Saatnya Terjunkan Densus 88 dan SAT 81 Gultor di Papua

Ketua Kaukus Panxasila Eva Kusuma Sundari mengutuk perbuatan kekerasan berupa sabotase pembangunan di Papua dengan membantai para pekerja yang diduga dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).
hukum papua berita Politik Gultor SAT81 densus88 Indonesia breakingnews
693 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.

Koran Sulindo – Ketua Kaukus Panxasila Eva Kusuma Sundari mengutuk perbuatan kekerasan berupa sabotase pembangunan di Papua dengan membantai para pekerja yang diduga dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Karena tujuannya adalah menyebar ketakutan atau teror maka penegak hukum perlu menerjunkan Detasemen Anti Teror 88 Polri ke Papua untuk menindak para pelaku teror tersebut.

“Motif pelaku jelas politik karena bertujuan sabotase dan menghambat pelaksananaan program pembangunan Trans Papua dengan menyebar ketakutan kepada para pekerja Trans Papua,” kata Eva di Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut dia, pasal terorisme bisa dikenakan berdasar definisi bahwa terorisme di UU No 5 Tahun 2018 yaitu perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas.

Salah satu indikator, sambung Eva adalah korban massal dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek vital yang strategis dan lainnya dengan motif ideologi, politik atau gangguan keamanan.

“Definisi ini meruntuhkan anggapan umum bahwa terorisme harus terkait dengan organisasi internasional yang sudah ditetapkan oleh PBB,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Selain itu perlu pelibatan unit Sat81 Gultor untuk mendukung penegakan hukum anti terorisme juga diperlukan dalam skala yang proporsional sebagaimana yang sudah dilakukan di beberapa operasi, salah satunya Operasi Camar Maleo dan Operasi Tinombala.

Baca Selengkapnya : https://koransulindo.com/terjunkan-densus-88-dan-sat-81-gultor-tindak-pelaku-teror-di-papua/

Login and hide ads.