Add to Favorite
0
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Mengenal awan lentikular yang kemarin menyelubungi puncak Gunung Semeru - sebuah utas - - a thread -
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Pemandangan ini muncul di Gunung Semeru (Jawa Timur), gunung berapi sekaligus titik tertinggi di tanah Jawa, pada Senin pagi 10 Desember 2018 TU. Dan sontak bikin heboh, karena ketampakan awan mirip payung atau caping menghiasi puncak gunung. pic.twitter.com/XZnabhVCIa
 Expand pic
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Sebagian di antara kita bahkan melabeli panorama ini sebagai suatu pertanda alam dalam ranah mistis untuk satu kejadian penting bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang. Salah satu dasar klaimnya adalah karena pemandangan ini diklaim tak pernah terjadi.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Tapi sesungguhnya pemandangan seperti itu kerap dijumpai di langit,termasuk di puncak gunung.Ini disebut awan lentikular.Yakni awan stasioner (tak bergerak/menetap di satu tempat) yg terbentuk saat aliran udara menubruk suatu penghalang besar sehingga membentuk pusaran stasioner
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Di pusaran stasioner itulah awan lentikular terbentuk. Awan ini bisa bertahan mulai dari sesingkat beberapa jam hingga selama berhari-hari kemudian, sepanjang pusaran angin stasioner tetap terjadi.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Meski indah, awan ini sesungguhnya berbahaya.Eksistensinya di puncak gunung menandakan terjadi tiupan angin setaraf badai. Suhu udara setempat juga bakal lebih rendah dibanding hari biasa. Ini meningkatkan potensi pendaki gunung yg terjebak badai utk terkena hipotermia.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Bagi dunia penerbangan sipil maupun militer, pusaran angin yg membentuk awan lentikular ini juga dikenal berbahaya karena sifatnya yg turbulen. Sedangkan pesawat membutuhkan alitan udara laminar. Akibatnya pesawat bisa terguncang guncang hingga kehilangan altitude dg cepat.
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Berlawanan dg persepsi umum, awan lentikular sering dijumpai di puncak gunung sekalipun. Dalam catatan saya selama 2 tahun terakhir awan lentikular berkali-kali muncul di puncak Gunung Merapi. Meski ini karena tersedianya sistem CCTV pemantau Merapi bisa diamati terus-menerus
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Inilah salah satu pemandangan awan lentikular di puncak Gunung Merapi. Diabadikan oleh kawan saya Ranto / Kojex relawan Merapi. Terlihat tak hanya tunggal, melainkan berlapis-lapis menudungi puncak gunung. pic.twitter.com/ySnFwGbHIq
 Expand pic
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Ini adalah pemandangan awan lentikular di Gunung Ciremai (Jawa Barat) pada Desember 2012 TU. Diabadikan dari pesisir kabupaten Cirebon oleh kawan saya Ahmad Subhan pic.twitter.com/J4EICaZdjX
 Expand pic
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Dan ini adalah pepemandangan awan lentikular di puncak Gunung Sinabung (Sumatra Utara) pada 2016 TU silam. Diabadikan oleh rekan Sadrach Perangin-angin relawan Sinabung pic.twitter.com/5iTRWqkGOw
 Expand pic
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
Jadi awan lentikular ini adalah awan biasa. Fenomena atmosferik biasa saja meski terkesan unik. Ia tak ada kaitannya dengan aktivitas vulkanik sebuah gunung berapi. Juga tak perlu ditafsirkan macam-macam karena sering terjadi
alex_h @alaikahidayat
@marufins Awan ini hanya terjadi di gunung saja? Terus gerak anginnya dari bawah keatas dengan memutar layaknya topan atau tidak?
Muh Ma'rufin Sudibyo @marufins
@alaikahidayat Nggak. Bisa di non gunung. Syarat utamanya ada penghalang besar yg membuat gerak angin mendatar berubah menjadi vertikal + berpusar. Pusarannya rendah kok, nggak sekenceng topan.
Login and hide ads.