4
Brii.. @BriiStory
Setelah selesai membereskan warung, teh Yanti langsung berangkat ke #rumahteteh yang jaraknya cukup dekat dengan rumahnya, sendirian. Waktu itu sudah sekitar jam 10 malam.
Brii.. @BriiStory
Setelah sampai, teh Yanti melihat sekeliling, #rumahteteh terlihat sepi dan tampak kosong di dalamnya. Hanya lampu halaman yang menyala terang. Gak ada mobil maupun motor yang parkir di halaman. Gak berfikir macam-macam, teh Yanti berjalan ke pintu depan, dan mengetuknya.
Brii.. @BriiStory
"Assalamualaikum, Sisi..." dia memanggil nama Sisi dari luar. Gak ada jawaban. Tapi tiba-tiba pintu terbuka sendiri, gak terbuka penuh, hanya sebagian. Tampak terbukanya seperti ditiup angin. Teh Yanti langsung membukanya, dan perlahan masuk ke dalam.
Brii.. @BriiStory
Ruang tamu terlihat gelap, kosong.. Teh Yanti melanjutkan berjalan ke ruang tengah, keadaannya sama, gelap dan kosong, hanya sedikit cahaya dari luar yang membantu penglihatannya. "Sisi.., ini teh Yanti" sekali lagi dia mencoba memanggil Sisi. Tetap gak ada jawaban..
Brii.. @BriiStory
Suasana tetap sepi dan hening.. Teh Yanti sempat untuk mengurungkan niat dan pulang, karna dia pikir rumah dalam keadaan kosong. Ditambah perasaannya mulai gak enak.. Sempat beberapa saat teh Yanti berdiri di ruang tengah sambil memperhatikan seisi rumah.
Brii.. @BriiStory
Akhirnya dia memutuskan untuk kembali pulang aja, membalikkan badan dan melangkah ke arah pintu keluar. Tapi baru jalan beberapa langkah, tiba-tiba.. "Yanti, naik ke atas aja, aku di sini" Ada suara perempuan yang memanggilnya, suara yang terdengar dari lantai atas.
Brii.. @BriiStory
Langsung menghentikan langkah, teh Yanti menjawab, "iya Si.., teteh kira gak ada siapa-siapa.." Teh Yanti langsung berjalan ke arah tangga.
Brii.. @BriiStory
Dari bawah, lorong tangga terlihat sama, gelap dan kosong. Perlahan teh Yanti menaiki tangga itu satu persatu di dalam gelap..
Brii.. @BriiStory
Gambaran lantai atas adalah seperti ini: Tepat di ujung tangga paling atas, ada dua kursi kayu yang di tengahnya ada meja kayu kecil berwarna gelap. Di depan meja dan kursi itu ada lorong buntu. Di sebelah kanan lorong ada dua pintu kamar, masing-masing kamar Memi dan Sisi.
Brii.. @BriiStory
Lorong depan kamar Memi dan Sisi hanya diterangi lampu kecil, yang cahayanya redup, tapi masih mampu menerangi, jadi gak terlalu gelap total. Kebayang kan gimana bentuk lantai atas?
Brii.. @BriiStory
Sesampainya di lantai atas, teh Yanti melihat sekeliling. Menurutnya, saat itu dua kursi kayu di depan tangga terlihat kosong, kedua pintu kamar juga tertutup. Cahaya lampu lorong yang redup mengantarkan langkah teh Yanti menuju ke depan pintu kamar Sisi..
Brii.. @BriiStory
Sesampainya di depan pintu.. "Assalamulaikum, Sisi...ini Teh Yanti..." teh Yanti kembali mencoba memanggil Sisi.. Gak ada jawaban juga..
Brii.. @BriiStory
Perasaan teh Yanti semakin gak enak.. Buku kuduknya mulai berdiri.. Berkecamuk pikiran teh Yanti, ketika dia semakin merinding.. Tiba-tiba..
Brii.. @BriiStory
"Yanti.." Ada suara perempuan yang memanggil namanya, suara yang bersumber dari sisi kanan dia berdiri. Perlahan dia menolehkan wajahnya ke arah sumber suara..
Brii.. @BriiStory
Teh Yanti langsung diam membisu, badannya kaku gak bisa bergerak, ketika dia melihat kursi kayu yang tadinya kosong, tiba-tiba sudah ada yang duduk di atasnya..
Brii.. @BriiStory
Ada perempuan berambut panjang yang duduk di kursi itu, mengenakan baju terusan panjang berwarna gelap, bermotif kembang. Terpaku teh Yanti melihatnya..
Brii.. @BriiStory
Walaupun sebagian wajah perempuan itu tertutup rambut panjang, dan ditengah redupnya lampu ruangan, teh Yanti dapat melihat wajahnya cukup jelas.
Brii.. @BriiStory
Beberapa saat kemudian teh Yanti menyadari sesuatu.. Dia menyadari kalau dia mengenali wajah itu.. Teh Yanti kenal dengannya..
Brii.. @BriiStory
Perempuan itu terlihat tersenyum memandang teh Yanti yang masih saja diam gak bisa bergerak. Kaku, kaki teh Yanti seperti mati rasa, gak bisa digerakkan. Ketika ketakutan memuncak, tubuh teh Yanti lemas, dan jatuh terduduk..
Brii.. @BriiStory
Sambil mulai menangis, teh Yanti bilang: "Maaf teh, jangan ganggu Yanti.., hampura teh.." ucapnya dengan suara terbata-bata..
Brii.. @BriiStory
"Yanti.." sekali lagi perempuan itu memanggilnya.. Teh Yanti perlahan mengangkat wajahnya, dan menatap ke arah perempuan itu berada.
Brii.. @BriiStory
Perempuan itu terlihat sudah berdiri di depan kursi, masih dengan senyuman di wajahnya.. Kemudian berjalan pelan menuruni tangga, Dan gak terlihat lagi.. Sementara teh Yanti masih terduduk sambil menangis.. Suasana kembali hening dan sepi..
Brii.. @BriiStory
Perlahan teh Yanti berhasil memaksa tubuhnnya untuk berdiri, dan berjalan menuruni tangga.. Mempercepat langkahnya menuju pintu keluar, tanpa berani sedikitpun meihat ke belakang. **
Brii.. @BriiStory
Itulah alasannya kenapa teh Yanti gak pernah mau lagi menginjakkan kakinya di #rumahteteh. Beberapa hari setelah kejadian itu, teh Yanti pergi berkunjung ke rumah adiknya di Margahayu, untuk menemui ibunya. Dan mencari tau tentang perempuan yang dia lihat di #rumahteteh.
Load Remaining (752)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.