1
Login and hide ads.
Story 993 view 17 "[Video Debat ILC] Pasca Reuni 212: Menakar Elektabilitas Capres 2019" by @ILCTV1 Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814
Eliya @eliya_mkom
Framing Media itu bukan hanya dilakukan dalam bentuk tulisan, ataupun cara host acara mengarahkan pembicaraan, pemilihan narasumber yang diundang juga merupakan salah satu alat untuk melakukan Framing. Cara respon narasumber yang dihadirkan dapat diprediksi dari data historikal
Eliya @eliya_mkom
Menyimak @ILCtv1 tadi malam, mukidiman yang diundang jelas dapat diprediksi responnya, yaitu suka memotong pembicaraan lawan, tidak mau mendengar pendapat orang lain, 'keukeh' dengan pendapat sendiri. Pertanyaan utk bang @karniilyas , narasumbernya siapa yang menentukan?
Eliya @eliya_mkom
Jika yang menentukan narasumber dari pihak mukidi tersebut adalah bang @karniilyas berarti itu termasuk strategi framing media. Media Framing itu sebuah keniscayaan, yang membedakannya hanyalah bagaimana cara pengimplementasiannya. Semakin canggih menunjukan kualitas medianya.
Eliya @eliya_mkom
Jika yang menentukan narasumber yang hadir adalah tim mukidi, berarti ada teknik lain yang dilakukan utk melakukan media framing itu. Bisa dari tema pembahasan, judul dari acara dengan melakukan analisis suasana kebatinan dari mukidiman. Bisa jadi itu memang standar mukidiman.
Eliya @eliya_mkom
Dimedia lain seperti @KompasTV melalui acara @Rosi_KompasTV ataupun @MataNajwa jelas terlihat standar yang dilakukan hostnya, @Rosianna766Hi dan @NajwaShihab bahwa memotong pembicaraan narasumber merupakan sebuah teknik media framing yang menurut mereka sebuah jurus handal.
Eliya @eliya_mkom
Kesan bahwa host dapat memojokan, mengarahkan narasumber dikesankan sebagai sebuah kesaktian yang hebat. Jika hal itu dianggap sebagai sebuah kelebihan, apa yang dilakukan @karniilyas dalam @ILCtv1 jelas sebuah strategi blue ocean dalam bidang jurnalistik kekinian, era kebebasan.
Eliya @eliya_mkom
Dalam @ILCtv1 terdapat sebuah aturan tak tertulis, pakem baru dalam talkshow, dimana semua narasumber diberikan waktu yang cukup untuk menyampaikan pokok pikirannya, tak dipotong baik oleh @karniilyas apalagi oleh narasumber lain. Bang Karni jelas bermain Fair dalam mengarahkan
Eliya @eliya_mkom
Pihak manapun yang OOT (out of topic) langsung kena semprit, dan diarahkan utk kembali ke tema yg dibahas. Cara @karniilyas memanage @ILCtv1 yg ciamik menjadi sebuah oase dalam kekinian, dimana media terkesan, dikesankan dan mendeklarekan keberpihakkannya secara terang terangan
Eliya @eliya_mkom
Kalau @Rosianna766Hi atau @NajwaShihab membantah media framing yang dilakukan, tapi secara jelas melakukan framing dengan jurus potong, pojokan, desak narasumber kesebuah kondisi mengucapkan pengakuan atas sesuatu yg ada tapi tak terucap menjadi pernyataan yg diharapkan terucap.
Eliya @eliya_mkom
Tentu dikekinian, ditengah publik yang semakin cerdas setiap harinya, kata "framing" bukanlah menjadi sebuah barang mewah yang tak dipahami, tetapi sebuah Ilmu yang dijiwai dan dimaknai dengan baik, media framing sebuah keniscayaan, hanya caranya yg bedakan kualitas sebuah media.
Eliya @eliya_mkom
Semua media lakukan framing, disadari, diniati ataupun dilakukan tak sengaja, karena media framing sebuah keniscayaan. @karniilyas lakukan framing dengan memilih narasumber, jelas sebuah kualitas ilmu jurnalistik tingkat tinggi. Beda jauh dengan @Rosianna766Hi dan @NajwaShihab
Eliya @eliya_mkom
@Rosianna766Hi dan @NajwaShihab masih bangga dengan teknik framing, memotong pembicaraan, memojokkan, mengkondisikan narasumber untuk menyampaikan pernyataan yang terucap. Teknik ini sudah ketinggalan jaman. Era bebas pendapat, media harus lebih cerdas dan tingkatkan kualitas.
Eliya @eliya_mkom
Apa yang dilakukan bang @karniilyas di @ILCtv1 jelas merupakan sebuah strategi framing tingkat tinggi, yang dapat menjadi rule model bagi media media lain, walaupun sebenarnya masih melakukan strategi framing yg sangat cerdas yg tak terlihat oleh kacamata awam. Terbaik dikekinian
Eliya @eliya_mkom
Walaupun sebenarnya @karniilyas dalam @ILCtv1 dapat menghadirkan, diskusi yg lebih berkualitas, dengan menyisipkan beberapa nara sumber yg berkualitas dari mukidi, kecuali memang sudah tak ada lagi mukidiman yg berkualitas, karena terpapar strategi gaya komunikasi kuno abad lalu
Eliya @eliya_mkom
Lebih menarik kalau mukidiman yg menjadi narasumber memiliki kualitas super, mau menyimak pernyataan pihak lawan, mencernanya dengan baik, memberikan sudut pandang yang ciamik, bukan stempel radikal, HTI atau bermodal "ngotot doang" potong pembicaraan. Cc @karniilyas @ILCtv1
Eliya @eliya_mkom
Jika dua pihak memiliki kualitas super, sesuai standar tak tertulis @karniilyas di @ILCtv1 , tentu akan tercipta dialektika super yang akan membuka wawasan publik lebih hebat lagi, tak hanya sekedar menang kalah, tapi menciptakan banyak gagasan gagasan baru utk memajukan bangsa.
Eliya @eliya_mkom
Walaupun kondisi itu seperti sebuah "utopia" nun jauh disana, apalagi menyadari bahwa modal plango plongo, masuk got dan modal pencitraan palsu, jadi tukang tambal ban, jualan pakai gerobak dan mitos kesederhanaan saja terbukti bisa menang dalam kontestasi, di era yang lalu.
Eliya @eliya_mkom
Semoga publik semakin cerdas, terbuka wawasan menciptakan tantangan bagi semua politisi dan para tokoh termasuk media utk meningkatkan kualitas mencari cara cara ciamik utk menyampaikan gagasan memenangkan kontestasi. Insya Allah Indonesia semakin jaya. Jayalah Indonesiaku.
Eliya @eliya_mkom
Fakta menunjukan siapapun yang tak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah, tentu akan tergilas dan tidak mampu melakukan survival utk bertahan hidup. Hal yg sama juga terjadi pada media, kemajuan teknologi, web 4.0 ( four poin O) mengharuskan media cari cara bertahan
Eliya @eliya_mkom
Yg dilakukan @karniilyas di @ILCtv1 merupakan strategi utk bertahan menghadirkan produk jurnalistik kualitas tinggi, walaupun menurut aku masih dapat ditingkatkan lagi dengan menyesuaikan strategi framing, dalam memilih narasumber yang berkualitas.
Eliya @eliya_mkom
Narasumber yg berkualitas dari kedua belah pihak akan menciptakan dialektika yg bukan hanya sekedar retorika, menghadirkan acara berkualitas tinggi. Kecuali kalau memang tak ada lagi mukidiman yang dapat menjadi narasumber yg berkualitas. Artinya Mukidi kelaut aja. Met siang
Eliya @eliya_mkom
Sekian met siang, @M4ngU5il tolong bantu di chirp. Salam Indonesia Jaya Saatnya Indonesia jadi Macan Dunia.
Login and hide ads.