0
Remington Steele #TT @mochamadarip
Gaes... Apa kabar kasus: 1. Ratna Sarumpaet 2. Rp2M Uang Kemah? pic.twitter.com/1hr99WA5Sy
SCANDAL UANG KEMAH

Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya didesak mengungkap sumber pengembalian dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia sebesar Rp2 miliar dari panitia Pemuda Muhammadiyah kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Agar bisa jelas apa motif di balik pengembalian ini.

"Kenapa harus dikembalikan kalau memang tidak terlibat, tidak melakukan, tidak jadi bagian dari prasangka-prasangka yang terjadi?" kata mantan Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air Ade Irfan Pulungan seperti dilansir Antara, Rabu, 28 November 2018.

Ade mempertanyakan asal uang yang dikembalikan ketua panitia Kemah dan Apel
Pemuda Islam Indonesia 2017 dari perwakilan Muhammadiyah, Ahmad Fanani, kepada Kemenpora itu. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui maksud dan sumber pengembalian
uang.

Menurut dia, seharusnya Ahmad Fanani dan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda
Muhammdiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tidak perlu mengembalikan uang. Cukup dengan mempertahankan argumentasi jika meyakini tidak terjadi tindak pidana korupsi dalam kegiatan itu.

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin
itu mengungkapkan pengembalian dana tidak menghilangkan dugaan tindak pidana korupsi yang dituduhkan.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengaku telah melapor kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengenai pengembalian dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari perwakilan panitia Pemuda Muhammadiyah.

Gatot mengungkapkan Kemenpora menerima pengembalian Rp2 miliar dalam bentuk cek BNI. Cek dikirim melalui surat langsung ke Menpora.

"Sehingga kami terpaksa meminta izin untuk membuka langsung. Untuk selanjutnya kami proses pengembalian ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku," tutur Gatot.

Kemenpora melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah menggelar Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017. Kemenpora menggelontorkan dana Rp5 miliar untuk kegiatan itu.

Belakangan, ada masyarakat yang mengadukan dugaan laporan fiktif oleh Pemuda Muhammadiyah atas kegiatan itu. Laporan ditujukan kepada Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya lantas memeriksa Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak, Ketua Pelaksana Kegiatan Ahmad Fanani, panitia dari Kemenpora Abdul Latif, dan panitia dari GP Ansor Safaruddin. Pemeriksaan dilakukan pada Senin, 19 November 2018. Dalam pemeriksaan disebutkan ada pengembalian Rp2 miliar dari PP Pemuda Muhammadiyah.

Sebelumnya, Dahnil membantah pemberitaan yang menyebut dirinya mengembalikan uang ke Kemenpora. Bantahan disampaikan lewat akun Twitter miliknya.

"Itu tidak benar karena saya tidak terkait. Yang benar adalah panitia mengembalikan dana Rp2 miliar ke Kemenpora," cuit Dahnil, Jumat 24 November 2018.

sumber:
http://news.metrotvnews.com/hukum/5b2qqYVN-muasal-uang-pengembalian-dana-kemah-dipertanyakan

Scandal Ratna Sarumpaet

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyebut penyidik akan segera melimpahkan berkas kasus hoax Ratna Sarumpaet setelah memeriksa pengamat politik Rocky Gerung.

Berkas segera dikirim kembali ke Kejaksaan Tinggi DKI. “Penyidik menilai berkas sudah lengkap dan akan segera dikirimkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo ketika dikonfirmasi wartawan pada Kamis, 6 Desember 2018.

Menurut Argo, penyelidik menilai berkas telah lengkap usai memeriksa pengamat politik Rocky Gerung sebaga saksi pada Selasa, 4 Desember 2018 lalu.

Saat itu penyidik mendalami alur penyebaran foto wajah Ratna yang lebam-lebam ke Rocky. Mantan dosen Universitas Indonesia itu pun mengaku menerima langsung foto tersebut dari Ratna.

Polisi juga telah kembali memeriksa Kepala Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 27 November lalu. Pemeriksaan Rocky dan Nanik Deyang dalam rangka melengkapi berkas Ratna.

Argo tidak menjelaskan kapan berkas itu akan dikirim. Namun, kata dia, setelah dikirim, penyidik akan kembali menunggu keputusan dari Kejaksaan Tinggi apakah berkas itu dinyatakan lengkap atau tidak.

Polisi sebelumnya melimpahkan berkas Ratna pada 8 November 2018. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan penyidikan lebih dari satu bulan sebelum pemberkasan rampung. Namun, pada 22 November 2018, Kejati mengembalikan berkas tersebut lantaran dinilai belum lengkap.

Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka pembuat dan penyebar berita bohong atau hoax penganiayaan yang dialaminya di Bandung pada awal Oktober 2018. Pengakuan sudah disampaikan setelah polisi mengungkap sejumlah kejanggalan.

Kepolisian menjerat Ratna Sarumpaet dengan Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Adapun kepada penyidik, kata Argo, Ratna pernah menyebutkan mengirim fotonya kepada sejumlah orang, termasuk Rocky Gerung.

sumber:
https://metro.tempo.co/read/1152989/polisi-limpahkan-berkas-ratna-sarumpaet-usai-periksa-rocky-gerung/full&view=ok

Elpintor @dhanicatur
@mochamadarip Bp2 dan ibu2 @DivHumas_Polri kenapa dokter gigi yg nyebar hoax juga ga diperiksa? Sangat meresahkan jika mereka tidak jera dengan ulahnya produksi hoax.
Leon @leonsys0305
@mochamadarip Iyaa kmn nih..? Kalo mati ya tolong jenasahnya...jgn adakadabraaa...
Benny Raja Lalo @BRajalalo
@mochamadarip Belum ada hasil kesimpulan yg mantap jg kayaknya...
Nusantara @Nusanta94637241
@mochamadarip Sepi... sepi,..sja... gimana ini om Polisi..☺️

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.