0

Koran Sulindo – Juru kampanye yang baik adalah mereka yang tak menyebarkan kebencian dalam setiap kampanyenya. Ujaran kebencian itu bisa berupa fitnah ataupun isu-isu sara.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat membuka acara rapat koordinasi Satpol PP seluruh Indonesia. Arahan tersebut diberikan Mendagri kepada seluruh Kasatpol PP di seluruh Indonesia agar mensukseskan pemilu.

“Kampanye yang berujar kebencian, kampanye yang sara, kampanye fitnah. Jangan berkedok khotbah, memberikan penyuluhan, jangan berkedok memberikan pendidikan politik tapi isinya fitnah,” kata Tjahjo di Jakarta, Rabu (5/12).

Dalam kesempatan itu Tjahjo juga menyinggung orang yang acapkali memfitnah Presiden Jokowi namun tidak berani mempertanggungjawabkan apa yang telah dikatakannya.

Ia menyebut sebagai juru kampanye mesti ia memiliki akhlak yang baik dan berani bertanggung jawab dan mengimbau kepada para jurkam agar berkampanye secara positif yakni adu program dan gagasan.

“Kalau orang yang jadi jurkam dia harus punya akhlak yang baik. Jangan bawa-bawa agama tapi akhlaknya nggak baik, pertanggungjawabkan apa yang diaucapkan kalau ngomong, memfitnah, lari, dipanggil polisi nggak berani. Nantang ‘sampai di akhirat saya akan perjuangkan’ tapi dilaporkan nggak berani,” kata Tjahjo.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/jurkam-yang-baik-tak-tebar-fitnah-dan-kebencian/

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.