0

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam susunan Komisaris terbaru hasil RUPSLB PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Jumat (28/12/2018) tak ada lagi nama mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu. Said Didu digantikan oleh Jhoni Ginting sebagai Komisaris.


Bagaimana kiprah Said Didu di BUMN berkode emiten PTBA ini?

Said Didu menjadi komisaris PTBA menggantikan Thamrin Sihitie pada Maret 2015 lalu. Said Didu terpilih dalam RUPST 2015 yang digelar di Hotel JS Luwansa ketika itu.

Said Didu yang lahir di Pinrang-Sulawesi Selatan pada 2 Mei 1962 ini meraih pendidikan tinggi S2 di Teknik Industri, Institut Pertanian Bogor pada tahun 1996 dan S3 System Engineering, Institut Pertanian Bogor pada tahun 2000.

Said Didu merupakan Perekayasa Madya di BPPT hingga saat ini. Ia juga merupakan Ketua Bidang Perencanaan Tim Pelaksana KKIP.

Said Didu pernah menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN (2005-2010), Dewan Pengawas BLU Rumah Sakit RSCM (2007-2011), Komisaris Utama PTPN IV (Persero) (2006 sampai Sekarang), Komisaris Utama PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) (2008-2011), Anggota MPR-RI (1997-1999), Komisaris Utama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia, Direktur Teknologi Agroindustri, BPPT.

Dicopot Menteri Rini?

Said Didu dicopot tanpa alasan yang jelas. Dan memang pencopotan dilakukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Menurut saya ini hak dari otoritas pemegang saham. Kementerian BUMN," kata Dirut PTBA Arviyan Arifin saat berbincang dengan CNBC Indonesia TV.

Menanggapi hal ini Said Didu justru bingung. Said Didu mengatakan, berdasarkan UU BUMN, seseorang yang dicopot dari jabatannya sebagai komisaris, harus diberi tahu alasannya. "Saat saya diberi tahu belum ada alasannya," kata Said yang dihubungi langsung oleh CNBC Indonesia TV.

Secara rinci, perseroan mengangkat Soenggoel Pardamean Sitorus sebagai Komisaris Independen menggantikan Johan O Silalahi serta mengangkat Taufik Madjid dan Jhoni Ginting sebagai Komisaris menggantikan Purnomo Sinar Hadi dan Muhammad Said Didu.

**Dalam cuitannya di Media Sosial Twitter, Said Didu memang mengakui ada yang tidak sejalan. Ia pun menumpahkannya melalui media sosial.

**

Muhammad Said Didu @saididu
Melalui RUPSLB PTBA hari ini 28 Desember 2018 saya diberhentikan sbg Komisaris PTBA dengan alasan bhw saya sudah TIDAK SEJALAN dg Pemegang saham
Bu Carik @luviku
@saididu Kebenaran bagai memegang bara. Tetap kuat, pak said didu 🙏
🔙to🅰K🅰L $3H🅰T @Arsya41520375
@saididu Suruh rehat dlu bbrpa bulan pak @saididu , insyaAllah tercukupi sampai ada amanah baru di 2019 mendatang.. amiin
Alvin Lie ✈⚽ @alvinlie21
@saididu Alhamdulillah Mas @saididu telah melaksanakan tugas sbg Komisaris PT BA dgn baik. Tetap memegang teguh nilai² yg diyakini benar.
17.4.2019✌ @sutanrajo77
@panca66 @saididu Lebih baik berputih tulang daripada berputih mata. Baik menjadi orang penting,tp lebih penting menjadi orang baik.
KOMANDO PRABOWO! @FandhuW89
@saididu . Sabar Pak @saididu Anda Sengaja disingkirkan Karna Terlalu Kritis kepada Pemerintah " Tidak akan ada Ruang buat Pengkritik Rezim ini Korban @RamliRizal @sudirmansaid dan Anda sekarang " Itu semua Cuma Akal akalan saja Supaya Anda Tersingkir Permainan Mereka terlalu Licik "
Karebet probolinggo @Karebet_30345
@saididu bila dilihat komisari2 bumn skrg.sprti ngabalin.. boni. fajrul.. bapak saja yg nyeleneh menurut mereka, tp untuk rakyat bapak org berani menyuarakan kebenaran. maju teruss pak..
Parabellum🔥 @Cupiezvale
@saididu Prof didu pasti sdh mduga dan haqqul yakin engga kaget. Anggap aja ini jumat berkah prof. Pasti ada hikmahnya. Komisaris atau jbtan stinggi apapun tak ada guna jika nurani prof bertolak blkang. Sy ykin pgorbanan prof demi bgs n negr, bukan utk rezim! Allah sbaik2nya penolong.🤲🙏
Muhammad Said Didu @saididu
Hari Ini saya merasa terhormat krn : 1) dilakukan RUPS Luar Bisa PPTBA dg agenda tunggal memberhentikan saya, dan 2) alasan pemberhentian saya krn dianggap TIDAK SEJALAN dengan pemilik saham Dwi Warna (Menteri BUMN)
The Last Samurai @wjpjp
@saididu Sebenarnya klu sudah tdk sejalan, hrsnya resign bukan tunggu dipecat. Lebih terhormat !
Mahadewa @mahadewasiregar
@saididu Marjuki kacang mede.. Rejeki nggak kemane.. Pak @saididu, anda berjasa menyumbangkan sesuatu yang membuat kami makin mantap dengan pilihan kami. Sehat selalu. #2019PrabowoSandi #2019GantiPresiden
infografis @budi18
@saididu Bpk disingkirkn krn masuk direksi AKAL SEHAT @rockygerung
Susiani aka Ncuz @susi_siregar
@saididu Brave men don’t shake on fear, They smile at threats & say “Bring it On !” Good luck on your next journey ya pak. Insha Allah, rejeki sudah ada yg atur. Tetap semangat. Salam utk keluarga 🙏🏼
Pembuka Kotak Pandora @charlestulis
@saididu Saya merasa pemegang saham sudah benar. Buat apa memelihara komisaris, yang berada di dalam, tapi hanya memberi bad influence.
#Kisihati Heru @her_alone
@saididu @luviku Menurut saya, pemilik saham BUMN adlh Pemerintah. Dulu diwakili Dep Keuangan. Skrg dibentuk Kementerian BUMN. Tetapi tetap saja saham BUMN dimiliki oleh pemerintah, bukan Kementerian BUMN apalagi Menteri BUMN. Sbg wakil pemerintah, Om Said dilengserkan oleh pemerintah. Gitu kan?
bakoel es CENDOL @RidlwanSyarief
@her_alone @saididu @luviku Menurut sya ini salah satu kepanikan rezim,alasan pemecatan pak @saididu bukan cuman krn pak @saididu pilih pak @prabowo, tp krn elektabilitas petahana amblas,dimna slh stu penyebab nya @ medsos, dan pak @saididu mjd pelopor bermedsos dg cerdas!!! #2019PrabowoSandi
Dahnil A Simanjuntak @Dahnilanzar
@saididu Selamat Bang Said. Gelombang Perubahan semakin terasa membesar.
Jagoku AYAM SAYUR @Cak_Bram75
@Dahnilanzar @saididu Dan kapal 02 lbh kuat & nyaman utk berlayar arungi gelombang lautan Nusantara.
NYAI❤️2 #2019PrabowoPresident08🇮🇩 @CintaNKRI12
@saididu Rezeki Allah yang Atur ya Prof , Alhamdulillah di pecat karnaAllah sayang dgn mu Prof , Karna dirimu terlalu bersih u mereka , Sukses prof👆🏽👆🏽🙏🙏
Salman Helmi @SalmanHelmi4
@Dahnilanzar @saididu Ini petanda kubu jokowi arogan dan rakyat harus menentang ke aroganan ini dngan cara ganti rezim dngan yg lebih baik.
Load Remaining (51)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.