Editor's Choice

Menyikapi tewasnya (DI DUGA) pelaku KLITIH yang tertuang dalam KUHP Pasal 49 ayat 1 tentang PEMNBELAAN TERPAKSA A Thread by @TheresyaAgnes

Fenomena KLITIH Kalau kalian naik kendaraan dan terus ada pelaku KLITIH yang tiba2 merusak kendaraan anda dan siap melukai anda, apa yang akan anda lakukan ????
2
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Hi selamat malam. Malam minggu gini aku coba produktif untuk buat thread tentang alasan penghapusan pidana kalau ada serangan/ancaman. Ini namanya pembelaan terpaksa (noodweer). ini aku buatin threadnya ya mas @kokokdirgantoro .

08/12/2018 20:10:58 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Tadi karena liat pollingnya mas kokok yang bilang “kalau kalian naik mobil, trus ada pelaku klitih merusak mobil dan bersiap melukai anda, anda melakukan apa?” tadi saya jawab sih tabrak pelaku. twitter.com/kokokdirgantor…

08/12/2018 20:11:25 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Tapi mungkin orang orang takut kali ya kalau nabrak pelaku terus pelakunya terluka/meninggal, mreka takut masuk penjara. Jadi disini aku akan jelasin supaya temen temen ngerti.

08/12/2018 20:11:44 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Dalam KUHP mengatur mengenai perbuatan “pembelaan darurat” atau “pembelaan terpaksa” (noodweer). Itu terdapat di Pasal 49 ayat (1) KUHP.

08/12/2018 20:12:09 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Intinya disitu dibilang bahwa Barang siapa yang terpaksa melakukan perbuatan untuk pembelaan karena ada serangan/ancaman serangan yang melawan hukum terhadap diri sendiri maupun orang lain, atau terhadap kesusilaan maupun harta benda sendiri maupun orang lain, tidak dipidana.

08/12/2018 20:12:31 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Jadi kalau misalnya dalam keadaan darurat dan kita di serang/ancam oleh orang lain terus kita ngelawan, itu dinamakan pembelaan terpaksa (noodweer) ya, bukan nyiksa orang.

08/12/2018 20:12:51 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Kita sebagai orang yang melakukan pembelaan darurat ngga bisa dihukum. Pasal 49 ayat (1) ini mengatur alasan penghapus pidana yaitu “alasan pembenar”.

08/12/2018 20:13:06 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

alasan pembenar artinya alasan yang menghapuskan sifat melawan hukumnya perbuatan, sehingga apa yang dilakukan oleh terdakwa lalu menjadi perbuatan yang patut dan benar. (dari buku Prof Moeljatno). Jadi perbuatan pembelaan darurat bukan perbuatan melawan hukum ya teman teman.

08/12/2018 20:13:24 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Perbuatan di pasal 49 ayat (1) itu harus berupa pembelaan. Artinya lebih dulu harus ada hal hal yang memaksa kita, kaya ancaman atau serangan dulu, baru kita boleh melakukan perbuatan pembelaan tersebut.

08/12/2018 20:13:41 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Tentang saat dimulainya serangan dalam pasal tadi harus “seketika itu”, maksudnya antara saat melihatnya ada serangan dan saat mengadakan pembelaan harus ngga ada jarak waktu yang lama. Ketika tau ada serangan, langsung mengadakan pembelaan.

08/12/2018 20:14:15 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Bukan cuma serangan sih, baru ada ancaman aja udah boleh melakukan pembelaan. Ada 3 Syarat-syarat pembelaan darurat menurut R. Soesilo dalam buku “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Komentar-Komentar lengkap Pasal Demi Pasal” (hal. 65-66), yaitu:

08/12/2018 20:14:39 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

1. Perbuatan yang dilakukan itu harus terpaksa dilakukan untuk mempertahankan (membela). Pertahanan itu harus amat perlu, boleh dikatakan tidak ada jalan lain. Di sini harus ada keseimbangan yang tertentu antara pembelaan yang dilakukan dengan serangannya.

08/12/2018 20:15:09 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Untuk membela kepentingan yang tidak berarti misalnya, orang tidak boleh membunuh atau melukai orang lain.

08/12/2018 20:15:19 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

2. Pembelaan atau pertahanan itu harus dilakukan hanya terhadap kepentingan-kepentingan yang disebut dalam pasal itu yaitu badan, kehormatan dan barang diri sendiri atau orang lain.

08/12/2018 20:15:34 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

3. Harus ada serangan yang melawan hak dan mengancam dengan sekonyong-konyong atau pada ketika itu juga.

08/12/2018 20:15:50 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Kesimpulan dari thread ini, KUHP mengatur kok mengenai perbuatan yang dilakukan seseorang untuk mempertahankan diri atau barangnya dari serangan/ancaman.

08/12/2018 20:16:10 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Jadi kalau kalian naik mobil, trus ada pelaku klitih merusak mobil dan bersiap melukai kalian, yaudah tabrak aja. Itu bentuk perlindungan diri kok. Dari pada kalian yang bahaya sampe di siksa di dalam mobil, ya mending mreka aja yang ditabrak lalu kalian kabur deh.

08/12/2018 20:16:28 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Tapi ingat ya, pembelaan dan ancaman/serangan harus seimbang. Jangan udah di tabrak trus kalian turun, lalu kalian sikat lagi dianya. Itu namanya bukan pembelaan darurat lagi, tapi nyiksa balik. kalian masuk penjara entar.

08/12/2018 20:16:44 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Kalau kalian ingat kasusnya si irfan yang korban begal di bekasi terus dia akhirnya bunuh pelaku, nah kurang lebih sama nih sama kasus klitih. Sama sama melakukan pembelaan darurat kalau misalnya kita nabrak pelaku klitihnya.

08/12/2018 20:17:20 WIB
Theresya Agnes A @TheresyaAgnes

Oke selamat bermalam minggu ria. Saya sangat menerima kritik dan saran. Klu lain waktu mau dibuatin thread lagi tentang hukum, mention aja ya. Sekalian saya juga belajar lagi. Thankyou !

08/12/2018 20:17:33 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!