0
Politwika Creative @PoliTwika
Halo, Twitter! Kabar baik dari Politwika, gimana kabar teman-teman? Semoga sore ini masih semangat beraktivitas dan sudah menyantap hidangan yang nikmat siang tadi ya. #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
Kali ini, kami akan memberikan thread menarik untuk disimak khalayak banyak. Silakan disebarluaskan dan dibagikan, jika tidak ingin akun twitter milikmu di suspend 10 detik setelah melihat twit ini di timeline! #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
Kami bercanda! Tweet di atas termasuk salah satu hoax, yang dapat disebarluaskan ke mana pun, karena kecepatan para pengguna media sosial dalam berlinimasa. #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
6 dari 10 pengguna media online tidak berpikir dua kali untuk menyebarkan artikel dari media sosial, yang bahkan artikel tersebut hanya dibaca pada bagian judulnya saja! (Wah, menarik nih! Sebar ah, biar kekinian dan pintar!) #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
MIT (Massachusetts Institute of Technology) menjelaskan bahwa 23% warga Amerika terlibat dalam penyebaran hoax secara online. #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
Dikutip dari The New York Times, Jumat (9-3-2018), para peniliti menemukan pola tersebut diterapkan pada setiap subjek yang dipelajari. Bukan hanya perihal politik atau masalah perkotaan, tetapi juga bisnis, sains, dan teknologi nih teman-teman! #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
Lebih dari 70% berita yang beredar dan disukai di Twitter berpotensial memiliki kecenderungan yang mengandung kebohongan. Berita asli yang benar berdasarkan fakta, jarang di-retweet lebih dari 1000 orang. Duh, jangan budayakan malas membaca ya! #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
Namun, diantara arus penyebaran hoax yang deras sebagian besar diri kita (selaku netizen) masih menganggap bahwa kita kebal terhadap disinformasi online. Jika begitu adanya, mengapa berita palsu menjadi sangat mudah meresap dan mengalir ke segala arah? #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
Hoax jauh lebih cepat tersebar dibandingkan berita asli, penyebarannya di Twitter hingga mencapai angka 126.000. Analisa menyebutkan 1% berita palsu teratas mampu mencapai insight hingga 100.000 pengguna, angka ini 100 kali lipat dari insight berita asli itu sendiri.
Politwika Creative @PoliTwika
Menariknya, para pengguna asli Twitter yang menyebarkan hoax mampu mengalahkan bot yang berfungsi untuk menyaring hoax. Penyebaran hoax yang dilakukan mampu menjangkau lebih banyak akun dibandingkan bot. Hasil kerja netizen penyebaran hoax, lebih cepat dibandingkan robot! Whoa!
Politwika Creative @PoliTwika
Lalu, kenapa netizen sangat begitu tertarik dengan berita-berita palsu? MIT mengelompokkan penjelasannya dalam dua kategori: PERTAMA, The Element of Surprise sebagai pendorong kuat dalam membagikan konten secara online.
Politwika Creative @PoliTwika
Berita palsu ditulis dengan tujuan hanya untuk membangkitkan minat pembaca (sensasi), agar hoax tersebut terlihat ‘memiliki kabar terbaru’ dibandingkan berita aslinya sendiri.
Politwika Creative @PoliTwika
Sinan Aral (Profesor Manajemen MIT) juga mengemukakan, orang yang menyebarkan informasi ‘lebih baru’ juga cenderung merasa ‘lebih tahu’ atau memiliki informasi dari ‘orang dalam’. Informasi yang baru juga dianggap sebagai informasi berharga dibandingkan informasi yang redundan.
Politwika Creative @PoliTwika
KEDUA, terletak pada reaksi emosional yang dihasilkan dari hoax. Pada umumnya hoax mengandung emosi kuat, seperti ketakutan, rasa jijik, dan kejutan. Berbanding terbalik dengan berita asli yang mengandung emosi yang inspiratif, seperti kesedihan, kegembiraan, atau kepercayaan.
Politwika Creative @PoliTwika
Lalu, bagaimana cara mengetahui kebenaran berita di media online? Terutama jejaring sosial, seperti WhatsApp Group, LINE, dan sebagainya yang seringkali tidak mencantumkan link pemberitaan terkait.
Politwika Creative @PoliTwika
Bahasa pada berita palsu seringkali menggunakan bahasa sensasional. Hoax juga menunjukkan tanda-tanda linguistik yang konkret terkait dengan kebohongan.
Politwika Creative @PoliTwika
Bahasa yang disajikan cenderung dalam bentuk sindiran, propaganda dan dilebih-lebihkan. Sebaliknya, berita asli lebih mempergunakan kata-kata yang mengandung data, seperti tokoh, angka, dan uang.
Politwika Creative @PoliTwika
Penyebaran hoax juga menggunakan kata-kata yang terlalu pribadi, kata ganti orang pertama dan kata ganti orang kedua lebih banyak digunakan. Tidak hanya itu, kata-kata yang digunakan juga memiliki makna yang tidak jelas seperti: “sedikit”, “mungkin”, “agak”, “semacam” dsb.
Politwika Creative @PoliTwika
Apa saja hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir hoax, ya? Tekan 123 untuk memberantas hoax di kolom reply dibawah ini! (intermezzo) hehe. #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
Selamat! Dengan memahami bagaimana penyebaran berita palsu mampu tersebar dan memperhatikan sumber pemberitaan terkait telah menjadi langkah awal untuk meminimalisir hoax. #politwika #lawanhoax
Politwika Creative @PoliTwika
Perilaku netizen dalam membiasakan diri dalam menyaring informasi mampu memainkan peranan yang besar, melebihi robot tentunya! Semoga informasinya bermanfaat ya. Salam Sore, Politwika! #politwika #lawanhoax

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.