0
Teguh Santosa @teguhtimur
Sebagian publik Amerika Serikat mengenalnya sebagai “Skandal Penyuapan Lockheed”. Kasus ini terjadi di tahun 1976, menjelang akhir era pemerintahan Gerard Ford.
Teguh Santosa @teguhtimur
Bersama bbrp kasus besar lainnya, “Skandal Lockheed” mendorong pemerintahan Jimmy Carter yg mulai berkuasa 1977 mengusulkan peraturan yg tegas melawan praktik penyuapan yg dilakukan perusahaan AS kpd pihak2 di luar negeri demi dapat kontrak, konsesi atau pembelian dan sebagainya.
Teguh Santosa @teguhtimur
Kongres menyetujui, dan UU itu pun dikenal dengan nama: Foreign Corrupt Practices Act (FCPA). Ia memiliki sejumlah nama lain, mulai dari Domestic and Foreign Investment Improved Disclosure Act, Securities Exchange Act of1934 Amendment, dan Unlawful Corporate Payments Act.
Teguh Santosa @teguhtimur
Di pertengahan 1970an, US Securities and Exchange Commission menginvestigasi sekitar 400 perusahaan AS yg beroperasi di luar negeri. Perusahaan2 ini diduga melakukan penyuapan terhadap pejabat, pengusaha, parpol dan pihak2 lain di negara asing tpt perusahaan2 itu beroperasi.
Teguh Santosa @teguhtimur
Skandal penyuapan Lockheed termasuk yang paling dikenal dan menarik perhatian masyarakat luas pada masa itu. Seperti namanya, skandal ini melibatkan produsen pesawat AS, Lockhed Corporation, dan mantan Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka.
Teguh Santosa @teguhtimur
Selamat pagi semua. Kita lanjutkan lagi twit soal skandal penyuapan Lockheed yg melibatkan Perdana Menteri Tanaka. Ujung2nya kemana?
Teguh Santosa @teguhtimur
Kasus ini berawal dari pengakuan pihak Lockheed di hadapan Senat AS di bulan Februari 1976 bahwa pihaknya menyuap Tanaka sebagai imbal balik atas pembelian pesawat Lockheed L-1011 ketika ia masih menjadi Perdana Menteri antara tahun 1972 hingga 1974.
Teguh Santosa @teguhtimur
Pada 27 Juli 1976, politisi senior Partai Liberal Demokrat (LDP) itu ditangkap. Walaupun sempat dibebaskan dengan jaminan, namun putusan pengadilan Jepang di tahun 1983 menjatuhkan hukuman penjara selama empat tahun kepada Tanaka.
Teguh Santosa @teguhtimur
Tanaka dikenang sebagai salah seorang pemimpin Jepang yang kontroversial. Ia merupakan Perdana Menteri ke-64 dan ke-65 di negeri matahari. Periode pertama dijabatnya dari 7 Juli hingga 22 Desember 1972. Lalu dia kembali dilantik pada 22 Desember 1972 untuk periode kedua.
Teguh Santosa @teguhtimur
Tanaka yang lahir di Nishiyama, 4 Mei 1918, terpaksa meletakkan jabatan di bulan November 1974 setelah perselingkuhannya dengan Aki Sakato terbongkar. Sakato adalah bendahara kelompok Etsuzankai yang merupakan basis pendukung Tanaka.
Teguh Santosa @teguhtimur
Tanaka juga pernah diberitakan majalah Bungei Shunju sebagai politisi yang gemar bercengkerama dengan geisha. Selain itu, dia juga disebut terlibat dalam sejumlah kasus jual beli tanah di Tokyo.
Teguh Santosa @teguhtimur
Tanaka Kakuei yang meninggal dunia di Minato, 16 Desember 1993, pun pernah jadi masalah di Indonesia.
Teguh Santosa @teguhtimur
Di bulan Januari 1974, Tanaka berkunjung ke Jakarta. Kehadirannya disambut gelombang demonstrasi dan kerusuhan yang begitu besar di ibukota. Kejadian ini kelak dikenal sebagai Peristiwa 15 Januari atau Malari.
Teguh Santosa @teguhtimur
Foreign Corrupt Practices Act terbilang efektif untuk menjerat penyuapan yang dilakukan perusahaan AS terhadap pejabat-pejabat di negara asing tempat perusahaan itu beroperasi.
Teguh Santosa @teguhtimur
Mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat, William J. Jefferson pada tahun 2009 dijatuhi hukuman karena terbukti menyuap pejabat di sejumlah negara di Afrika, seperti Nigeria dan Ghana.
Teguh Santosa @teguhtimur
Hewlett Packard Company di tahun 2010 dijatuhi hukuman karena terbukti menyuap Jaksa Agung Rusia untuk memenangkan kontrak senilai 35 juta dolar AS.
Teguh Santosa @teguhtimur
Di tahun 2011, News Coporation, perusahaan media multinasional AS, terbukti menyuap pejabat polisi Inggris.
Teguh Santosa @teguhtimur
Foreign Corrupt Practices Act juga digunakan dalam kasus penyuapan yang dilakukan Walmart kepada pejabat Meksiko di tahun 2005.
Teguh Santosa @teguhtimur
Perusahan-perusahan AS lain yang juga pernah dijerat dengan UU ini antara lain adalah Avon Products, Invision Technologies, BAE System, Baker Hughes, Daimler AG, Monsanto, Haliburton, Titan Corporation, Triton Energy Limited, dan Lucent Technologies. Ini semua dari Wikipedia :)
Teguh Santosa @teguhtimur
Nah, sekarang kita masuk urusan kita. Suatu hari di tahun 2001. Menteri Keuangan @RamliRizal sedang berkunjung ke New York, Amerika Serikat.
Teguh Santosa @teguhtimur
Saat memasuki lobi hotel tempatnya menginap, Rizal dihampiri seorang pria bule yang memperkenalkan diri sebagai James Robert Moffett, CEO Freeport-McMoRan ketika itu.  Kelak Moffett mundur dari posisi itu ditahun 2015, setelah saham Freeport tersungkur.
Teguh Santosa @teguhtimur
Sambil berbisik, Moffett mengatakan sudah lama ingin berkenalan dengan Rizal Ramli. Dia mengirim stafnya ke kantor Rizal di Jakarta, namun tak pernah diberi kesempatan untuk bertemu.
Teguh Santosa @teguhtimur
Rizal Ramli memperlihatkan sikap tak begitu memperhatikan. Tapi baginya sungguh ini seperti pucuk dicinta ulam pun tiba. Rizal sudah lama ingin membuat perhitungan pada Freeport-McMoRan.
Load Remaining (41)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.