5
Brii.. @BriiStory
Selamat malam..:) kali ini gw akan menceritakan kisah yang dialami oleh salah satu anggota keluarga. Sekali lagi gw ingatkan, jangan pernah membaca cerita di sini sendirian, pokoknya jangan ya.. *gambar yang ada hanya ilustrasi belaka. Sumber: google #memetwit @InfoMemeTwit
Brii.. @BriiStory
Ingat om Heri kan? Om gw yang pernah jadi supir mobil pengantar jenazah di Semarang. Om yang juga banyak memiliki pengalaman aneh dan seram. Nih kisah om heri sebelumnya, sekedar mengingatkan: twitter.com/BriiStory/stat…
Story "[G-Story] Kisah Mistis Om Heri Ketika Menjadi Sopir Mobil Pengantar Jenazah" by @BriiSt.. Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 3837 pv 3
Brii.. @BriiStory
Malam ini, beliau akan cerita tentang pengalamannya saat bekerja di salah satu perusahaan perkebunan. Pekerjaan yang dia jalani setelah selesai bekerja pada rumah sakit, sebagai supir mobil pengantar jenazah, di Semarang. Peristiwa ini terjadi sekitar awal tahun 90an
Brii.. @BriiStory
Setelah twit ini, om Heri yang akan menceritakan langsung tentang kejadiannya ya.. Jadi yg cerita pada malam ini adalah om Heri, bukan brii, Yuk simak.. **
Brii.. @BriiStory
Waktu itu om bekerja di pedalaman Sumatera, tempat yang sangat terpencil, jauh dari mana-mana, benar-benar di tengah hutan, hutan karet tepatnya.
Brii.. @BriiStory
Iya, alhamdulillah, setelah bekerja sebagai supir mobil jenazah waktu itu, om diterima bekerja di perusahaan perkebunan, yang letaknya di daerah sekitar Martapura, Sumatra Selatan.
Brii.. @BriiStory
Om bekerja sebagai pengawas perkebunan karet yang total luasnya mencapai hingga ribuan hektar. Tapi tentu saja om gak mengawasi keseluruhannya, hanya beberapa puluh hektar saja yang jadi tanggung jawab om.
Brii.. @BriiStory
Perusahaan ini mempekerjakan banyak lekerja, dan yang jumlahnya paling banyak adalah buruh lepas yang bertugas mengambil karet dari pohonnya, setiap hari. Nah, salah satu pekerjaan om adalah mengawasi para buruh itu bekerja. ~Salah satu om? Emang apa lagi selain itu?
Brii.. @BriiStory
Mengawasi para buruh bekerja, menurut om bukan pekerjaan yang terlalu berat, om sangat senang melakukannya. Karena waktu itu perusahaan tempat om bekerja ini masih kekurangan orang, maka om ditugaskan juga untuk mengawasi dan menjaga perkebunan, agar gak ada pencurian.
Brii.. @BriiStory
Tugas inilah yang agak berat, karna harus berpatroli pada malam hari, berdua dengan teman menggunakan motor, keliling perkebunan yang cukup luas itu. Selain itu juga, yang om gak kuat adalah harus menghadapi kejadian dan pemandangan seram yang banyak terjadi dalam prosesnya. **
Brii.. @BriiStory
Perusahaan ini memberikan beberapa fasilitas, dan juga gaji yang lumayan besar waktu itu. Salah satu fasilitas yang diberikan adalah tempat tinggal. Ada mess berbentuk rumah, yang disediakan perusahaan lengkap dengan isi dan segala penunjangnya, om diharuskan tinggal di situ.
Brii.. @BriiStory
Rumah besar yang terdiri dari empat kamar, ruang tamu, ruang tengah, dapur dan satu kamar mandi.
Brii.. @BriiStory
Letak rumah ini cukup "menantang", terletak di tengah-tengah perkebunan karet, gak ada rumah lain di sekelilingnya, benar-benar sendirian. Jarak menuju desa terdekat sekitar satu jam perjalanan menggunakan motor. Kebayang ya? Betapa terpencilnya rumah itu..
Brii.. @BriiStory
Oh iya, satu lagi, rumah ini juga gak berpagar, langsung berhadapan dengan hutan karet. Dan yang paling seru adalah, rumah ini belum ada aliran listrik, penerangan hanya mengandalkan petromak dan lampu templok minyak tanah. **
Brii.. @BriiStory
Ketika pertama kali datang, pada pagi hari waktu itu, om disambut oleh Wahyu, yang nantinya ditugaskan untuk menjadi asisten om selama bekerja di situ Wahyu berumur sekitar 22 tahun. Pemuda asal Palembang yang kebetulan baru tiga bulan bekerja. Wahyu menyambut dengan ramahnya,
Brii.. @BriiStory
Kemudian kami berbincang, dia menceritakan keadaan dan suasana di tempat itu. "Jadi, selama tiga bulan pertama kerja, kamu tinggal di sini sendirian?" Tanya om penasaran. "Nggak pak, saya cuma sempat tinggal di sini selama satu minggu pertama, gak betah saya sendirian pak"
Brii.. @BriiStory
"Trus selebihnya kamu tinggal dimana?" "Saya kost di desa terdekat pak, pulang pergi ke perkebunan setiap harinya, naik motor." Jawab Wahyu menjelaskan. "Tapi setelah pak Heri datang, saya berani tinggal di sini lagi, kan sudah ada temannya." Lanjut Wahyu.
Brii.. @BriiStory
Berani? Berarti sebelumnya Wahyu gak berani tinggal di rumah itu, hmmmmm... Nantinya, kami memang hanya tinggal berdua di rumah itu.. **
Brii.. @BriiStory
Hari pertama bekerja, Wahyu mengajak berkeliling wilayah perkebunan yang nantinya menjadi wilayah tanggung jawab om, sekaligus memperkenalkan om dengan semua buruh karet yang bekerja di situ.
Brii.. @BriiStory
Wilayah perkebunan yang sangat luas, sepanjang jalan berkeliling menggunakan motor kami hanya menemui barisan pohon karet yang berjajar rapih, Di pinggiran perkebunan terlihat hutan yang cukup rindang.
Brii.. @BriiStory
Cukup melelahkan hari itu, selama seharian kami hanya berkeliling melihat keadaan perkebunan. Sekitar jam lima sore, kami pulang.. **
Brii.. @BriiStory
Malam menjelang.. Wahyu dengan cekatan menyalakan lampu petromak dan semua lampu templok di seluruh ruangan. Suasana rumah menjadi cukup terang. Sekeliling rumah mulai gelap, menutup semua pemandangan kebun karet. Sangat sepi.. **
Brii.. @BriiStory
Selepas isya, kami berbincang di teras depan rumah, ada dua kursi dan satu meja yang menjadi tempat kami ngobrol. Pemandangan depan rumah sangat gelap, hanya ada siluet pohon karet dan rumput liar di sela-selanya. Suara-suara binatang malam juga terdengar mengiringi suasana. pic.twitter.com/FaRWeKrhih
 Expand pic
Load Remaining (680)
Login and hide ads.