Menyoal Kalimat "Perayaan Natal & Tahun Baru Jangan Demonstratif, yg mengganggu perasaan umat lain" di Surat Himbauan yang Ditandatangani Wali Kota Malang

Surat himbauan perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019 yang ditandatangani Wali Kota Malang Sutiaji beredar di media sosial dan bikin ramai. Surat tersebut dinilai diskriminatif.
Demonstratif walikota malang perayaannatal viralnow natal surat himbauan
0
Aditya Wisnu @AdityaWisnu
Ini saya tersinggung bacanya! Sejak kapan umat Nasrani merayakan Natal secara demonstratif sampai mengganggu “perasaan” umat lain? Kami ke Gereja, kebaktian malam Natal, makan malam, besoknya Ke gereja lagi. Bukan muter2 keliling kota, sambil nabuh gedang dan bakar petasan. pic.twitter.com/p7gzuAnduW
 Expand pic
Koes 💙 @askos88
@AdityaWisnu Pilihan katanya memang cukup menganggu ya mas😢
Aditya Wisnu @AdityaWisnu
@askos88 Malah ngelihatin yang punya issue dengan intoleransi adalah mereka.
Miss Anthropist @NoniZara
@AdityaWisnu (((Mengganggu perasaan umat lain))) itu bukannya relatif ya 😑
Aditya Wisnu @AdityaWisnu
@NoniZara “Perayaan Natal boleh tapi jangan keras-keras ya. Nanti mengganggu perasaan umat lain” Begitu kira2 kalo aku baca.
Sukhendro Pragulo @SukhendroPragul
@AdityaWisnu @bud1_f1 Benar mas, saya kok juga risi dengan kalimat di butir 2, kata "demonstratif " ini konotasinya jadi negatif.
male street @malestreet09
@AdityaWisnu Kalau menurut saya ya mas... Poin nomer dua itu lebih ke semua warga bukan cuma nasrani... Yg merayakan natal dan TAHUN BARU... Kan kayanya lebih parah perayaannya di tahun baru ya... Cuma mgkn salahnya gausah bawa2 natal ya... Tahun baru nya aja... Natal dibahas di poin 3 ya
latanggoart @latanggoart
@AdityaWisnu Kalimat pada poin 2 yg menjadi permasalahan, pdhl mungkin yg di maksud demonstratif itu di perayaan tahun barunya, aneh juga klo perayaan natal di anggap demonstratif secara natalan di Indonesia 72 thn merdeka blm pernah dengar ada semacam itu
Airam @Airam535
@latanggoart @AdityaWisnu Perayaan tahun baru kan sdh bukan natal ya. Tahun baru kan umum. Dan klo mau survey, brp % umat Islam/kristiani yg ngerayain tahun baru coba, scr umat krstiani ada brp % di Indonesia 🤣😂 lagi, klo ada yg natalan besar2an udah di gruduk duluan sblm surat spt itu beredar 😂
latanggoart @latanggoart
@Airam535 @AdityaWisnu Makanya aneh, kalimat "menganggu perasaan umat lain" itu aneh, seharusnya tidak perlu dituliskan, poin perayaan tahum baru semestinya dipisahkan sebab yg demonstratif dan menganggu ketertiban umum itu bukan perayaan natal
Dandy HYPA @PurworOjek
@AdityaWisnu @Takviri Pada poin nomer 4, bertentangan dengan peraturan perusahaan yg kurang lebihnya bisa diartikan begini: "karyawan tidak boleh menolak tugas atasan terkait dengan kebijakan perusahaan"
Ya Metal Ya Murottal @jenggot_rocker
@AdityaWisnu saya tinggal di Malang mas, selama ini perayaan Natal, Lebaran dan hari besar agama apapun berjalan biasa aja.disini toleransinya ga ada masalah kok,disini masjid agungnya aja sebelahan sama gereja. dan selebaran itu juga sedang dipermasalhkan disini.
Aditya Wisnu @AdityaWisnu
@jenggot_rocker Saya tahu. Saya kuliah di Unmer Malang angkatan 1999. Walikota Malang harusnya peka, akhir2 ini kondisi politik panas dan marak aksi intoleran. Harusnya membuat surat edaran yg merangkul, bukan mengotak-kotakan.
paniong @yulisoktavani
@AdityaWisnu @jenggot_rocker Benar kk,keadaan politik di indonesia emg lgi goyah,bnyk oknum" gk bertnggung jwab sperti ini,nengadu domba antar bngsa:(
Tunggal Pawestri @tunggalp
@AdityaWisnu Maafkan kami mas.... Saya sih ndak bisa membayangkan jika surat ini diedarkan pada malam takbiran dan meminta warga tidak merayakan secara demonstratif. Akan ada berapa juta orang tersinggung 😓 Selamat natal, berkah dan kasih menguatkan Anda sekalian ✨
Nurul Dwi Astari @NurulDwiAstari
@AdityaWisnu @Sarah_Pndj Maaf mas.. Saya kok juga malu bacanya.. Ingin Rasanya mewakili untuk sekadar mengucap maaf
Aditya Wisnu @AdityaWisnu
@NurulDwiAstari @Sarah_Pndj Mbaknya enggk salah jangan minta maaf. Itu Walikotanya yang tidak peka dalam membuat surat.
R_Setiawan @RonaldSet9
@AdityaWisnu @NurulDwiAstari @Sarah_Pndj Walikotanya terlalu malas utk membaca isi suratnya. Perayaan natal yg demonstratif misalnya begini kah? perayaan natal sambil muter2 keliling kota, sambil nabuh drum dan bakar petasan... Gak pernah ngalamin seumur hidup gue..🤔
#JokoWinElection @kardusbox08
@RonaldSet9 @AdityaWisnu @NurulDwiAstari @Sarah_Pndj Mohon maaf atas kelakuan walikota yg tidak paham ini. Saya pun malu setelah membaca isi surat tsb.
romanfootball @romanfootball
@kardusbox08 @RonaldSet9 @AdityaWisnu @NurulDwiAstari @Sarah_Pndj Sebenarnya dia lebih kepada gagap bahasa indonesia yg baik dan benar. Ngerti sih maksudnya. Lebih kepada "merayakan secara khidmat" Tapi yg dipake bahasa yg Kontra. Harusnya Level walikota bisa paham ini, atau justru biro Humasnya yg Gegabah pilih bahasa
Franky M #1JKW1N @f24nk1
@AdityaWisnu Lha.. Kok Malang jadi begini? Kenapa hrs ada surat spt ini? Natal itu kan perayaan kegembiraan.. Kesannya dibuat spt berbahaya...
not your pretty girl @alarassae
@AdityaWisnu @mommy_elzar poin 2, 3, 4 sungguh membingungkan, yang membuat seperti bimbang antara menyuruh toleransi tapi tidak rela dan tidak tulus. isin aku mas, selamat natal. semoga bahagia dan damai natal menyertai kita semua. malu untuk tidak meminta maaf, jadi tolong maafkan.
Anak Indonesia @BataonaJoe
@AdityaWisnu Poin 2 emng kita semua terganggu ; Umat Nasarani tdk prnh merayakan Natal di Lapangan terbuka spt Sholat Id, Umat Nasarani tdk melakukan pawai dgn Toa spt org kesurupan layaknya malam Takbiran, Misa ato ibadah Natal hanya di lakukan di grj, suara tdk dgn Toa spt di Mesjid".!!
♫♫ ♬♪ @x8x0x8
@AdityaWisnu bila yang disoroti adalah kata demonstratif, mari kita simak pengertian dari kata tsb. mungkin yang mencolok adalah atribut dekor dsb, bukan perayaannya, karena sejauh yg saya tau perayaan kami dilakukan di gedung, bila pun pakai gedung umum, kami sewa #cmiiw pic.twitter.com/iBiBlG8uA4
 Expand pic
Load Remaining (15)
Login and hide ads.