0
Media Indonesia @mediaindonesia

Akun Twitter Resmi Media Indonesia | Jujur Bersuara | #EditorialMI

http://t.co/hkjokX3pcR

Analis politik dari ­Lembaga Survei Kedaikopi, Hendri ­Satrio, mengatakan sejarah adanya aksi 212 pada 2016 tidak bisa dipisahkan dari unsur politik.

Perkataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai menista agama dan diprotes melalui aksi 212 pun tidak bisa dilepas dari unsur politik.

“Sejarah berdirinya gerak-an ini juga ada unsur politik, ya walaupun itu atas nama agama karena saat itu masuk agenda poltik (pemilihan gubernur),” kata Hendri pada diskusi Seberapa Gereget ­Reuni 212, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Di tempat yang sama, Staf Ahli Menko Polhukam, Sri Yunanto, mengingatkan agar aksi reuni 212 tidak ditunggangi kepentingan politik. Pihaknya telah menunjukkan kelompok-kelompok yang berpotensi menunggangi reuni 212 kepada penyelenggara acara.

Ia mencontohkan, Aksi Bela Tauhid yang digagas Persaudaraan Alumni (PA) 212 beberapa waktu lalu terbukti ditunggangi kelompok tertentu.

“Ada bukti kelompok yang menunggangi. Pertama, kelompok liar yang memperjuangkan khilafah dan kelompok yang tidak suka dengan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Me dia Ku @Oprint1
@mediaindonesia Bukan salah foto, maklum dari dulu wartawan @mediaindonesia dan @Metro_TV kan ga mau tampilkan realita, dulu aja bilangnya yang hadir ribuan.
Pamenang @PamPamenang
@mediaindonesia Hahahaha...saking semangatnya si Mimin sampe salah Poto...gak usah malu min Dateng aja ke Monas...
aan @aan__
@newsplatter Tsk I know. They used the stretched one. You look fatter.
Naomi Mandatary @naomiimanday
@newsplatter Ketahuan adminnya fans berat Om Piring 😂😂
Nina @bonadapa
@newsplatter Yah ampun demi apa Ompiir 🤣🤣🤣
Load Remaining (27)

Comment

Vincent @vsputra 03/12/2018 07:25:54 WIB
Koq Zumi Zola sih? Sudah tahu Detik salah pasang foto, ditambah yang kurasi berita ini salah nama. Itu Henry Manampiring, bodoh!
Login and hide ads.