1
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
"Dok aku capek diselingkuhin. Dia udah selingkuh ini ketujuh kalinya, aku juga sering dipukulin. Aku capek putus nyambung, pokoknya udah selesai!" Dua bulan kemudian "Dok, aku masih sayang sama dia. Dia janji mau berubah, jadi aku balikan" #BelajarEmosi
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Sering ketemu yang seperti ini ya? Atau jangan jangan malah kita sendiri yang terjebak dalam hubungan yang abusive. Dipukuli, direndahkan, dikekang, dimanfaatkan tapi kita ga bisa keluar karena masih sayang.
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Kenapa begitu sulit keluar dari hubungan yang seperti ini? Ada beberapa alasan kenapa sulit sekali untuk berhenti dari hubungan abusive. Kita akan bahas beberapa aja kali ini. Yang mau lanjut dibahas, yuk merapat
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Hubungan abusive itu seperti lingkaran setan. Tidak akan berhenti jika kita tidak memutuskan salah satu rantainya. Ga percaya? Coba aja liat pengalaman mu/teman yang pernah mengalami, bisa ga pelaku kekerasan itu berubah dengan sendirinya? Jawabannya, tidak bisa
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Pelaku kekerasan akan membuat kita mempercayai beberapa hal sehingga seakan kita tidak mampu pergi dari hubungan yang tidak sehat ini. Pertama mereka bisa membuat kamu percaya bahwa kamu ga berharga tanpa hubungan dengannya
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Dia bisa merendahkanmu, mengatakan kamu bodoh, gemuk, jelek atau bahkan memanipulasi secara seksual. Dia membuat kamu mempercayai bahwa kamu memang seburuk itu, dan tidak ada orang lain yang akan menerimamu.
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Kalau pun dia melakukan kekerasan, dia akan membuat kamu mempercayai bahwa kamulah penyebab dia emosional. Padahal kenyataannya, setiap orang bertanggung jawab atas respon emosinya masing masing.
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Dia membuat kamu percaya bahwa kamu bersalah. "Aku mukul kaya gini itu karena kamu xyz". Alasan menjadi tidak penting lagi. Teman teman kalau ada orang yang melakukan kekerasan dalam hubungan dekat, maka TINGGALKAN. Percayalah, kamu ga salah dan dia ga akan berubah
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Atau dia bisa memanipulasi kamu dengan ancaman "Aku ga tau kalau ga ada kamu. Kalau ga ada kamu lebih baik aku mati aja" Ini ciri seseorang yang tidak sehat. Maka ajaklah ke psikolog/psikiater, bukan pasangan. Itu bukan tanggung jawabmu untuk menyembuhkannya
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Saya pernah beberapa kali bertemu pasangan yang feed instagram nya indah sekali, sementara dibalik pakaiannya ada bekas pukulan dari pasangannya. Iya, tuntutan untuk memiliki hubungan yang sempurna, juga adalah penderitaan sendiri.
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
"Tapi dok keluarga kita udah saling kenal" Udah lama pacaran, keluarga udah kenal, dititipi keluarga, rasa kasihan, itu semua adalah ilusi pikiran. Bukan itu yang perlu dipikirkan, namun kesejahteraan batinmu. Jangan korbankan dirimu untuk perang yang tidak bisa kamu menangkan
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Siklus kekerasan itu kaya gini Baik - ada masalah - abusive - minta maaf - janji ga bakal ngulangin - baik - ada masalah - abusive (dst) Orang abusive tidak akan berubah (kecuali dengan intervensi profesional). Stop merasa bisa mengubahnya, karna kamu ga bisa
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Ada bahaya besar yang mengintai hubungan abusive. Ancaman seksual, kekerasan, bunuh diri dst, jadi saran saya adalah: jangan dimulai. Kalau pas pdkt atau awal pacaran ada unsur unsur kekerasan, tinggalin segera. Jangan jadikan dirimu seumur hidup jadi target tinju.
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Kesimpulannya : Hentikan hubungan abusive, keluarlah dari hubungan seperti itu. Pelakunya? Bawa ke profesional untuk diterapi.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.