Dari sini tragedi berdarah di mulai " TANJUNG PRIUK 1984 " A Thread by @AQUBINAL

Tak ada data yang pasti berapa korban tewas ataupun luka-luka dan hilang dalam tragedi kemanusian tanjung priuk 1984
tanjungpriuk Politik pembantian kemanusiaan National tragedi orba crime HISTORY
1697 View 1 comments
1
Login and hide ads.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Banyak banget rentetan-rentetan kejadian yg terjadi di Orba, mulai dari penculikan, pembunuhan, pembredelan media, dll. Kali ini gue akan membahas tentang tragedi kemanusiaan di Tanjung Priok, Jakarta Utara dan disini awal terjadinya tragedi itu. pic.twitter.com/WqgNYt2org
 Expand pic
 Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Beberapa minggu sebelum 12 September 1984, daerah Jakarta Utara udh kaya api dalam sekam. Isu politik berbalut keagamaan bertiup kencang, para ulama mengumandangkan kritik keras terhadap pemerintah Orba. Berani juga ya ulama-ulama itu!
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Pertumpahan sesama anak bangsa bermula dari penerapan Pancasila sebagai asas tunggal yg mulai digaungkan sejak awal 80an. Pada intinya sih, organisasi di Indonesia wajib berasaskan Pancasila ga boleh yg lain.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Siapapun yg gak sejalan dengan garis politik rezim Orba layak dicap sebagai anti Pancasila, bisa diliat kan betapa otoriternya Soeharto…?! pic.twitter.com/K4GlIIWn2e
 Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Kalo gue bilang ini adalah kerusuhan yang melibatkan massa Islam vs Aparat, dan bukan itu aja sih banyak korban tewas lantaran diterjang peluru dari senapan tentara, sadis kan! pic.twitter.com/qRsZniSwiC
 Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Di tengah suasana yang mencekam, terdengar kabar dari langgar kecil pesisir ibukota, Abdul Qadir Djaelani, dia seorang ulama sekaligus tokoh masyarakat Tanjung Priok. Dia disebut kerap menyampaikan ceramah yg menuding aparat sebagai provokatif yg mengancam stabilitas nasional.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Dari sini tragedi berdarah dimulai..!!
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Usai subuh peristiwa Tanjung Priok, Djaelani dijemput aparat dan dihadapkan ke meja hijau. Akhir 1985, pengadilan menjatuhkan vonis Djaelani 18 tahun penjara dengan dakwaan melakukan pidana subversi melalui ceramahnya, Dalam persidangan Djaelani menyampaikan eksepsi pembelaan.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Djaelani menceritakan awal mula tragedi Priok ini terjadi. Awalnya para Babinsa masuk ke Musola tanpa melepas sepatu dengan maksud mencopot pamflet yg dianggap berisi ujaran kebencian terhadap pemerintah dan parahnya Babinsa menyiram pamflet itu dengan air comberan.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Tapi di sini jemaah dan warga masih menahan diri untuk ga frontal, tapi dari pihak pemerintah ga ada upaya sama sekali untuk nyelesain masalah ini secara damai.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Nah berselang 2 hari, terjadi keributan jemaah dgn tentara pelaku pencemaran rumah ibadah. Situasi pun ricuh salah satu orang membakar motor milik tentara, dan aparat pun didatangkan untuk menangkap oknum pembakar motor.
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Tanggal 11 September 1984, jemaah meminta bantuan kepada Amir Biki karena beliau yg dianggap mampu memediasi antara massa dengan tentara. Namun setelah mendatangi kodim tidak memperoleh jawaban yg pasti bahkan terkesan dipermainkan oleh petugas kodim disana. pic.twitter.com/OEYsieHX3O
 Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Lantaran permohonan tak digubris pagi, 12 September 1984 sekitar 1.500 orang bergerak menuju Polres Tanjung Priok, yg lainnya ke arah kodim tidak jauh dari sana. Dan disitu massa sudah dihadang pasukan militer bersenjata lengkap dan alat berat termasuk panser. Situasi chaos!!! pic.twitter.com/R3pnrCOJir
 Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Peringatan aparat dibalas dengan takbir dari massa yg terus merangsek. Tentara pun langsung menyambutnya dengan tembakan senapan otomatis, duuuuuaaaaaaarrrrr!! Gila emang tentara Orba!! pic.twitter.com/mlwJAnxQy8
 Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Korban mulai banyak, ribuan orang berlarian ditengah hujan peluru. Aparat terus memberondong dengan membabi buta. Bahkan, seorang saksi mata mendengar dari salah seorang tentara yg kehabisan amunisi. "Bangsat pelurunya habis, anjing-anjing ini masih banyak!"
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Dari arah pelabuhan, truk besar mengangkut pasukan tambahan datang dengan kecepatan tinggi. Tak hanya muntahkan peluru, truk itu juga menerjang, melindas massa yg sedang tiarap dijalanan. Jerit kesakitan dengan bunyi gemeretak tulang-tulang yg remuk. Bukti brutalnya aparat orba!
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Tak diketahui pasti berapa korban, tewas, luka-luka, pemerintah Orba menutupi fakta yg sebenarnya. Menurut Panglima ABRI L.B Moerdani, mengatakan 18 orang tewas dan 53 orang luka. Tapi dari kesaksian Djaelani korban tewas mencapai 400 orang. pic.twitter.com/dtBtiW7zko
 Expand pic
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Semua kultwit gue bersumber dari artikel @TirtoID yang berjudul Mengenang 33 Tahun Tragedi Pembantaian Tanjung Priok tirto.id/mengenang-33-t…
Marsinah Milenial @AQUBINAL
Sang penguasa saat itu Soeharto, nampaknya tidak pernah menyesalkan terjadinya peristiwa Tanjung Priok 1984. Dan intinya, jangan sampai pernah Orba hidup kembali! Ini bagian dari kelamnya Kota Jakarta! pic.twitter.com/UurWvem4dx
 Expand pic
Login and hide ads.