Setara Institute: Seharusnya Soeharto hanya Tinggal Pelajaran Sejarah

Setara Institute menyatakan saat ini ada upaya untuk membesar-besarkan kembali nama mantan Presiden Soeharto dan kepemimpinannya di zamannya yang sepanjang 33 tahun yang sering disebut dengan Orde Baru
HISTORY berita sejarah breakingnews soeharto Indonesia
400 View 0 comments
Add to Favorite
0
dwi rahayu @dwirahayu7313
Setara Institute: Seharusnya Soeharto hanya Tinggal Pelajaran Sejarah koransulindo.com/setara-institu… pic.twitter.com/CyteIL1RiE
 Expand pic

Koran Sulindo – Setara Institute menyatakan saat ini ada upaya untuk membesar-besarkan kembali nama mantan Presiden Soeharto dan kepemimpinannya di zamannya yang sepanjang 33 tahun yang sering disebut dengan Orde Baru. Menurut Setara, seharusnya Soeharto hanya tinggal menjadi “pelajaran”.

“Publik Indonesia harus mengetahui apa saja yang sebenarnya pernah dilakukan Soeharto saat memimpin Indonesia. Membesar-besarkan atau glorifikasi nama Soeharto perlu ditandingkan dengan pendapat berbeda dan dilengkapi dengan sejumlah informasi agar kita tidak terperangkap dalam kultus pribadi,” kata Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, di Jakarta, Sabtu (8/12/2018), melalui rilis media.

Berbagai studi pernah dilakukan para pakar sejarah, politik, ekonomi, maupun studi khusus militer, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari berbagai studi terlihat rekam jejak Soeharto, yang disebut Hendardi sebagai “catatan kebesaran” Soeharto.

Pertama, Soeharto menapaki “jalan kebesarannya” setelah peristiwa G30S 1965. Dia menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Pesaingnya susut setelah Letjen Ahmad Yani dan kawan-kawan dibunuh komplotan G30S dan tersisa Mayjen Pranoto Reksosamodra, Menteri/Panglima Angkatan Darat (AD) yang ditunjuk Presiden Soekarno. Tetapi, pada 14 Oktober 1965, Soeharto sukses meraih jabatan Panglima AD merangkap Panglima Kostrad.

https://koransulindo.com/setara-institute-seharusnya-soeharto-hanya-tinggal-pelajaran-sejarah/

Login and hide ads.