Pasang Surut Diplomasi Kuno Jawa dan Cina

Hanya diringi sembilan rekannya, keinginan Fa Xian mengumpulkan kitab-kitab suci agama Buddha benar-benar tak terbendung.
breakingnews K-uno HISTORY sejarah Indonesia jawa china
348 View 0 comments
Add to Favorite
0

Koran Sulindo – Hanya diringi sembilan rekannya, keinginan Fa Xian mengumpulkan kitab-kitab suci agama Buddha benar-benar tak terbendung.

Memulai perjalanan dari Chang An, rombongan kecil itu memintas padang pasir dingin dan pengunungan terjal hingga mencapai Patalipura, sebuah daerah di barat laut India.

Tentu saja bukan perjalanan mudah, terutama jika itu dilakukan sedini tahun 399 masehi. Di India, Fa Xian berziarah ke Lumbuni tempat yang dikenal sebagai daerah kelahiran Sidartha Gautama.

Setelah dua tahun tinggal di Sri Langka, perjalanan pulang Fa Xian ke Cina melalui jalur laut juga bukan tanpa masalah. Kapalnya dihantam badai dahsyat di tengah laut sebelum akhirnya sampai ke Pulau Jawa.

Dalam buku lawatannya yang berjudul Fu Guo Ji atau ‘Lawatan ke Negeri Buddha’ Fa Xian menerangkan keadaan di Javadwipa yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri itu.

“Aku berangkat dari Negeri Singa naik sebuah kapal dagang yang dapat memuat 200 orang lebih, di belakangnya ditambatkan sebuah perahu kecil. Di antar angin pasang, kapal berlayar ke timur, tiga hari kemudian tertimpa angin badai.” tulis Fa Xian.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/pasang-surut-diplomasi-kuno-jawa-dan-cina/

Login and hide ads.