1
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Populisme itu seksi...dan trendi. Guardian menunjukkan data. Pada 1998, ada 300 artikel yang mengulas ihwal populisme di media Inggris ini. Pada 2016, jumlahnya naik jadi 2.000. Ada apakah gerangan? Mengapa populisme naik daun? Apa sih populisme itu?
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Populisme adalah “suatu bentuk khas retorika politik, yang menganggap keutamaan dan keabsahan politik terletak pada rakyat, memandang kelompok elit yang dominan sebagai korup, dan bahwa sasaran-sasaran politik akan dicapai paling baik melalui cara hubungan langsung antara ...
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
... pemerintah dan rakyat, tanpa perantaraan lembaga-lembaga politik yang ada.” (Abercrombie et. al., 1998).
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Ada tiga jenis populisme. Pertama, populisme “wong cilik.” Populisme jenis ini berorientasi kepada petani,  borjuis kecil, kooperasi antarpengusaha kecil dan selalu memasang prasangka dan kecurigaan terhadap usaha besar dan pemerintah.  Sounds familiar?
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Populisme ini percaya bahwa ada skenario besar pengusaha dan penguasa untuk menindas “wong cilik.” Jenis populisme ini kurang tertarik pada ide-ide kemajuan, entah itu urbanisasi, industrialisasi, dan kapitalisme karena dinilai berdampak pada kemerosotan moral.
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Populisme “wong cilik” suka menoleh ke masa lampau dan menangisi masa kini. Populisme ’wong cilik’ cenderung anti-politisi dan intelektual menara gading dan merindukan orang-orang kuat yang memiliki ideologi populis. "Piye penak zamanku, to?"
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Yang kedua adalah populisme otoriter, mengharapkan lahirnya para pemimpin kharismatik yang melampaui politisi medioker.
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Jenis ketiga adalah populisme revolusioner yang merupakan idealisasi kolektif atas penolakan terhadap elitisme dan ide-ide tentang kemajuan.
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Populisme memiliki dua karakter utama. Pertama, ia mengiming-imingi orang jawaban seketika dan jelas terhadap berbagai masalah yang kompleks. Kedua, ia mengklaim diri sebagai wakil wong cilik dalam perang melawan elite yang korup.
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Gaya dan narasinya bisa bercorak kanan maupun kiri. Dan media sosial merupakan platform yang sempurna untuk menyebarkan kedua corak gerakan itu.
Wicaksono 🇮🇩 @ndorokakung
Populisme mudah menyebar di saat terjadi krisis ekonomi, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pertumbuhan, dampak globalisasi, dan eksploitasi sumber daya alam. Ada hubungannya dengan reuni?

Comment

Login and hide ads.