Indonesia, Perusahaan Keluarga daripada Soeharto

Pada 1966, bisnis keluarga Soeharto mulai terbentuk. Ketika menjadi pejabat Presiden, Soeharto mengeluarkan Peraturan Pemerintah no. 8 untuk merampas dua konglomerasi yang memiliki aset sebanyak $ 2 milyar
Indonesia berita breakingnews Politik soeharto
0

Koran Sulindo – Pada 1966, bisnis keluarga Soeharto mulai terbentuk. Ketika menjadi pejabat Presiden, Soeharto mengeluarkan Peraturan Pemerintah no. 8 untuk merampas dua konglomerasi yang memiliki aset sebanyak $ 2 milyar. Konglomerasi tersebut kemudian menjadi PT Pilot Project Berdikari. Perusahaan ini menjadi salah satu jantung utama kerajaan bisnis Soeharto.

Keberuntungan presiden mulai melambung bersama-sama dengan beberapa teman dekatnya, yang paling terkenal adalah Liem Sioe Liong dan The Kian Seng, yang lebih dikenal sebagai Mohammad “Bob” Hasan. Di akhir 1969, Soeharto memberikan sebagian monopoli – yang pada akhirnya menjadi monopoli penuh – pada barang-barang impor, pabrik penggilingan dan distribusi gandum dan tepung pada PT Bogasari Flour Mills, yang dikuasai oleh Kelompok Salim milik Liem.

Dasar keberuntungan Soeharto adalah yayasan kepresidenan. Lusinan yayasan telah didirikan seolah-olah sebagai yayasan amal, dan yang membiayai sejumlah besar rumah sakit, sekolah, dan mesjid. Tetapi yayasan-yayasan tersebut juga merupakan dana raksasa yang tidak resmi untuk investasi proyek-proyek Soeharto dan kroninya, maupun untuk mesin politik presiden, yaitu Golkar.

Diawali di tahun 1978, seluruh Bank milik pemerintah diminta memberikan 2,5 persen keuntungannya untuk Yayasan Dharmais dan Yayasan Supersemar, demikian menurut Jaksa Agung terdahulu Soedjono Atmonegoro. Keppres no. 92 tahun 1996 memerintahkan bahwa setiap pembayar pajak dan perusahaan yang berpenghasilan $ 40.000 setahun, diharuskan menyumbang 2 % pendapatannya untuk Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, yang dibentuk untuk mendukung program pemberantasan kemiskinan.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/indonesia-perusahaan-keluarga-daripada-soeharto/

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.