0
Democrazy @NegarakuApa
Gagalnya Operasi Politik Devide et Impera Tim Jokowi Mengadu Domba Prabowo vs Islam
Democrazy @NegarakuApa
Istilah politik “devide et impera” atau politik adu domba ini dulu sering kita kenal dalam pelajaran anak SD
Democrazy @NegarakuApa
Sebuah cara propaganda yang dilakukan belanda dalam menaklukan kerajaan-kerajaan di Nusantara tanpa menggunakan senjata
Democrazy @NegarakuApa
Meskipun bisa dikatakan cara ini sudah kuno, namun nyatanya dalam politik kita masih dipakai tidak terkecuali dalam pertarungan pilpres 2019
Democrazy @NegarakuApa
Sebaliknya yang menarik adalah politik adu domba tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan intelejen sebagai sumber informasi, dana besar, dan terakhir framing media biar makin hot
Democrazy @NegarakuApa
Baru-baru ini ada tuduhan dari blog yang bernama mercusuarpolitik.com dan kakekdetektif.com dengan judul Prabowo Subianto “Operasi Java Chaos”
Democrazy @NegarakuApa
Disitu disebutkan jika kubu Prabowo-Sandi menyewa konsultan politik The Messiana Group untuk memenangkan Pilpres 2019 dengan tambahan kalimat diblok warna merah “Dengan Segala Cara”
Democrazy @NegarakuApa
Menurut kabar The Messiana Group ini merupakan konsultan politik yang berhasil mengantar Obama menjadi Presiden Amerika
Democrazy @NegarakuApa
Dalam sebuah percaturan politik menyewa konsultan politik merupakan hal yang biasa terjadi, tidak terkecuali juga dilakukan Jokowi maupun Prabowo
Democrazy @NegarakuApa
Sekalipun jika memang benar Prabowo-Sandi menyewa konsultan politik dari Amerika saya kira sangat wajar mengingat seluruh konsultan politik dan lembaga suvei abal-abal tingkat nasional sudah diborong Jokowi
Democrazy @NegarakuApa
Balik lagi tentang blog mercusuarpolitik.com dan kakekdetektif.com dalam postinganya terlihat sangat tendesius bahkan cenderung tanpa data yang jelas langsung menuduh Prabowo sebagai dalang pembakaran bela tauhid
Democrazy @NegarakuApa
Kebayang gak fitnahan keji macam ini bakal menghiasai halaman berita nasional kalau ini di tuduhkan ke Jokowi ?
Democrazy @NegarakuApa
Selanjutnya dikaitkan dengan aksi 212 di Monas, sekali lagi Prabowo kembali di tuduh sebagai aktor intelektual aksi 212
Democrazy @NegarakuApa
Timbul pertanyaan kenapa pihak Jokowi begitu hina nya menuduh Prabowo dan mengadu domba Prabowo dengan Islam bahkan menyebutnya sebagai dalang pembakaran bendera tauhid di Garut, mari kita urai sama-sama.
Democrazy @NegarakuApa
Pertama, Prabowo adalah satu-satunya capres hasil dari Ijtima ulama, hal ini bikin Jokowi meradang dan terpaksa harus menggandeng Maaruf Amin meskipun mereka sadar tidak akan laku dijual
Democrazy @NegarakuApa
Kedua, pelaku pembakaran bendera tauhid di Garut adalah ormas banser yang mana kita ketahui begitu dekatnya hubungan banser dengan Jokowi
Democrazy @NegarakuApa
Ketiga aksi 212, salah satu hal yang mencolok dari kegiatan ini adalah kehadiran Prabowo dan matinya nalar sehat pers yang secara kompak menolak menyiarkan berita kecuali (TV One memang beda)
Democrazy @NegarakuApa
Nah seperti yang saya sebutkan diatas tadi jika operasi “devide et impera” tidak akan berjalan sukses tanpa dukungan intelijen, sokongan dana, dan framing media
Democrazy @NegarakuApa
Dalam aksi 212 konon telah ditemukan bom apakah mereka peduli tentu tidak, bahkan mediapun bungkam
Democrazy @NegarakuApa
Aksi pembakaran bendera tauhid di garut, pelakunya jelas adalah banser, meskipun jelas telah melanggar UU Ormas tapi banser tidak di tindak pemerintah (cek uu ormas kalau gak percaya)
Democrazy @NegarakuApa
Nah sekarang kita bisa simpulkan, ternyata apa yang dibahas oleh blog sampah mercusuarpolitik.com / kakekdetektif.com tidak berdasar dan sangat terlihat amatiran pic.twitter.com/Z2FMW49ooh
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Democrazy @NegarakuApa
Karena jelas apa yang dituduhkannya justru hanya bisa dilakukan oleh kubu Jokowi yang memiliki segalanya, tapi sayang operasinya gagal
Democrazy @NegarakuApa
Umat Islam sudah terlanjur tidak percaya lagi sama Jokowi, isu seperti ini hanya semakin akan membuat Islam bersatu lihat saja aksi 212 kemarin yang jumlah pengikutnya malah melebihi aksi 212 pertama
Democrazy @NegarakuApa
Terlepas dari itu semua data tentang asal usul 2 blog tersebut tertutup dan memang disengaja diprotect pic.twitter.com/OBF1MTTxhh
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.