0
Fiersa Besari @FiersaBesari

Menulis, bermusik, merekam, berkelana / Telah beredar buku “Tapak Jejak” / 081223438910 Deri (acara) / 085282747109 Ubay (PP) - kerjasamafiersa@gmail.com

https://t.co/XzdFq7wlw9
Fiersa Besari @FiersaBesari
Saya belajar keberagaman ketika Ibu menikah lagi . (Akhirnya) Sebuah Thread
Fiersa Besari @FiersaBesari
Ibu dan ayah kandung saya bercerai ketika saya dan Satriya Besari (adik saya) masih kecil. Alasannya karena perbedaan prinsip. Setelahnya, Ibu jatuh cinta lagi dengan rekan kerjanya, Toy Stanlie, seorang Tionghoa yang lebih muda sembilan tahun darinya. Kisah cinta mereka tidaklah
Fiersa Besari @FiersaBesari
mudah. Apalagi ketika cinta membawa Ibu dan Om Toy ke jenjang selanjutnya: pernikahan. Bayangkan, Ibu dari keluarga Muslim, dan Om Toy dari keluarga Nasrani. Belum lagi, perbedaan usia dan etnis. Ditambah, Ibu seorang janda beranak dua. Tapi, Om Toy tetap pada pendiriannya. Ia
Fiersa Besari @FiersaBesari
memutuskan untuk menjadi mualaf dan menikahi Ibu. Tapi, Om Toy tak hanya masuk Islam untuk menikah, ia benar-benar imemperdalam ilmu agama. Lucu juga, sih. Apalagi waktu minta diajarkan Iqra dan waktu baru disunat. Lama-lama, Om Toy pandai mengaji, jauh lebih pandai dari saya.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Tahun berganti, keluarga Om Toy melunak. Keluarga Ibu pun juga. Apalagi, ketika si bungsu, Fahd Ramadhan, lahir. Di titik inilah saya belajar keberagaman. Hari besar keluarga kami bukan hanya ketika berkumpul di hari lebaran, tapi juga ketika tahun baru Cina dan natal. Tapi,
Fiersa Besari @FiersaBesari
Kedekatan saya dengan Om Toy baru terjadi pada tahun 1997, kala kami hidup di Jakarta Timur. Waktu itu, saya bertengkar parah dengan Ibu, sampai kabur dari rumah. Di masa kabur, saya dan seorang kawan hendak main ke Monumen Pancasila. Ketika tiba, malah diadang oknum tentara.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Katanya, akan ada kunjungan menteri, jadi Monumen Pancasila ditutup untuk sementara waktu. Bodohnya, saya malah mencibir dan mengejek oknum tentara tersebut. Ia tak terima, saya ditarik dipukuli. Kala itu, saya baru merasakan yang namanya babak belur. Kawan saya berlari keluar
Fiersa Besari @FiersaBesari
dan memanggil kakeknya yang pensiunan tentara (rumahnya di Dirgantara). Saya pun dilarikan ke RS Haji dengan kondisi wajah bengap dan bibir robek. Saya ingat sekali betapa Om Toy datang dengan panik dan geram. Pada saat itu, kami sampai mengurus ke Guntur. Meski tidak tahu
Fiersa Besari @FiersaBesari
kelanjutan kasusnya bagaimana. Setelahnya, Om Toy menasihati saya, tentang jangan bersikap sembarangan, juga tentang Ibu. Dari sana, saya melihat sosok ayah di dirinya. Beberapa hari kemudian, saya meminta izin untuk memanggilnya “Bapak”. Om Toy tersenyum dan memperbolehkan.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Tahun 1998 kerusuhan meletus. Ini menjadi tahun terkelam dalam hidup keluarga saya. Etnis Tionghoa tak aman. Toko-toko dijarah dan dibakar. Bapak terancam dibunuh. Si bungsu yang masih sangat kecil harus disembunyikan. Tapi, di antara kegelapan, kami menemukan kebersamaan.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Tanpa sadar, sedari kecil, saya ditempa menjadi seseorang yang toleran dalam menghadapi perbedaan; yang mendahulukan kemanusiaan di atas keyakinan. Saya ngeri dan muak membayangkan betapa negeri kita masih bisa diracuni dengan isu ras dan agama sebagai alat politik.
Fiersa Besari @FiersaBesari
Tahun 2015 lalu, Bapak berpulang. Meski beliau telah pergi, tapi ajarannya untuk menghargai sesama manusia, apa pun agama, etnis, dan keyakinan mereka, menetap di hati saya dan kedua adik saya. Selamat merayakan apa pun yang ingin Kawan-kawan rayakan. Tetap jadi orang baik
alan @alancatrani_
@FiersaBesari alangkah damainya negeri ini bila dipenuhi oleh orang-orang yang pemikirannya sepertimu, Bung. 🤝🤝👏🏻👏🏻
Makhluk EKSKLUSIF @fwisnu18
@FiersaBesari Biasanya, jika saya membaca sebuah thread, saya merasa bosan dan terasa paaanjang sekali. Tapi ini, seperti mendengar cerita singkat dari seorang kawan yang hidup di tengah keberagaman.
Akandra @sukaart1
@FiersaBesari Nemu tbread ini ga terasa scroll trs sampe abis. Mau blg: thanks for sharing this mas. In this chaotic world we live in terselip kissh hidup yg sangat mencerahkan. Kita semua membawa kisah masing-masing tp tdk semua bs bercerita. Sslam sejahtera 🙏
Wiwi @rchmwt__
@FiersaBesari Respect ! Perbedaan ada itu untuk mempersatukan,bukan untuk memecah belahkan.
Yenny Kartika @_yennykartika
@fwisnu18 @FiersaBesari Fiersa tidak mengakhiri setiap cuitan di utasnya dengan tanda titik. Alih-alih ia terus melanjutkan kalimat berikutnya. Ini yang bikin proses membaca utasan terasa mengalir.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.