WOW!! Impor Beras Lagi dan Lagi, Siapa yg di untungkan? Ada Permainan Dagang?

Keputusan Impor Beras Menuai Pro dan Kontra...
Permainan Dagang Beras Impor
70 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Hara Syifa @harasyifaaa
1. Keputusan untuk impor beras dalam Peraturan Menteri Perdagangan No 1/2018 sejumlah 500 ton menuai pro dan kontra. Rencana pemerintah mengimpor beras pada Januari 2019 untuk menutupi stok pangan di tahun 2019. #Beras #Biru14 pic.twitter.com/2bLAdMH8iT
 Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
2. Pengamat Kebijakan Publik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamudin Daeng mengkritisi tentang kebijakan impor beras. Persoalan impor sudah bisa dikategorikan sebagai ‘skandal’ yang sulit ditemukan jalan keluar dari ketergantungan impor. #BerasImpor #Biru14 pic.twitter.com/9tMC9wRE7u
 Expand pic
Hara Syifa @harasyifaaa
3. “Dari berbagai kajian yang kita ikuti, sepertinya masalah skandal impor ini terutama produk pertanian. Sangat sulit jalan keluarnya,” ungkap Daeng, dalam diskusi bertajuk “Impor pangan kebutuhan siapa?” di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, JakPus, Kamis (6/12/2018). #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
4. Daeng menunjukkan ada selisih atau margin dari data impor beras di 2018 mencapai 40 persen dari produksi yang dikeluarkan Kementerian Pertanian. “Bayangkan, ada selisih produksi oleh Kementan 40 persen lebih? Itu skandal, ngawur!” tukasnya. #BerasImpor #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
5. Daeng menyebutkan bahwa terjadi disorientasi terhadap ketahanan pangan nasional antara dua kementrian. #Kementrian #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
6. “Orientasinya project di masing-masing lembaga. Bukan strategis oriented. Kemendag punya orientasi sendiri, Kementan punya data sendiri, ini data dibuat kacau,” bebernya. #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
7. Setyo juga mempertanyakan impornya belum masuk awal tahun 2019, “malah impor di waktu panen raya,” #BerasImpor #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
8. Setyo mengutarakan bahwa ketahanan pangan nasional bergantung pada kebijakan impor. Terlebih, terjadi di tahun-tahun politik. #BerasImpor #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
9. “Intinya kita sangat tergantung dari impor. Ini sudah berulang-ulang terjadi. Karena tidak ada kesinambungan politik pangan,” tukasnya. #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
10. Acara diskusi turut dihadiri Martin Sulabesi (Direksi Perhimpunan Advokat ProDem, Salamudin Daeng (AEPI), Lieus Sungkharisma Komtak (Komunitas Tionghoa Anti Korupsi), dan Andreas Santosa Paraera (pakar kebijakan publik). #DiskusiBeras #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
11. Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak), Lieus Sungkharisma menyatakan bahwa masalah impor merupakan sikap mental, yang terkadang hanya dimanfaatkan segelintir orang untuk mencari keuntungan. #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
12. “Kayaknya pertanyaan ini udah tahu lah impor pangan. Masalahnya nggak ada yang niat untuk berantas ini, nggak ada,” ungkap Lieus sebagai pembicara. #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
13. Lieus menilai bahwa Indonesia adalah negeri agraris, kok masih harus impor beras. Padahal iklim di Indonesia amat kondusif untuk bercocok tanam. #BerasImpor #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
14. Dia menduga, memang ada permainan dagang untuk bisa impor, sehingga bisa mengambil keuntungan. #PermainanDagang #Biru14
Hara Syifa @harasyifaaa
15. “Kalau swasembada pangan terwujud, pejabatnya kagak dapat. Dari dulu tuh dagang, dapet ijin pakai duit, ini itu pakai duit,” tandasnya. #BerasImpor #Biru14
Login and hide ads.