3
Brii.. @BriiStory
Hai.. Malam ini gw mau cerita tentang pengalaman #briikecil ya, cukup seru. Kali ini bahasa dalam cerita sedikit berbeda, karna jaman kecil dulu gak menggunakan "gw" dalam percakapan..😊 Yuk.. @InfoMemeTwit #memetwit pic.twitter.com/EGzwJTE26I
Expand pic
Brii.. @BriiStory
Perempuan itu terlihat lagi.. Duduk seperti biasanya, menghadap ke depan memandang ke halaman rumah. Duduk sendirian di atas kursi goyang yang diletakkan di teras depan. Jarang sekali aku melihatnya ditemani oleh orang lain, nyaris selalu sendirian.
Brii.. @BriiStory
Semakin hari aku melihatnya, tubuhnya semakin bertambah kurus dengan wajah yang pucat pasi, bibirnya berwarna kehitaman, kedua matanya yang cekung terlihat sayu tak bercahaya. Aku menebak, kalau perempuan itu sedang sakit yang berkepanjangan.
Brii.. @BriiStory
Tapi walaupun begitu, dia tetap berusaha untuk tersenyum ramah ketika melihatku lewat depan rumahnya. Memperlambat laju sepeda, lalu aku membalas senyumannya. Setelah melewatinya, aku melanjutkan perjalanan menuju rumah salah satu teman sekelas, Henri namanya.
Brii.. @BriiStory
Aku tidak mengenal perempuan itu, tapi dia terlihat hampir seumuran dengan ibuku. Rumah tempat dia tinggal letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah, tapi bukan di jalur yang biasa aku lewati ketika pergi dan pulang sekolah.
Brii.. @BriiStory
Rumahnya berada di dalam kawasan perumahan yang berisi rumah-rumah berukuran besar, penghuninya adalah orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di suatu perusahaan atau instansi pemerintah.
Brii.. @BriiStory
Rumah-rumah dengan model tahun 70/80an, yang hampir semuanya ber-cat warna putih. Jalan di dalam perumahan cukup lebar namun sangat sepi, jarang ada mobil maupun motor yang melintas, sehingga sering kali aku bisa memacu laju sepeda BMX silver kesayangan dengan cukup cepat.
Brii.. @BriiStory
Pohon-pohon besar berdiri kokoh pada sisi kanan dan kiri jalan membuat suasana perumahan agak sedikit teduh walaupun sinar matahari cukup menyengat panasnya.
Brii.. @BriiStory
Pintu masuk ke dalam perumahan itu hanya ditandai dengan portal besi yang sudah tua dan berkarat, itupun aku tidak pernah melihatnya dalam keadaan tertutup.
Brii.. @BriiStory
Jarang sekali aku melihat penghuninya berkeliaran di luar rumah sekitaran komplek, aku juga tidak pernah melihat ada satpam atau hansip yang berkeliling menjaga keamanan. Intinya, perumahan ini sangat sepi, seperti perumahan yang tidak berpenghuni. Perumahan yang menyeramkan..
Brii.. @BriiStory
Yang pasti, aku harus masuk dan melalui perumahan ini apabila sedang menuju ke rumah Henri. Ada alternatif jalan yang lain, tapi akan memutar lebih jauh, akan memakan waktu lebih banyak. ***
Brii.. @BriiStory
Sudah beberapa bulan terakhir aku harus berkunjung ke rumah Henri selepas jam sekolah, kebetulan pada waktu itu kami berada satu kelompok dalam mata pelajaran IPA.
Brii.. @BriiStory
Ada satu tugas dari Pak Wasidi yang mengharuskan kami menanam tanaman dan memperhatikan perkembangannya. Kebetulan juga, di rumah Henri tersedia lahan yang cukup luas untuk bercocok tanam.
Brii.. @BriiStory
Untuk alasan itulah kenapa aku menjadi sering berkunjung ke rumah Henri, dua kali dalam seminggu bisa dipastikan aku akan datang ke sana. Terkadang baru pulang malam hari, selepas isya.
Brii.. @BriiStory
Dan tentu saja, dengan begitu aku juga harus melewati perumahan yang cukup menyeramkan itu dua kali seminggu. ***
Brii.. @BriiStory
"Brii, sudah hampir jam delapan malam loh ini.." Ayahnya Henri mengingatkanku untuk pulang, mungkin karena aku terlihat masih asik bermain PlayStation bersama anaknya. "Iya om, ini sudah mau pulang." Aku langsung membereskan tas dan bersiap untuk pulang
Brii.. @BriiStory
Seperti biasa, sebelum pulang aku meminjam telpon untuk menghubungi Bapak/Ibu di rumah, untuk mengabarkan kalau aku sudah mau pulang. Setelah beres semuanya, aku pamit dan jalan pulang.. ***
Brii.. @BriiStory
Masih berseragam putih merah dengan tas gendong menempel di punggung, aku pulang dengan mengayuh pedal BMX silver yang selalu menemani kemanapun aku pergi. Ku kayuh sepeda dengan kecepatan sedang.
Brii.. @BriiStory
Jalan kampung yang tidak terlalu besar menjadi pemandangan awal yang harus kulalui. Pada bagian perjalalanan ini suasana masih ramai, masih banyak orang lalu lalang atau sekedar berbincang di luar rumah. Aku masih cukup tenang selama melewatinya.
Brii.. @BriiStory
Tapi, sekitar 15 menit kemudian, tiba saatnya aku untuk masuk dan melewati komplek perumahan yang cukup menyeramkan itu. Perumahan yang sangat sepi walaupun pada siang hari, apalagi malam hari.
Brii.. @BriiStory
Laju sepeda sengaja aku perlambat ketika akan melewati gerbangnya, gerbang yang hanya di tandai oleh portal besi yang sudah tua dan berkarat, portal besi yang tidak pernah terlihat tertutup. Akhirnya aku memasuki komplek itu..
Brii.. @BriiStory
Jam masih menunjukkan hampir di pukul sembilan malam, namun suasananya sudah sangat sepi, lebih sepi dari biasanya.
Brii.. @BriiStory
Beberapa rumah terlihat lampunya menyala semua, lampu taman, lampu teras, dan juga lampu yang ada di dalam. Beberapa rumah lain ada yang hanya terlihat lampu terasnya saja yang menyala, malah ada pula yang gelap gulita, tidak ada satupun lampu yang menyala.
Brii.. @BriiStory
Aku mengayuh pedal dengan perlahan, menyusuri jalan aspal yang terkadang berlubang pada sedikit bagiannya. Penerangan hanya dibantu oleh lampu jalan yang terletak di atas trotoar, tidak terlalu terang namun cukup membantu penglihatanku untuk berjalan dalam sepinya perumahan itu.
Brii.. @BriiStory
Angin malam mulai bertiup menerpa wajah, angin yang sudah mulai terasa dingin walaupun belum terlalu malam. Suara yang terdengar hanyalah suara ban sepedaku yang bergesekan dengan aspal jalan, tidak ada suara lain. Sepi..
Load Remaining (75)

Comment

toto widjojono @toto_widjojono 09/12/2018 18:27:34 WIB
Setia nunggu.. sambil merinding disko
Login and hide ads.