Lewat UU Anti-Korupsi, AS Kini Mampu Bidik Siapa Saja, Termasuk Direksi Huawei

Kasus yang berkaitan dengan penangkapan Direktur Keuangan Huawei, Sabrina Meng Wanzhou sulit dilepaskan dari posisi Amerika Serikat (AS) sebagai negara adidaya alias imperialisme
breakingnews berita politician Huawei amerika
1
dwi rahayu @dwirahayu7313
Lewat UU Anti-Korupsi, AS Kini Mampu Bidik Siapa Saja, Termasuk Direksi Huawei koransulindo.com/lewat-uu-anti-… pic.twitter.com/EuLvidrKAi
Expand pic

Koran Sulindo – Kasus yang berkaitan dengan penangkapan Direktur Keuangan Huawei, Sabrina Meng Wanzhou sulit dilepaskan dari posisi Amerika Serikat (AS) sebagai negara adidaya alias imperialisme. Melalui berbagai produk hukum yang mereka ciptakan, AS kini bisa menjerat siapa saja jika itu bertentangan dengan kepentingan ekonomi politik AS.

Sebelum Meng, seperti dilaporkan Soutch China Morning Post pada Sabtu (8/12), pengadilan New York juga pernah menghukum Patrick Ho, mantan pejabat Hong Kong karena tuduhan penyuapan dan pencucian uang. Tuduhan yang tidak asing tentunya, karena kedua orang ini bukanlah yang pertama mengalaminya.

AS sebagaimana yang telah disebutkan melalui Foreign Corrupt Practices Act (FCPA), jika diterjemahkan menjadi undang udang anti-korupsi yang ditujukan kepada warga asing menjadi alat untuk “memberantas” anti-korupsi secara global. Dan itu memungkinkan AS menjadi polisi anti-korupsi untuk seluruh dunia.

Wendy Wysong, aktivisi anti-korupsi dan juga advokat di kantor hukum Clifford Chance mengatakan, sudah banyak contoh orang yang dijerat hukum anti-korupsi AS padahal mereka bukan warga negara AS, terjadi di luar wilayah hukum AS dan bukan perusahaan AS. Namun, jika transaksi keuangan, rekening keuangan, surat elektronik atau apapun yang terlacak melalui AS, maka negara tersebut akan menjerat orang-orang non-AS itu dengan hukum korupsi atau lain sebagainya.

Di luar Patrick Ho dan Meng, eksekutif Siemens Jerman, Eberhard Reichert pernah ditangkap dan diekstradisi ke AS pada 2017. Ia ditangkap di Kroasia atas tuduhan terlibat dalam penyuapan senilai US$ 100 juta kepada pejabat Argentina untuk mendapatkan kontrak proyek pembuatan kartu tanda penduduk pada 1996.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/lewat-uu-anti-korupsi-as-kini-mampu-bidik-siapa-saja-termasuk-direksi-huawei/

Comment

Cooking Fever @cookingfever0 11/12/2018 15:09:10 WIB
Thanks for sharing. I hope it will be helpful for too many people that are searching for this topic. http://strikeforceheroes3.games
Login and hide ads.