1
β›“ amanda β›“ @amandrug
Amelia Dyer, Wanita yang Membunuh 400 Bayi β€” A ThreadπŸ’‰ pic.twitter.com/uerdjJjWjC
Expand pic
β›“ amanda β›“ @amandrug
Pada tahun 1800-an era Victorian Inggris, wanita yang belum menikah dapat membayar orang (pengasuh) untuk mengurus bayi mereka. Harga bayaran mereka dapat mencapai €80 tergantung dari kesehatan para bayi atau pendapatan sang ayah.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Sering kali para pengasuh mengurus para bayi dengan penuh kasih sayang. Kadang mereka akan mengembalikan para bayi pada ibu mereka saat mereka sudah stabil secara finansial.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Dan kadang, seperti kasus Amelia Dyer, mereka akan membunuh para bayi dengan brutal dan menggunakan kematian mereka untuk meningkatkan tingkat finansial mereka secara pribadi.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Amelia Dyer tidak selalu menjadi seorang pembunuh. Ia lahir di keluarga besar di luar Bristol, dididik dengan baik, dan sering menghabiskan waktunya membaca literatur dan puisi. Ia juga seorang pengasuh alami.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Ibunya mengalami tipes saat Amelia masih kecil dan menderita di bawah ketidakstabilan mental. Amelia mengurusnya sampai ia meninggal pada tahun 1848, di mana kemudian ia kehilangan komunikasi dengan keluarganya, menikah dengan George Thomas, 35 tahun lebih tua darinya.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Mereka memiliki 1 orang anak sebelum Thomas meninggal. Mengetahui dirinya adalah seorang janda dengan seorang bayi, Dyer sangat membutuhkan pendapatan. Selama masa pernikahannya, ia berlatih menjadi perawat dengan seorang bidan. Namun, Dyer mengambil selangkah lebih jauh.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Ia mulai memasang iklan di daerahnya, mengaku bahwa ia merupakan seseorang yang penuh hormat, sudah menikah, akan memberi rumah yang aman dan nyaman bagi para bayi. Ia kemudian akan meminta bayaran yang besar sebagai uang muka.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Namun, alih-alih menggunakan uang tersebut bagi para bayi, Dyer menyadari satu cara untuk dapat menyimpan uang tersebut β€” membunuh para bayi. pic.twitter.com/PnHlPIOs6A
Expand pic
β›“ amanda β›“ @amandrug
Umumnya ia akan membuat sang bayi overdosis, menggunakan campuran opioid yang seharusnya digunakan untuk menenangkan bayi yang menangis. Ia kemudian akan memanggil koroner, pura-pura shock saat sang bayi meninggal & berduka saat kematiannya.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Pada tahu 1879, seorang dokter curiga tentang banyaknya kasus kematian yang dilaporkan, berfikir bahwa apakah itu semua kecelakaan. Ia melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib, namun alih-alih mendapat hukuman atas pembunuhan, +
β›“ amanda β›“ @amandrug
ia dijatuhi hukuman 6 bulan di kamp kerja paksa atas kelalaiannya.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Namun Dyer tidak peduli. Setelah ia dibebaskan, ia memasang iklan lebih banyak lagi dan terus mengumpulkan uang hasil kerjanya. Saat orang tua si bayi (yang telah ia bunuh) meminta anaknya kembali, Dyer dengan mudah akan memberi mereka bayi yang lain.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Ia juga menyadari kesalahannya dalam mempersilakan para koroner menyatakan kematian para bayi, dan mulai menyingkirkan tubuh para bayi tersebut sendirian. Ia akan membungkus mereka di sepotong kain dan menguburnya, atau menghanyutkannya di sungai, +
β›“ amanda β›“ @amandrug
atau menyembunyikan mereka di tempat-tempat di kota. Ia juga membunuh mereka dengan cara yang berbeda, agar tidak menimbulkan ciri khas tersendiri.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Ia juga bersikap was-was. Apabila ia merasa pihak berwajib sangat dekat untuk menangkapnya, ia akan berpura-pura sakit dan pergi ke rumah sakit jiwa, mengklaim dirinya memiliki pikiran untuk bunuh diri. Satu waktu, ia bahkan mencoba mengoverdosis dirinya sendiri, +
β›“ amanda β›“ @amandrug
namun daya tahan tubuhnya terhadap opium yang ia peroleh dari masa lalunya yang kelam menyelamatkan dirinya.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Diduga bahwa lebih dari 30 tahun, Amelia Dyer telah membunuh lebih dari 400 anak, dan menyimpan uang dari mereka. Para penyelidik memercayai bahwa jumlah yang dibunuh mencapai 2x lipat karena ia tidak segera ditangkap setelah membuang 1 jasad bayi.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Pada Maret 1896, seorang penawar sedang menelusuri sungai Thames dan mengangkat sebuah tas dari sungai. Di dalamnya, ia menemukan sebuah tubuh mungil dari seorang bayi perempuan, dibungkus menggunakan kertas pembungkus.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Seorang polisi yang cerdas menemukan namanya, hampir pudar, tertulis di ujung kertas β€” Mrs. Thomas β€” serta sebuah alamat.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Alamat tersebut merupakan alamat Dyer, dan meski pun para polisi akhirnya menemukan Dyer, mereka masih tidak bisa menghubungkannya dengan tindak kriminal tersebut. Jadi, mereka merencanakan sebuah tipuan. pic.twitter.com/1f0lr9HkcO
Expand pic
β›“ amanda β›“ @amandrug
Menggunakan seorang wanita muda sebagai umpan, ia membuatnya memasang iklan yang menyatakan bahwa ia membutuhkan seorang pengasuh. Dyer merespon, dan merencanakan meet-up dengan sang wanita, yang akhirnya disergap para polisi.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Setelah mencari rumahnya, polisi mencium bau pembusukan mayat, lakban seperti yang ditemukan membungkus leher para bayi, telegram tentang perencanaan adopsi, iklan, dan surat dari para ibu yang meminta bayinya kembali.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Mereka juga menemukan beberapa barang dikemas, seolah Dyer akan pindah lagi.
β›“ amanda β›“ @amandrug
Polisi menahannya, kemudian menelusuri kembali Sungai Thames, mencari lebih banyak jasad. Mereka menemukan 6, yang Dyer akui ia bunuh. Ia bahkan memberi tahu polisi bahwa lakban putih di leher mereka membuatnya yakin itu merupakan korbannya.
Load Remaining (55)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.