#memetwit Rumah Hantu di Perkebunan Karet by@BriiStory

suspennya kerasa
awesomes rumah hantu Memetwit
2964 View 0 comments
Add to Favorite
0
Brii.. @BriiStory
Malam ini yang akan bercerita adalah Om Wahyu, kita akan lihat kejadian dari sudut pandang beliau. Yang buat sketsa gambar pada beberapa twit kali ini adalah @dimsoii, silahkan follow. Yuk mulai.. #memetwit @InfoMemeTwit pic.twitter.com/v61AVSD38h
 Expand pic
Brii.. @BriiStory
Namaku Wahyu, umurku 24 tahun, lulusan sekolah menengah kejuruan, belum pernah mengecap bangku kuliah. Anak pertama dari empat bersaudara, ayah sudah meninggal sejak aku masih duduk di bangku SLTP.
Brii.. @BriiStory
Ibuku seorang ibu rumah tangga biasa yang sehari-harinya menjaga dan membesarkan aku dan adik-adik yang semuanya masih bersekolah.
Brii.. @BriiStory
Oh iya, kami memiliki warung kecil di depan rumah, hasil pendapatannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, aku dan adik-adik menjaganya bergantian, tentu saja setelah mereka pulang sekolah.
Brii.. @BriiStory
Kalau untuk sehari-hari, pendapatan dari warung itu memang bisa mencukupi, tapi untuk kebutuhan sekolah adik-adikku, jelas masih sangat kurang.
Brii.. @BriiStory
Maka dari itu, untuk.membantu meringankan beban yang ada di pundak Ibu, aku memutuskan untuk langsung bekerja selepas lulus sekolah, kesampingkan dulu niatku untuk kuliah.
Brii.. @BriiStory
Alhamdulillah, banyak yang sudah aku lakukan setelah lulus, membantu paman yang memiliki bengkel, ikut kawanku yang memiliki angkot untuk menjadi kenek, mengolah sawah orang lain, menjadi kuli bangunan, dan banyak lagi, semuannya aku lakukan untuk membantu meringankan beban Ibu.
Brii.. @BriiStory
Dalam masa-masa bekerja serabutan itu, dalam hati aku masih selalu berharap agar dapat diterima bekerja pada satu instansi pemerintah, supaya dapat berpenghasilan tetap. Ibuku pasti bangga kalau aku bisa jadi pegawai negeri..
Brii.. @BriiStory
Pucuk dicinta ulam tiba.. Setelah hampir empat tahun bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, pada suatu hari ada seorang teman yang menginformasikan kalau ada perusahaan perkebunan yang membutuhkan beberapa karyawan baru.
Brii.. @BriiStory
Perusahaan ini dimiliki oleh pemerintah, jadi para karyawannya berstatus pegawai negeri nantinya.
Brii.. @BriiStory
Aku dengar juga, kalau diterima, karyawan baru akan ditempatkan di salah satu perkebunan yang letaknya di Sumatera bagian selatan, sekitar delapan jam perjalanan darat dari rumah. Tidak akan menjadi masalah buatku..
Brii.. @BriiStory
Salah satu hobi yang paling aku gemari adalah berkebun, aku pasti cocok bekerja di perkebunan, begitu pikiranku saat itu. Dengan semangat empat lima, aku membuat surat lamaran kerja, kutulis dengan tangan serapih mungkin.
Brii.. @BriiStory
"Ibu, aku akan mencoba melamar pada perusahaan perkebunan milik pemerintah, aku minta restunya, semoga ini rejeki aku, rejeki Ibu, rejeki adik-adik. Doakan supaya aku diterima ya Bu.." Aku cium kaki Ibu sambil meminta restu dan doa nya, aku sangat menginginkan pekerjaan ini.
Brii.. @BriiStory
Setelah itu aku langsung ke kantor pos untuk mengirimkan surat lamaran. ***
Brii.. @BriiStory
"Wahyu, ada surat untukmu.." Suara ibu memanggilku dari luar kamar, membangunkanku dari tidur siang. "Iya bu..." Beranjak keluar, aku langsung mengambil surat yang beliau maksudkan.
Brii.. @BriiStory
Ternyata itu adalah surat panggilan untuk wawancara dari perusahaan perkebunan yang aku kirimkan surat lamaran tempo hari. Berkaca-kaca mataku membacanya, langsung ku beri tahu ibu mengenai hal itu, dan sekali lagi aku mohon doanya untuk kelancaran wawancara nanti. ***
Brii.. @BriiStory
Singkat cerita, setelah menjalani beberapa kali wawancara, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan itu. Walaupun pada awalnya masih berstatus honorer, tetap saja aku sangat bahagia, Ibu sampai berlinang air mata waktu mendengar kabar ini pertama kali.
Brii.. @BriiStory
Dan benar, aku ditempatkan pada satu perkebunan yang letaknya cukup jauh dari tempatku tinggal, yang nantinya sangat tidak mungkin buatku untuk sering-sering pulang,
Brii.. @BriiStory
"Tidak apa-apa nak, Ibu dan adik-adikmu akan baik-baik saja. Bekerjalah dengan baik, apapun keadaannya kamu harus terima dan jalani semua." Ibuku bilang begitu, aku harus jalani pekerjaanku nanti dengan baik, apapun keadaannya. Iya, apapun keadaannya..
Brii.. @BriiStory
Mulai saat itu, aku berstatus sebagai pegawai perkebunan milik negara, di perkebunan karet.. Perkebunan karet yang beberapa tahun ke depan akan memberikan pengalaman hidup yang tak akan pernah aku lupakan. ***
Brii.. @BriiStory
Selama kurang lebih satu bulan lamanya aku diberi pelatihan dengan diterjunkan langsung pada satu perkebunan karet yang sudah berjalan puluhan tahun. Cukup menyenangkan, aku sangat menyukai sistem kerja dan tugas yang nantinya akan aku jalani di tempat bekerja nanti.
Brii.. @BriiStory
Pada intinya, aku akan membantu pimpinan perkebunan yang nantinya akan bertanggung jawab penuh pada perkebunan itu.
Brii.. @BriiStory
Yang ku dengar, yang akan menjadi pimpinanku nanti adalah orang baru juga sepertiku, perkebunan karet yang akan menjadi tempat kerjaku nantinya pun adalah daerah penggarapan baru.
Brii.. @BriiStory
Daerah garapan baru, perkebunan karet yang baru saja diambil alih oleh pemerintah, tadinya dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta.
Brii.. @BriiStory
Aku juga sangat senang ketika mengetahui kalau nantinya perusahaan akan memberikan rumah sebagai tempat tinggal, jadi aku tidak perlu untuk memikirkan biaya tempat tinggal. Selain tempat tinggal, aku juga diberikan tunjangan makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Load Remaining (64)
Login and hide ads.