DULU TOLERAN SEKARANG BERUBAH RASIS | By @SuburBur

Jawabannya sederhana, karena isu SARA tersebut tidak mendapat sambutan serta dukungan dari tokoh2 nasional. Isu SARA yg dilempar tidak menjadi besar. Tidak ada ceramah serta khutbah di mesjid2 yg angkat isu tersebut. Kalaupun ada hanya sedikit.
Sara toleran RASIS
0
BurSubur @SuburBur
Saya perhatikan betul banyak nama2 yang saya tahu bukan seorang rasis pada awalnya dan sangat menghargai perbedaan, sekarang ini berubah 180 derajat menjadi begitu rasis. Itu terjadi sejak 2014 dan Pilkada DKI 2017 lalu.
BurSubur @SuburBur
Sebenarnya gaya2 rasis dan membawa isu agama sudah mulai ada pada Pilpres 2004. Saat itu SBY yg diserang dg isu agama. Siapa yg serang SBY lewat isu agama? Yang pasti kelompok yg tidak usung SBY.
BurSubur @SuburBur
Di tahun yg sama (2004), sebenarnya Amien Rais pun sedikit alami perlakuan yg berbau isu agama saat berharap dukungan sbg capres. Amien Rais nyaris tidak didukung oleh sebuah partai dengan alasan istri dan anak2 perempuannya tidak berhijab.
BurSubur @SuburBur
Keluarga Amien Rais dibanding-bandingkan dengan Keluarga Wiranto yang saat itu istrinya sudah berhijab. Meskipun akhirnya pada last minute dukungan 'setengah hati' itupun diberikan.
BurSubur @SuburBur
Di pilpres tahun 2004 itulah beredar slebaran2 yg menyerang keluarga SBY, serangan dengan isu agama. Nama Bu Ani Yudhoyono (Kristiani Herrawati) dipermasalahkan, tentu agama keluarganya yg menjadi sasaran tembak.
BurSubur @SuburBur
Serangan dengan isu agama tersebut tidak berhasil mengalahkan SBY saat itu. Tahun 2009 isu agama menyerang cawapres pasangan SBY yaitu Boediono. Istri Pak Boediono yaitu Ibu Hera yg disasar waktu itu.
BurSubur @SuburBur
Adalah Habib Husein Alhabsy (Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia) yg pertama menyebarkan info tersebut di tabloid Indonesia Monitor pada edisi Membongkar Kedok Boediono. ichwankalimasada.wordpress.com/2009/06/02/mem…
BurSubur @SuburBur
Namun sekali lagi serangan berbau SARA tersebut tidak berhasil mengalahkan SBY, sama seperti tahun 2004 SBY tetap unggul dan terpilih kembali sbg Presiden RI. Mengapa?
BurSubur @SuburBur
Jawabannya sederhana, karena isu SARA tersebut tidak mendapat sambutan serta dukungan dari tokoh2 nasional. Isu SARA yg dilempar tidak menjadi besar. Tidak ada ceramah serta khutbah di mesjid2 yg angkat isu tersebut. Kalaupun ada hanya sedikit.
BurSubur @SuburBur
Di Pilkada DKI 2012 isu SARA juga sempat dimainkan utk serang Jokowi-Ahok. Lagi-lagi hal tersebut gagal karena tokoh2 besar para pemimpin partai tidak ikut angkat isu tersebut. Gayung tidak bersambut. Jokowi-Ahok memenangkan Pilkada.
BurSubur @SuburBur
Jadi baik di pilpres 2004, pilpres 2009 serta pilkada 2012 isu SARA yang dihembuskan tidak menjadi besar karena tidak ada tokoh yg menyambut isu tersebut. Isu SARA di tiga momentum itu layu sebelum berkembang.
BurSubur @SuburBur
Mari kita bandingkan isu SARA yang dimunculkan pada pilpres 2014. Berbeda dengan momentum2 sebelumnya, di pilpres 2014 isu SARA sedemikian cepat berkembang dan dikembangkan. Ceramah2 berbau SARA sudah bukan hal yg sulit ditemui dimasa itu.
BurSubur @SuburBur
Tak perlu dijabarkan lebih detail lagi, semua pasti sudah paham dan mengalami masa2 itu. Puncak isu SARA ada pada pilkada DKI 2017. Masa yg menyedihkan. Mengapa momentum 2014 dan 2017 isu SARA tumbuh subur dan bisa begitu masiv disebarkan?
BurSubur @SuburBur
Tentu jawabnya kebalikan dari pertanyaan pertama tentang penyebab isu SARA yg tidak berkembang di momentum 2004,2008 dan 2012. Ya, di 2014 dan 2017 isu SARA mendapat tempat di beberapa kelompok serta beberapa tokoh ikut memainkannya. Gayung bersambut.
BurSubur @SuburBur
Tokoh2 serta nama2 yang pada momentum 2004, 2009, 2012 tidak 'tertarik' memainkan isu SARA berubah pada momentum 2014 serta 2017. Banyak yg secara terbuka memberikan pernyataan2 yang berbau SARA. Mulai dari yg berbahasa halus hingga dengan bahasa kasar.
BurSubur @SuburBur
Kata2 seperti kafir, cina, aseng, asing hingga pki seperti sudah menjadi santapan sehari-hari. Ironisnya kata2 tersebut bisa keluar dari mulut para tokoh yg sebelumnya dikenal akrab dengan keberagaman.
BurSubur @SuburBur
Jadi apakah bisa dipahami mengapa isu SARA tidak berkembang di 2004, 2009 dan 2012? Dan mengapa isu SARA tumbuh subur di 2014 dan 2017? Banyak tokoh berubah menjadi seorang rasis. Demi kekuasaan tokoh2 tersebut bisa berbalik sikap 180 derajat.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.