1
A. Ainur Rohman @ainurohman
Jawa Pos mendapatkan salinan daftar penerima bonus atlet dan pelatih para-cycling di Asian Para Games 2018. Di sana ada nama Agus Sundardi yg bergelar pelatih nasional (no.17). Masalahnya, pelatih lain tidak ada yang kenal nama Agus! Sosoknya tak pernah ada! pic.twitter.com/sSZ0xKYZzT
Expand pic
Expand pic
A. Ainur Rohman @ainurohman
Deputi III Kemenpora Reden Isnanta mengatakan dua pekan lalu sudah mencairkan bonus kpd para pelatih penerima medali AGP2018. Langsung ke rekening masing2. Lalu ke manakah bonus utk sosok Agus Sundardi?
A. Ainur Rohman @ainurohman
Selain soal sosok Agus Sundardi yg fiktif ini, muncul tenggara bahwa ada pelatih yg menerima jumlah uang dgn tdk semestinya. Jumlahnya berbeda antara tabungan, pengumuman resmi, dan regulasi yg sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kami masih melakukan penelusuran soal ini.
A. Ainur Rohman @ainurohman
Tim para-cycling Indonesia APG 2018 ini memang bermasalah. Manajernya, Adhi Purnomo, mnjd tersangka KPK krn terlibat korupsi. Adhi yg merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora diduga menerima uang suap Rp 318 juta dr pejabat KONI utk melicinkan aliran dana hibah.
A. Ainur Rohman @ainurohman
Para pelatih dan atlet tentu sangat terpukul dgn kasus lancung yg menjerat sang manajer, Adhi Purnomo. Tp yg lebih penting sekarang adalah meraka harus menerima bonus yg sesuai dgn hak mereka.
A. Ainur Rohman @ainurohman
Masih soal bonus Asian Para Games 2018. Jawa Pos menemukan satu fakta mengejutkan bahwa jumlah bonus yg diterima pelatih dlm tabungan, ternyata berbeda dgn pengumuman resmi Kemenpora. Ini menimpa pelatih para-cycling Puspita Mustika. Selisihnya sampai tembus setengah miliar! pic.twitter.com/FKOiQU10c5
Expand pic
Expand pic
Expand pic
A. Ainur Rohman @ainurohman
Kami juga mendapatkan fakta baru bahwa jumlah bonus yang diterima seorang pelatih dengan yg diumumkan scr resmi oleh Kemenpora ternyata juga berbeda! Selisihnya sampai tembus 1/2 miliar-> twitter.com/ainurohman/sta…
A. Ainur Rohman @ainurohman
Kemepora harus menjelaskan soal ini. Sebab saat dikonfirmasi Jawa Pos, Ketua National Paralympic Committee Senny Marbun mengatakan bhw pelatih harus membagi bonusnya dgn sosok lain yg punya peran tp tdk masuk SK. Tp masalahnya soal pemotongan ini sangat tidak transparan.
A. Ainur Rohman @ainurohman
Kepada kami, Puspita Mustika mengatakan sama sekali tdk tahu bahwa NPC mengharuskan pelatih membagi bonusnya dgn sosok lain. Tiba2, nominalnya berkurang banyak sekali. Pelatih makin curiga krn ada sosok pelatih fiktif bernama Agus Sundardi sbg salah satu penerima bonus.
A. Ainur Rohman @ainurohman
Di tabungan BRInya, Puspita menerima Rp 137,5 juta. Di situs resmi Kemenpora dia ditulis dpt bonus Rp 675 juta krn medali perunggu. Pdhl Puspita melatih atlet yg mendapat 1 emas, 8 perak, 8 perunggu. Kalau berdasar regulasi, Puspita harusnya menerima Rp 1,5 M. Ada apa ini?
A. Ainur Rohman @ainurohman
Kemenpora wajib memberikan klarifikasi. NPC juga harus transparan. Direktorat Tipikor Bareskrim juga harus turun tangan. Kasihan para pelatih seperti Puspita. Mereka banting tulang dan peras keringat utk membantu atlet2 difabel berprestasi. Masak sistemnya amburadul seperti ini.
Penunggu Tribun @joretni
@ainurohman Yang diterima Puspita kok persis kayak Coach yg dpt perunggu ya
A. Ainur Rohman @ainurohman
@joretni Makanya itu. Pdhl Puspita melatih atlet para-cycling yg mendapatkan 1 emas, 8 perak, dan 8 perunggu di Asian Para Games 2018.
A. Ainur Rohman @ainurohman
Kemarin, Jawa Pos berhasil melakukan sejumlah konfirmasi soal insiden ini. Kesimpulannya ada di terbitan hari ini: 1. Skema pembagian bonus dr NPC sangat ruwet, terkesan tdk adil, dan memicu kekecewaan. 2. Belakangan,Kemenpora mengaku bahwa pengumuman di situsnya ternyata TYPO! pic.twitter.com/vw90JQJyVk
Expand pic
A. Ainur Rohman @ainurohman
Kpd Jawa Pos, Puspita mengaku sangat kecewa dgn pembagian bonus APG 2018. Dlm setiap tanda tangan berkas, dia tertulis sbg pelatih kepala. Kontribusinya juga besar, menyiapkan program, dll. Harusnya nilainya lebih dr 2 perunggu. Tp bonusnya terkecil ketimbang dua pelatih yg lain!
A. Ainur Rohman @ainurohman
Tadi malam, saat berita ini Jawa Pos tulis, Kemenpora langsung mengoreksi besaran bonus yg diterima Puspita Mustika di situs resminya. Harusnya kesalahan mendasar dan sikap tak profesional ini tidak terjadi di level kementerian. Sebab ini memacu keresahan di kalangan pelatih.
A. Ainur Rohman @ainurohman
Hari ini, Jumat (28/12) sekitar pukul 12.30 WIB Komite Paralimpiade Nasional (NPC) akan melakukan konferensi pers di Solo terkait soal ini. Kami menunggu, semoga ada penjelasan yg masuk akal. Sejak kemarin, orang2 NPC ini memang susah sekali dikontak.
A. Ainur Rohman @ainurohman
Situs resmi @KEMENPORA_RI sudah melakukan koreksi atas kesalahan input yang mereka lakukan. Semoga lebih berhati2 lagi di masa depan.. pic.twitter.com/eqEp9HOBRq
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.