0
Noda Membandel @GabyKalalo
Dua hari ini mencoba muterin Kota Pahlawan yang sangat ramah untuk pejalan kakišŸ‘Œ S U R A B A Y A --- Sebuah ulasan pic.twitter.com/d2Qg39GKjs
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Kenapa disebut Kota Pahlawan? Surabaya ini memang terkenal dengan kisah-kisah heroik pahlawan di masa lampau, sejak zaman kerajaan hingga puncaknya saat pemberontakan 10 November yang melawan pasukan Belanda.
Noda Membandel @GabyKalalo
Perjalanan kali ini ku sendirian~ nggak sama temen-temen walking tour maupun sama yang katanya sayang tapi ngga jadian juga :( Terbagi dua hari walking tournya. Perjalanan hari pertama dimulai dari depan Stasiun Surabaya Gubeng hingga Taman Mundu. pic.twitter.com/tHCqUuU58E
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
BARU SADAR NAMA DAERAHNYA KOK JAHAT :((((( pic.twitter.com/QoMvhNRAQx
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Apresiasi dulu untuk kota ini yang SANGAT NYAMAN UNTUK PEJALAN KAKI inj ya rabb hepi sekali awak disini, kiri kanan bisa jalan, so far belum ditemukan yang ngehe-ngehe parkir di trotoar dan pas diomelin malah bilang "SAYA KAN CUMA BENTAR DISINI" Ok d. pic.twitter.com/6863vKdu9J
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Jarak 5 menit dari Stasiun Gubeng, ada jembatan yang bentuk pinggirannya(?) Masih vintej ala ala bangunan Belanda gitu. Dibangun tahun 1900-an, jembatan ini bernama Goebeng Brug yg awalnya dibuat dari bambu dan kayu. Mulai pakai kostruksi besi pada tahun 1924-an. pic.twitter.com/Ws1wE5PF8e
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Sekarang, jembatan ini disebut Jembatan Pemuda. Ada pintu airnya di foto kedua (cmiiw). Itu mohon maap muka ogut harus disensor karena mengandung ujaran kebencian :( pic.twitter.com/9eDd3aq65Y
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Eh di pinggir jembatan ada yang mencuri perhatian, yaitu kapal selam segede gaban! Apa emang kapal selam segede gini ya huhu baru tau. Namanya, Pasopati 410. pic.twitter.com/twYYr7rbds
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Monumen ini disebur Monkasel, singkatan dari Monumen Kapal Selam. KRI Pasopati 410 ini ialah satu kapal punyanya Angkatan Laut Republik Indonesia buatanĀ Uni SovietĀ tahunĀ 1952.Ā  Kapal ini ikut dalamĀ Pertempuran Laut AruĀ untuk membebaskanĀ Irian BaratĀ dari pendudukanĀ Belanda. pic.twitter.com/lslul6fAvm
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Maju dikit di deket bundedan, belok kiri. Ini Balai Pemuda Surabaya. Under construction, tapi sepeetonya bakal jadi keren bingit kalo udh jadi šŸ‘Œ pic.twitter.com/MGw4Eg6qeP
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Woohooow tak boleh terlewat eskrim legendaris punyanya Renato Zangrandi ini! Eskrim jadul tempat mama-papa w pacaran dulu ini udah ada sejak tahun 1930-an. Posisinya seberangan sama Balai Pemuda yang dulu tempat orang Belanda berpesta, macem Socieit Harmonie di Jakarta. pic.twitter.com/ij0ujOICZK
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Jembatan yang lagi-lagi sangat nyaman buat jalan kakiāœØ pic.twitter.com/bo2eBos71l
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Di sisi jembatan ada Gereja Bukit Zaitun yang bangunannya bikin tercengang.. lagi-lagi ala empire. Luv! Tapi nga luv untuk kabel-kabel didepannya bikin jele difoto hhhh Indonesia darurat kerapihan kabel. pic.twitter.com/g6kF03ih0T
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Mancing dulu ah Mancing keributan di linimasa~ pic.twitter.com/hfKagGzTpw
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Seperti pada foto di awal trit, ini adalah monumen Panglima Besar Jendral Soedirman. Membelah jalan Yos Sudarso sebelum ke arah Balai Kota. Sudirman adalah perwira yang berhasil mengusir Inggris hingga mundur ke Semarang, yang diabadikan dlm peristiwa Palagan Ambarawa. pic.twitter.com/iZtrZJ6GJ3
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Balai Kota Surabaya Disinilah tempat ngantornya Walikota Surabaya. Hayo siapa walikotanyaaaa???? pic.twitter.com/x2pO9KV0dI
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Sekitar 1km dke utara dr Balai Kota, ada masjid dengan bentuk khas klenteng. Dinamai Masjid Cheng Ho,Ā nama laksamanaĀ asal Tiongkok yang menebarkan ajaran Islam sambil berdagang. Bangunan masjid paduan antara Tiongkok, Arab dan juga budaya lokal Jawa. pic.twitter.com/MBvGyEhUve
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Dari simpang Kusuma Bangsa, di Kapasari terdapat pasar barang antik dan 'unik'. Bukan seperti Jl. Surabaya di Jkt, tapi lebih mirip seperti Jembatan Item di Jkt :)) Ada jam bekas, radio AM yg masih nyala! Ada juga hp iPhone 8 tanpa charger, dijual 500rb-1jt aja. Huehehehe :)) pic.twitter.com/i7iaDAIwaN
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Tapi heran, pasar kayak begini kenapa dijaga sama Satuan Keamanan gitu ya? Padahal yg dijual bisa jadi ilegal (?)
Noda Membandel @GabyKalalo
Gak jauh dr pasar, sekitar 50m dr simpang ke Jl. Ngaglik, ada Depot Jamu Legendaris, Jamu Iboe. Depot ini berdiri sejak tahun 1910. Sesekali duduk kalau lelah, jangan memaksa hingga akhirnya bosan~ pic.twitter.com/4HYcHnMxEG
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Tan Swan Nio dan Siem Tjiong Nio, duo nyonya pendiri jamu Iboe ini. Terkenal dengan jamu penyembuh batuknya yg ciamik membasmi epidemi batuk di Surabaya šŸ‘Œ Membantu pemerintahan Hindia Belanda juga utk menciptakan jamu yg bermanfaat bagi masyarakat. pic.twitter.com/pZkCCpCloS
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Jamu Iboe ini akhirnya ekspansi besar-besaran hingga tahun 1980 an memindahkan pabriknya ke Sidoarjo, karena di Ngaglik ini sudah ndak muat lagi~ Depot di jalan Ngaglik ini buka dari jam 8 pagi hingga jam 9 malem. Nyoba jamu pegal linu utk menstruasinya, enak bgt! pic.twitter.com/FTsi4y3X1J
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Noda Membandel @GabyKalalo
Hmm.. kawasan ini bisa dibilang cukup padat penduduk. Ramai kendaraan yang lawan arus juga šŸ˜… Tapi tetap rimbun karena banyak pohon! šŸŒ³šŸŒ³šŸŒ³ pic.twitter.com/bDeSmpYuXc
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Load Remaining (40)
Login and hide ads.