1
Login and hide ads.
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Saya makin prihatin dengan media mainstream kayak Kompas, Tempo dkk. Apakah mereka tidak sadar jika keberpihakan mereka pada Jokowi turut memperbesar perasaan jengkel pada kekuasaan? Peristiwa sebesar reuni 212 buat mereka ngga ada nilai beritanya. Apa ngga bikin sakit hati? pic.twitter.com/jmrY31Sz1b
 Expand pic
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Nanti orang ribut soal merebaknya hoax. Ya bedanya apa dengan jaman orde baru? Media jadi corong penguasa. Orang lebih tertarik pada selebaran" gelap. Dulu beredar dari tangan ke tangan. Sekarang ada di sosmed. Media mainstream itu punya andil. Lagaknya sok suci. Prett.
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Saya akan selalu berseberang pandang tentang mayoritas-minoritas ini. Anda bicara soal jumlah. Saya bicara soal penguasaan sumberdaya. Waktu kita teriak lindungi minoritas itu bukan cuma soal berbeda. Namun utamanya juga untuk orang" yg ngga punya daya. Sungguhpun mayoritas.
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Perempuan itu mayoritas kalo soal jumlah. Proporsinya 52% an. Tetap saja kita perlu untuk melakukan pembelaan. Karena secara struktur mereka dijauhkan dari sumberdaya. Malah kadang dianggap sebagai properti. Menderita ketidakadilan dan bahkan kekerasan. Kita bela.
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Jokowi memusuhi Islam itu jelas agitasi politik yang kosong. Namun, anda perlu bertanya. Kenapa bisa nyangkut di kepala? Karena ada impresi rezim ini didukung cukong" yang tidak adil pada dunia Islam. Misalnya, media yg enggan memberitakan reuni akbar 212 sebagai headline.
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Jadi ini bukan soal Islam adalah mayoritas di Indonesia. Namun soal orang" dengan kekuatan uang yg menempel pada kekuasaan untuk selalu memarjinalkan umat sembari menghisap. Sekali lagi ini bukan soal Jokowi. Karena kuku" mereka telah mencengkeram sejak orde baru. Paham?
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Bodoh saja kalau kita mau berdiri berhadapan dengan kekuatan yang ingin mendobrak ketidakadilan. Kubu Jokowi harusnya tahu itu. Mestinya jadi bagian dari kekuatan itu. Memimpin bahkan. Tapi buzzer" kodiannya ngga punya otak. Sedih ngga sih loe?
BiLLY KHAERUDIN @BiLLYKHAERUDIN
@awemany Om Awe yg baik, ini berita @hariankompas hari ini soal Reuni 212 kemarin. Beritanya jd HL hlm 15 yg merupakan terusan hlm 1. Hari Senin, HL Kompas adalah liputan tematik yg dirancang jauh2 hari. Tak mungkin peristiwa sebesar Reuni 212 tak ada nilai beritanya pic.twitter.com/CEgRNoBDbS
 Expand pic
Pelan-pelan, Awe! @awemany
@BiLLYKHAERUDIN @hariankompas Oum Billy yang baik, hal 15 itu bukan head line yg biasa dirujuk orang. Head line itu ada di hal 1. Berita tematik jadi HL di hal 1 ya monggo aja. Saya udah ngga langganan kompas. Ngga punya counter argumen soal HL di hari senin yg lain. Tetap saja saya prihatin. :)
Pelan-pelan, Awe! @awemany
@BiLLYKHAERUDIN @hariankompas Kompas itu sudah sering dituduh partisan. Harusnya mencari cara agar tuduhan itu bisa hilang. Tapi kalo klean lebih concern terhadap SOP hari senin itu buat HL tematik ya monggo. Sembunyikan aja di hal 15. :)
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Gue sih ngga berharap orang ini ngerti artinya monggo. Lha wong historynya dia ngga bisa membedakan antara pintar dan kayaknya pintar. :p. 👇 twitter.com/VeritasArdentu…
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Lha? Kalau ngga ada sama sekali malah bakalan jelas partisannya. Ini kan soal value untuk menjadi headline di halaman 1. Again, Kompas bisa punya policy, tapi tafsir publik? twitter.com/BiLLYKHAERUDIN…
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Kenapa jadi lari pada soal ketakutan? Emang gue ngancem apa? Ini soal akal sehat aja. Kalo risih disebut partisan ya buktikan. Kalo ngga risih ya monggo. Tepuk dada kalo perlu. :) twitter.com/ngabdul/status…
Pelan-pelan, Awe! @awemany
Ya rapopo. Tapi ngga perlu ngeles kesana kemari kalo ada yg nuduh partisan. Cuma saya prihatin. Ngga boleh prihatin nih? :) twitter.com/ngabdul/status…
abdul @ngabdul
@awemany Ga ngancem tapi nyuruh Kompas takut terhadap tuduhan partisan dan karena itu mengubah policy pemberitaannya yaitu Senin menampilkan headline utama tematik
Pelan-pelan, Awe! @awemany
@ngabdul Gue mah ngga nyuruh orang takut. Itu mah mainan loe biasanya. Fear mongering. Itukan persoalan pilihan. Kalau ngga mau dituduh partisan berbuatlah sesuatu. Kalo ngga masalah ya monggo. Berkali gue ngomong. :)
Login and hide ads.