual beli saham PT. Freeport membuka kembali luka lama kasus “Papa Minta Saham”, yang dibongkar oleh Menteri ESDM Sudirman Said.
#TakeOver# @GheMaX
Setya Novanto telah mencatut nama Jkw. Kasus "Papa Minta Saham" melibatkan Ketua DPR RI (saat itu) Setya Novanto, pengusaha, Menteri Luhut Panjaitan, dan banyak pejabat lainnya.
#TakeOver# @GheMaX
Maka wajar saja jika kemudian publik mempertanyakan dan meminta KPK menelusuri seluk beluk di balik pembelian saham PT. Freeport tersebut, yang diduga merugikan negara. hukum.rmol.co/read/2018/12/2…
URL rmol.co Diduga Ada Kerugian Negara, KPK Harus Usut Pembelian Saham Freep Langkah pemerintah mengambil alih saham Freeport harus segera diusut BPK dan KPK.
#TakeOver# @GheMaX
Memang fatal, rakyat Indonesia lagi-lagi menjadi korban.
#TakeOver# @GheMaX
Utang Inalum harus ditanggung oleh rakyat, sementara Freeport masih tetap saja dikelola oleh pihak asing, ditambah ada potensi korupsi berjamaah terhadap hasil keuntungan Freeport.
#TakeOver# @GheMaX
4) BPK memiliki temuan dugaan pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh PT. Freeport senilai Rp. 185 Triliun. nusantaranews.co/menteri-lhk-di…
URL NUSANTARANEWS 4 Menteri LHK Diminta Transparan Soal Temuan BPK Tentang Kerusakan Lingkungan Oleh Freeport Akibat eksploitasi alam yang dilakukan PT Freeport menyebabkan sejumlah lingkungan di Papua mengalami kerusakan. Termasuk rusaknya kawasan hutan lindung. Ditaksir kerugiannya mencapai USD 13.592.299.294 atau sekitar Rp 185 triliun. Temuan ini disampaikan
Load Remaining (28)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.