Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Hermansyah @besokataulusa
~Adu Kuat Jokowi versus Prabowo~ pic.twitter.com/wNoKI2PCXx
 Expand pic
 Expand pic
Hermansyah @besokataulusa
Pemilu hanya tinggal 133 hari lagi. Hari pencoblosan, yang menentukan Indonesia lima tahun ke depan, itu semakin dekat.
Hermansyah @besokataulusa
Persaingan antar sesama kandidat capres dan cawapres pun semakin seru, panas, dan mendebarkan. Masing-masing ingin menang, walaupun harus sikut-sikutan, melakukan hujatan, kebencian, dan dendam.
Hermansyah @besokataulusa
Panasnya Pilpres, bukan hanya karena dua pasang capres dan cawapres yang berhadap-hadapan, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi. Tetapi Pilpres 2019 adalah rematch.
Hermansyah @besokataulusa
Pertandingan ulang, Pilpres 2014, yang mempertemukan Jokowi vs Prabowo. Jokowi-Ma’ruf akan bertahan untuk menjaga singgasana kekuasaannya.
Hermansyah @besokataulusa
Dan untuk menang lagi. Sedangkan Prabowo akan bermain habis-habisan dan ofensif, layaknya gelandang serang, yang siap menjebol gawang lawan.
Hermansyah @besokataulusa
Reuni alumni 212 kemarin, merupakan bukti betapa kerasnya persaingan itu. Aksi reuni yang damai, tertib, dan aman tersebut, memberi pesan kepada petahana, bahwa Prabowo siap untuk menantang, berjuang, dan menang di #Pilpres2019 mendatang.
Hermansyah @besokataulusa
Perdebatan apakah reuni akbar 212 tersebut, kampanye atau bukan, ditunggangi atau tidak, yang pasti dan jelas reuni akbar alumni 212, telah menjadi panggung bagi Prabowo.
Hermansyah @besokataulusa
Prabowo ingin membuktikan, bahwa dia masih kuat, pengikutnya banyak, pemilihnya loyal, pendukungnya solid, dan siap untuk mengambil alih, tongkat kepemimpinan nasional di 2019 secara konstitusional.
Hermansyah @besokataulusa
Karena pra-reuni akbar alumni 212 kemarin. Wacana dan narasi Prabowo dalam berkampanye, selalu mendapat sorotan negatif dari lawan politik.
Hermansyah @besokataulusa
Ucapan tampang Boyolali yang menjadi viral salah satu contohnya. Prabowo merasa sering menjadi korban, dari ganasnya persaingan Pilpres.
Hermansyah @besokataulusa
Pasca reuni akbar alumni 212, bisa saja istana gelisah dan khawatir. Karena yang dihadapi adalah kekuatan umat Islam. Dan umat Islam tersebut telah menunjukkan, bahwa mereka membawa Islam yang damai, menyejukkan, aman, damai, dan tertib.
Hermansyah @besokataulusa
Massa tersebut ingin menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Rahmat bagi semesta alam. Bukan hanya bagi Indonesia. Tetapi juga bagi dunia.
Hermansyah @besokataulusa
Kubu Jokowi-Ma’ruf, tentu menghitung betul kekuatan pertemuan reuni akbar 212 tersebut. Karena bagaimanapun, secara historis, gerakan 212 telah menjatuhkah Ahok dari kursi gubernur DKI Jakarta.
Hermansyah @besokataulusa
Dan memasukannya kedalam penjara. Gerakan yang awalnya, menuntut keadilan bagi Ahok untuk dihukum, karena telah menista agama Islam. Bisa saja menjadi gerakan yang mengancam kemenangan Jokowi pada #Pilpres2019.
Hermansyah @besokataulusa
Yang hadir direuni akbar 212 itu, bisa saja merupakan massa yang kecewa terhadap kepemimpinan Jokowi. Dan simpati terhadap Prabowo-Sandi.
Hermansyah @besokataulusa
Namun yang pasti, kita sebagai anak bangsa jangan terprovokasi. Islam yang damai harus tetap dikedepankan. Dan menjaga persaudaraan, persatuan, dan kesatuan hukumnya wajib dalam Islam.
Hermansyah @besokataulusa
Narasi yang dikembangkan capres dan cawapres juga harus mencerahkan, mendidik, memberdayakan, produktif, membawa kebaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik.
Hermansyah @besokataulusa
Seratus tiga puluh hari (133) hari, merupakan waktu yang cukup untuk unjuk adu kekuatan. Adu ide dan gagasan. Adu visi, misi, dan program-program terbaik.
Hermansyah @besokataulusa
Jangan lagi melakukan kampanye-kampanye yang kontra produktif. Disaat bangsa-bangsa lain, telah menjelajah ke luar angkasa. Menikmati kemakmuran sebagai bangsa. Dua kubu capres dan cawapres, masih saling serang, adu nyinyiran, merasa paling benar, disana salah, disini benar.
Hermansyah @besokataulusa
Merasa paling Indonesia, disini pribumi, disana antek asing, merasa paling pintar, sedangkan kubu lain bodoh, merasa paling hebat dan kuat, sehingga kelompok lain diangap lemah, merasa terdzolimi, padahal sama-sama saling mendzolimi, dan merasa difitnah, padahal saling fitnah.
Hermansyah @besokataulusa
Indonesia adalah milik kita bersama. Pilpres hanya sarana untuk mencari dan memilih pemimpin terbaik.
Hermansyah @besokataulusa
Jangan rusak republik ini hanya gara-gara adu kuat dan gengsi dalam perebutan kursi presiden. Sekeras apapun adu kuat, antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi. Jangan membuat bangsa ini terpecah.
Hermansyah @besokataulusa
Menjaga Indonesia lebih penting dari sekedar Pilpres. Pemimpin akan silih berganti. Namun Indonesia harus tetap terpelihara dan terjaga. Adu kekuatan dalam Pilpres, sejatinya bukan untuk saling menjelekan, mencari-cari kesalahan, dan membusuki lawan.
Hermansyah @besokataulusa
Adu kekuatan Prabowo-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi harus menjadi sumber kekuatan. Bahwa kompetisi untuk menjadi presiden dan wakil presiden, silahkan dilalui. Namun harus mengutamakan kesejukan, cinta, kasih sayang, dan perdamaian.
Load Remaining (11)
Login and hide ads.